Kongkalikong Kandang Ayam ‘Ilegal’? Aktivis Curiga Ada Setoran ke Pejabat Takalar

Tojeng

Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi- Kandang Ayam potong

Ilustrasi- Kandang Ayam potong

Gedor.id– Fenomena kandang ayam ‘ilegal’ di Kabupaten Takalar kian liar dan tak terkendali. Di Desa Laikang misalnya, peternakan ayam potong yang diduga tanpa izin berdiri seenaknya, bahkan hanya sepelemparan batu dari kantor desa. Kamis (21/8/2025)

Limbah dibiarkan mengalir, bau busuk menyebar, hingga mengancam kesehatan warga sekitar.

“Kalau angin lewat, semua bau masuk ke rumah. Sangat menyiksa,” keluh seorang warga.

Ironisnya, pejabat yang seharusnya melindungi rakyat justru memilih diam.

Kepala Bidang Prasarana Kesehatan Hewan dan Masyarakat Takalar berkali-kali dimintai klarifikasi, namun tidak pernah memberikan jawaban.

BACA JUGA :  Dugaan Penyiksaan di Polsek Mangarabombang, Empat Oknum Polisi Dilaporkan

Diamnya pejabat publik ini memicu kecurigaan serius. Aktivis menduga ada praktik pungutan liar (pungli) atau permainan izin di balik pembiaran kandang ayam ilegal tersebut.

“Kalau kandang ilegal bisa bebas beroperasi sementara aturan jelas dilanggar, artinya ada yang melindungi. Kami curiga ada setoran di balik pembiaran ini,” tegas Darwis dari Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB).

Aturan Tegas, Mati di Lapangan

Padahal aturan soal peternakan sudah jelas dan tegas.

1.UU Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU 41 Tahun 2014: setiap usaha peternakan wajib mengantongi izin dan menjaga lingkungan.

BACA JUGA :  Kasus Penganiayaan Anak di Takalar P21, Terlapor Masih Bebas

2.PP Nomor 95 Tahun 2012: limbah peternakan tidak boleh mencemari lingkungan.

3.Permentan Nomor 14/2017: kandang harus minimal berjarak 500 meter dari pemukiman serta wajib punya sistem pengolahan limbah.

Namun, di Takalar semua regulasi itu seperti mati suri. Kandang ayam ilegal tumbuh tanpa izin, tanpa pengelolaan limbah, bahkan berdiri menempel dengan rumah warga.

Dugaan Kongkalikong Pejabat dan Pengusaha

Aktivis menilai pembiaran ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi kuat adanya kongkalikong antara pengusaha peternakan dan oknum pejabat.

BACA JUGA :  Aktivis Warning, Dugaan Pungli Jangan Dijadikan Senjata Politik Jelang Pilrek UNM

“Kalau aturan benar-benar dijalankan, kandang ilegal sudah lama ditutup. Tapi kalau pejabat justru bungkam, artinya ada permainan gelap. Ini jelas pengkhianatan terhadap rakyat,” tambah Darwis.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Peternakan Takalar tetap menutup mulut, seolah memberi karpet merah bagi bisnis kandang ayam ilegal yang kian menggurita.

Warga kini mendesak Bupati Takalar turun tangan langsung, sebelum kasus ini berubah menjadi skandal besar.

Editor : 007

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru