APH ‘Tunduk’ pada Pemodal! HMI Geruduk Polres Sinjai

Tojeng

Senin, 21 Juli 2025 - 18:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI Cabang Sinjai Saat Demo Didepan Polres

HMI Cabang Sinjai Saat Demo Didepan Polres

Gedor.id-Suasana di depan Mapolres Sinjai, mendadak memanas. Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Sinjai turun ke jalan, menuntut keadilan atas maraknya tambang ilegal dan pembangunan pabrik porang tanpa izin yang ditengarai didukung oleh oknum aparat. Senin (21/7/2025)

Aksi ini bukan sekadar teriakan kosong. Koordinator lapangan, Supardi, dengan lantang menyuarakan dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) dalam pembiaran proyek ilegal di Kelurahan Lappa.

BACA JUGA :  Negara Kalah oleh Arogansi? Pemilik Tambang 'Ilegal' di Takalar Menantang Hukum

Ia mempertanyakan pencabutan garis polisi di lokasi proyek tanpa kejelasan hasil penyelidikan, yang justru membuka jalan bagi kelanjutan proyek bermasalah tersebut.

“Di mana hukum? Garis polisi dicabut, proyek jalan terus, pelanggaran dibiarkan!” teriak Supardi dalam orasinya.

Massa membawa spanduk bernada keras, salah satunya bertuliskan

“Sinjai Darurat Hukum, APH Tunduk di Hadapan Pemodal.”

Tudingan terhadap APH pun kian menguat, memperlihatkan ketidakpercayaan publik terhadap integritas penegakan hukum di daerah ini.

BACA JUGA :  Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi

Ketegangan sempat memuncak saat aparat kepolisian berusaha memadamkan api dari ban yang dibakar massa.

Aksi saling dorong tak terhindarkan, membuat situasi nyaris tak terkendali.

Dalam tuntutannya, HMI mendesak agar pihak kepolisian segera menindak tegas aktivitas tambang ilegal di wilayah Sinjai Utara dan Sinjai Timur.

Mereka juga meminta kejelasan hukum atas pembangunan pabrik porang yang berdiri tanpa izin resmi.

Jika tuntutan ini terus diabaikan, HMI mengancam akan melaporkan kasus ini langsung ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

BACA JUGA :  Terkuak! Misteri Kematian Restina Tija yang Mengguncang Manggarai, Kepala Terpisah, Kasus Masih Gelap

“Kalau hukum di Sinjai sudah tidak mampu berdiri tegak, biar Kompolnas yang turun tangan!” tegas Supardi.

Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa ketidakadilan yang dibiarkan akan memicu gelombang perlawanan lebih besar.

Sinjai sedang menunggu—apakah hukum benar-benar masih hidup, atau telah mati di bawah kaki para pemodal?

Editor : Darwis
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati
60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga
AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:04 WITA

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WITA

60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga

Kamis, 17 September 2026 - 15:13 WITA

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA