Kesultanan Gowa Tegaskan Perjuangan Konstitusional, DPRD Terima Tuntutan Pencabutan Perda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal Lapangan Kesultanan Gowa, Wawan Nur Rewa saat orasi di Depan DPRD Gowa

Jenderal Lapangan Kesultanan Gowa, Wawan Nur Rewa saat orasi di Depan DPRD Gowa

Gedor.id- Aksi unjuk rasa masyarakat adat bersama pasukan Kesultanan Gowa di depan Gedung DPRD Kabupaten Gowa berlangsung aman dan kondusif.

Massa menyampaikan tuntutan agar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah (LAD) dicabut.

Dalam aksi tersebut, DPRD Kabupaten Gowa menerima penyampaian aspirasi masyarakat adat.

Usai penyampaian aspirasi, Jenderal Lapangan Kesultanan Gowa, Wawan Nur Rewa, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Gowa yang dinilai berhasil mengawal jalannya aksi secara profesional dan humanis.

Menurut Wawan, pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian memungkinkan seluruh rangkaian aksi berlangsung tertib sehingga masyarakat adat dapat menyampaikan tuntutannya tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

BACA JUGA :  Pengawasan Lemah, Pelaku Usaha di Gowa Bebas Caplok Trotoar

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kapolresta Gowa beserta seluruh jajaran yang telah memberikan pengamanan secara profesional selama aksi berlangsung. Berkat pengamanan yang baik, masyarakat adat Kesultanan Gowa dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan damai hingga diterima oleh DPRD Kabupaten Gowa,” ujar Wawan. rabu (5/8/2026)

Ia menegaskan perjuangan masyarakat adat Kesultanan Gowa akan terus ditempuh melalui jalur konstitusional dan mekanisme demokrasi.

BACA JUGA :  Judi Balap Liar Digerebek di Gowa, Motor Racing dan Uang Rp9,1 Juta Disita

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang harus dijamin, sementara aparat keamanan memiliki peran penting dalam memastikan hak tersebut dapat dijalankan secara aman.

Wawan menilai diterimanya aspirasi oleh DPRD menjadi langkah awal bagi perjuangan masyarakat adat untuk mendorong evaluasi terhadap Perda Nomor 5 Tahun 2016.

Ia berharap DPRD menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap komitmen DPRD tidak berhenti pada penerimaan aspirasi semata, tetapi diwujudkan dalam langkah-langkah konkret sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Aspirasi ini lahir dari keinginan masyarakat adat agar sejarah, eksistensi, dan kehormatan Kesultanan Gowa mendapat penghormatan serta kepastian hukum,” katanya.

BACA JUGA :  Kasus Arisan Online Memanas, Polisi Buru Terlapor yang Diduga Kabur

Di akhir pernyataannya, Wawan mengajak seluruh masyarakat adat, pasukan Kesultanan Gowa, Tubarania, mahasiswa, dan elemen pendukung lainnya untuk tetap menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban selama mengawal proses perjuangan.

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir tanpa insiden. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian dan pengawasan DPRD Kabupaten Gowa.

Editor : Darwis

Berita Terkait

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah
Mediasi Tak Puaskan Keluarga, Orangtua Siswi SD di Takalar Ancam Lapor Polisi
Fungsi Pengawasan DPRD Luwu Disorot, PETI Diduga Rusak Alam

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:26 WITA

“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas

Sabtu, 12 September 2026 - 10:29 WITA

Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga

Jumat, 11 September 2026 - 15:15 WITA

Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah

Berita Terbaru