Arogan! Pemilik MJB Skincare Hina Penegak Hukum Usai Digerebek BPOM

Minggu, 9 November 2025 - 15:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase – Owner MJB Skincare, Paramita Irfan (kiri), dan unggahan Story Instagram miliknya yang menuai kontroversi (kanan).

Foto kolase – Owner MJB Skincare, Paramita Irfan (kiri), dan unggahan Story Instagram miliknya yang menuai kontroversi (kanan).

Gedor.id- Pemilik MJB Skincare asal Sidrap, Sulawesi Selatan, Paramita Irfan, menuai sorotan usai toko kosmetiknya digerebek oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Alih-alih menunjukkan penyesalan, sang owner justru tampil dengan sikap yang terkesan “borro” atau sombong di media sosial.

Melalui akun Instagram pribadinya, @paramitamytha, Paramita menulis unggahan bernada menantang seolah tak gentar meski produk-produknya dinyatakan berisiko tinggi.

“Podona kasi tappa-tappamu mau jatuhkan brandku, oh dak mempan sygg testi yg berbicara dan personal branding yg kuat, sekalipun sy tulis di kemasanx bedak ku dpt membunuh mu nelli to tauwee na dk. belajar dri kasus kmrin sbut2 brandku malah tmbh naik,” tulis Paramita dalam Insta Story-nya, yang kini telah dihapus.

Jika diterjemahkan, unggahan tersebut berarti:

“Percuma mau menjatuhkan brand-ku. Walaupun di kemasan tertulis produk ini bisa membunuhmu, tetap akan dibeli orang. Belajar dari kasus kemarin, disebut-sebut malah bikin brand-ku makin naik.”

BACA JUGA :  Viral Pria Sebut Diri 'Ring Satu' Istana, Pamer Senjata di Tengah Sengketa Lahan

BPOM: Tak Ada Toleransi untuk Produk Berisiko

Kepala BPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kami berpedoman pada asas hukum yang berlaku untuk memastikan proses hukum yang adil dan tidak diskriminatif. Yang utama adalah melindungi masyarakat dari obat dan kosmetik yang tidak memenuhi syarat dan berisiko bagi kesehatan,” ujar Yosef.

Ia menambahkan, BBPOM Makassar masih memproses kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Ratusan Produk Ilegal Bernilai Ratusan Juta Disita

Sebelumnya, PPNS BPOM Makassar bersama Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Sulsel menggerebek toko MJB Skincare milik Paramita di Kabupaten Sidrap.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan 55 item kosmetik tanpa izin edar (TIE) sebanyak 4.771 pcs dengan nilai ekonomi mencapai Rp728 juta.

BACA JUGA :  Tebar Ancaman Kesehatan, Kosmetik 'Ilegal' di Bone Diduga Dibekingi Oknum

Tak hanya menjual, pemilik juga diduga memproduksi kosmetik secara mandiri menggunakan alat-alat sederhana seperti baskom dan sendok pengaduk.

Beberapa produk yang diamankan antara lain:

  • MJB Lotion Luxury Touch Yourskin
  • SP Booster Original Whitening
  • UV Dosting Super Thai
  • Face Painting

Hasil uji laboratorium menunjukkan produk-produk tersebut mengandung merkuri — bahan berbahaya yang dapat merusak organ tubuh jika digunakan secara terus-menerus.

Yosef mengungkapkan sebagian besar produk itu merupakan kosmetik impor ilegal dari Thailand, seperti Alpha Arbutin Collagen Whitening Capsule, Q-nic Care Whitening Underarm Cream, dan Precious Skin AC Touch Up Mask.

“Produk-produk itu tidak dipajang terbuka, disembunyikan di bawah laci kasir dan rak belakang. Artinya, pemilik sadar bahwa barang tersebut dilarang,” jelas Yosef.

BACA JUGA :  Kosmetik 'Ilegal' Merajalela di Bone, LSM Perkasa Gugat!

Selain membahayakan konsumen, Yosef menegaskan, produk ilegal juga merugikan negara dari sektor pajak.

Pemilik Masih di Luar Negeri, BPOM Siapkan Pemanggilan

Menurut Yosef, pemeriksaan saksi dan ahli sudah dilakukan. Namun, pemilik toko belum dapat diperiksa lantaran tidak berada di tempat saat penggerebekan.

“Informasi terakhir, yang bersangkutan masih berada di luar negeri dengan alasan pengobatan,” ujarnya.

Meski demikian, BPOM Makassar memastikan akan memanggil Paramita Irfan untuk pendalaman perkara lebih lanjut.

Kuasa Hukum Desak Aparat Tegas

Sementara itu, Ida Hamidah, kuasa hukum Mira Hayati — pelaku kasus serupa di masa lalu — menilai unggahan Paramita merupakan bentuk arogansi yang tidak bisa dibiarkan.

“Unggahan itu seharusnya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Tidak boleh ada diskriminasi atau tebang pilih dalam penegakan hukum,” tegas Ida, Sabtu (8/11/2025).

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan
FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang
Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan
Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel
Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara
Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel
Geng Motor Ricuh dengan Warga di Makassar, Motor Trail Ludes Dilalap Api
Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:52 WITA

Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:03 WITA

FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:17 WITA

Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:33 WITA

Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WITA

Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara

Berita Terbaru

Konferensi pers penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Bareskrim Polri di Jakarta, Minggu (23/8/2026). Dalam konferensi tersebut, Bareskrim mengungkap penetapan 72 tersangka dari 89 laporan karhutla yang ditangani di sembilan Polda.

Nasional

Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Tersangka Dijerat

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:58 WITA