Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal Lapangan KP-FRI, Jamil

Jenderal Lapangan KP-FRI, Jamil

Gedor.id– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pusat Federasi Rakyat Indonesia (KP-FRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sulawesi Selatan, Selasa (7/7/2026).

Mereka mendesak kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan maraknya peredaran rokok ilegal serta praktik mafia BBM yang disebut berlangsung dari Kabupaten Sinjai menuju Kepulauan Selayar.

Dalam aksi tersebut, massa menilai penegakan hukum terhadap dugaan aktivitas ilegal itu belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

BACA JUGA :  Bisnis Solar Subsidi Diduga Berjalan Mulus di Parepare, Modus Barcode Ganda Terendus

Mereka meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Jenderal Lapangan KP-FRI, Jamil, secara terbuka mendesak Kapolda Sulawesi Selatan mengevaluasi sekaligus mencopot Kapolres Sinjai dan Kasat Reskrim Polres Sinjai.

Menurutnya, kedua pejabat tersebut dinilai gagal menjalankan penegakan hukum terhadap dugaan peredaran rokok ilegal dan praktik mafia BBM lintas daerah.

BACA JUGA :  Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan

Tak hanya itu, KP-FRI juga meminta Ditreskrimsus Polda Sulsel menyelidiki sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Litha dan SPBU Persatuan Raya, yang menurut mereka diduga menjadi lokasi pengambilan BBM yang kemudian disalahgunakan.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Jika aparat penegak hukum terkesan bermain-main atau tidak serius menegakkan supremasi hukum, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tegas Jamil dalam orasinya.

BACA JUGA :  Kisah Budiman S: Sepetak Tanah, Segunung Fitnah, dan Hukum yang Memilih Diam

KP-FRI menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

Mereka berharap Polda Sulawesi Selatan bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam mengusut setiap dugaan pelanggaran hukum yang dinilai merugikan negara maupun masyarakat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Ngaku Dikeroyok, Disiksa, hingga Dipaksa Transfer Rp15 Juta, Warga Jeneponto Tempuh Jalur Hukum Lawan Oknum Polisi
Menang Gugatan, Bahtiar Masih Diburu Bayang-Bayang Penyidikan Kasus Nanas
Keren! Bunda Pustaka SDN Borong Makassar Gelar Donor Darah di Hari Pembagian Rapor
Kasasi Sengketa Tanah Budiman S Bergerak, Memori Kasasi Resmi Diverifikasi Mahkamah Agung
Tak Lagi Diam! Cipayung Plus Serukan Evaluasi Total Pengelola Ekonomi Negara
SPMB “Beleng-Beleng” di SMAN 1 Parepare, Data Malaysia dan Gunung Es Masuk Jalur Zonasi
AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar
Rumput Laut Takalar Jadi Rebutan, Investor Australia Siap Tanam Modal di Sektor Hilirisasi

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:46 WITA

Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:41 WITA

Ngaku Dikeroyok, Disiksa, hingga Dipaksa Transfer Rp15 Juta, Warga Jeneponto Tempuh Jalur Hukum Lawan Oknum Polisi

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:21 WITA

Menang Gugatan, Bahtiar Masih Diburu Bayang-Bayang Penyidikan Kasus Nanas

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:17 WITA

Keren! Bunda Pustaka SDN Borong Makassar Gelar Donor Darah di Hari Pembagian Rapor

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:47 WITA

Kasasi Sengketa Tanah Budiman S Bergerak, Memori Kasasi Resmi Diverifikasi Mahkamah Agung

Berita Terbaru

Jutaan warga Iran memadati jalan-jalan di Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: via REUTERS/Majid Asgaripour)

Internasional

Trump Heran Pemakaman Khamenei Dihadiri Jutaan Orang

Senin, 6 Jul 2026 - 19:21 WITA