Kosmetik ‘Ilegal’ Merajalela di Bone, LSM Perkasa Gugat!

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Tanda Terima Laporan di Polres Bone

Surat Tanda Terima Laporan di Polres Bone

Gedor.id- Peredaran kosmetik ilegal di Kabupaten Bone kini tak lagi bisa dianggap angin lalu.

LSM Perkasa resmi menggebrak meja hukum dengan melaporkan praktik peracikan liar dan penjualan produk tanpa izin edar ke Polres Bone.

Laporan bernomor 16/129/VII/2025 itu menyasar jaringan gelap kosmetik yang diduga kuat meracuni masyarakat secara sistematis—dari anak muda hingga ibu rumah tangga.

“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini kejahatan terhadap tubuh manusia!” tegas Arman Rahim, Ketua LSM Perkasa. Selasa (15/7/2025)

Ia menggambarkan praktik di lapangan sebagai “permainan sulap mematikan” produk diracik tanpa standar, tanpa takaran, dan tanpa keahlian.

BACA JUGA :  Handbody Diduga Ilegal Dijual Rp150 Ribu, Klaimnya Disejajarkan dengan Suntik Chromosome

Bahannya? Boleh jadi senyawa yang seharusnya tak menyentuh kulit manusia.

Yang lebih mengerikan, Arman menduga kuat adanya oknum yang melindungi jaringan ini.

“Produk terus beredar dari tahun ke tahun, tapi penegakan hukum nihil. Kita harus bertanya: siapa yang bermain di balik layar?” katanya.

Langkah LSM Perkasa ini bukan tanpa risiko. Alih-alih mendapat dukungan, Arman justru diserang balik.

Ia dituduh memeras oleh pihak-pihak yang diduga gerah dengan pengungkapannya.

Bahkan, tudingan itu disebar sejumlah media tanpa konfirmasi, seolah membalikkan posisi korban menjadi pelaku.

BACA JUGA :  Main Aman, Pemilik Saraskin Berhasil “Kabur Halus” dari Vonis Tegas

“Saya tidak pernah memeras siapa pun. Ini fitnah yang ditujukan untuk membungkam suara saya,” tegasnya.

Arman kini melakukan perlawanan balik. Ia menggandeng firma hukum SILAKELIMA LEGAL dan melaporkan balik para penyebar fitnah tersebut ke polisi serta mengajukan pengaduan ke Dewan Pers.

Ashar Abdullah S.H. kuasa hukumnya, menyebut kliennya adalah korban pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter.

“Kami melihat ada pelanggaran serius terhadap hukum dan etika pers. Ini bukan hanya serangan personal, tapi juga bentuk pembungkaman terhadap pejuang hak publik,” ujar Ashar.

Kasus ini telah bergeser dari isu perdagangan ilegal menjadi skandal penegakan hukum.

BACA JUGA :  Lingkungan Rusak, Penambang Ilegal Dilindungi? Warga Geram

Munculnya dugaan keterlibatan oknum dan serangan balik terhadap pelapor mengindikasikan ada sesuatu yang lebih gelap tengah disembunyikan.

Arman mendesak agar aparat tak lagi setengah hati.

 “Kami ingin pembongkaran tuntas, bukan sekadar penyitaan produk, tapi juga penangkapan pelindungnya,” tandasnya.

Jika terus dibiarkan, peredaran kosmetik ilegal tak hanya membahayakan kesehatan, tapi juga menciptakan kultur impunitas—di mana uang dan koneksi lebih berkuasa dari hukum.

Pertanyaannya sekarang, siapa yang sebenarnya dilindungi, dan sampai kapan hukum memilih bungkam?

Editor : Darwis
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah
Mediasi Tak Puaskan Keluarga, Orangtua Siswi SD di Takalar Ancam Lapor Polisi
Fungsi Pengawasan DPRD Luwu Disorot, PETI Diduga Rusak Alam

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:13 WITA

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:26 WITA

“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas

Sabtu, 12 September 2026 - 10:29 WITA

Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA