Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!

Tojeng

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal Lapangan KP-FRI, Jamil

Jenderal Lapangan KP-FRI, Jamil

Gedor.id– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pusat Federasi Rakyat Indonesia (KP-FRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sulawesi Selatan, Selasa (7/7/2026).

Mereka mendesak kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan maraknya peredaran rokok ilegal serta praktik mafia BBM yang disebut berlangsung dari Kabupaten Sinjai menuju Kepulauan Selayar.

Dalam aksi tersebut, massa menilai penegakan hukum terhadap dugaan aktivitas ilegal itu belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

BACA JUGA :  Pertalite Raib di Pompa, Berton-ton BBM Diduga Ditimbun di SPBU Tompobulu

Mereka meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Jenderal Lapangan KP-FRI, Jamil, secara terbuka mendesak Kapolda Sulawesi Selatan mengevaluasi sekaligus mencopot Kapolres Sinjai dan Kasat Reskrim Polres Sinjai.

Menurutnya, kedua pejabat tersebut dinilai gagal menjalankan penegakan hukum terhadap dugaan peredaran rokok ilegal dan praktik mafia BBM lintas daerah.

BACA JUGA :  Kejaksaan Didorong Periksa Jalur Distribusi Solar ke Tambang di Maros

Tak hanya itu, KP-FRI juga meminta Ditreskrimsus Polda Sulsel menyelidiki sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Litha dan SPBU Persatuan Raya, yang menurut mereka diduga menjadi lokasi pengambilan BBM yang kemudian disalahgunakan.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Jika aparat penegak hukum terkesan bermain-main atau tidak serius menegakkan supremasi hukum, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tegas Jamil dalam orasinya.

BACA JUGA :  Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi

KP-FRI menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

Mereka berharap Polda Sulawesi Selatan bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam mengusut setiap dugaan pelanggaran hukum yang dinilai merugikan negara maupun masyarakat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kabut Asap “Invasi” Makassar, Partikel PM2.5 Ancam Kesehatan Masyarakat
Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi
Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:25 WITA

Kabut Asap “Invasi” Makassar, Partikel PM2.5 Ancam Kesehatan Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:44 WITA

Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:59 WITA

Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Berita Terbaru

Ilustrasi dramatis Nusron Wahid yang digambarkan sedang duduk bersembunyi di balik tembok sambil mengamati situasi di sekitarnya. (Visual AI).

Nasional

KPK Siap Ambil Langkah Tegas terhadap Nusron Wahid

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:41 WITA