BGN Sulsel Buka Penelusuran, Polemik Pemberhentian Relawan MBG Takalar Jadi Sorotan

Tojeng

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar

Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar

Gedor.id- Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Selatan turun tangan menyikapi polemik pemberhentian dua relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalabbirang 1, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sulawesi Selatan, Handayani, memastikan pihaknya mulai melakukan penelusuran terkait proses pemberhentian tersebut.

“Kami akan mengecek terlebih dahulu laporan dari Koordinator Wilayah dan Kepala SPPG,” kata Handayani saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).

Langkah tersebut dilakukan setelah muncul dugaan bahwa pemberhentian dua relawan tidak melalui mekanisme yang sesuai dengan petunjuk teknis tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keputusan pemberhentian dilakukan oleh Kepala SPPG Kalabbirang 1, Nisa Pasha, bersama Asisten Lapangan (Aslap) berinisial Pute.

Keputusan itu kemudian dipersoalkan karena diduga tidak diawali proses klarifikasi terhadap relawan yang bersangkutan maupun melibatkan pihak yayasan sebagai perekrut.

Salah satu relawan yang diberhentikan, Nur Daeng Romba, mengaku mengetahui dirinya tidak lagi bertugas setelah menerima pesan WhatsApp dari Asisten Lapangan.

BACA JUGA :  Tambang Ilegal Jalan Terus di Sawakong, Hukum Cuma Jadi Penonton?

Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa dirinya “diistirahatkan” dari seluruh aktivitas SPPG hingga waktu yang belum ditentukan karena dianggap melakukan pelanggaran yang merugikan satuan pelayanan.

Namun, Nur menilai istilah tersebut pada praktiknya merupakan pemberhentian karena tidak ada kepastian mengenai batas waktu maupun proses penyelesaian.

Dipersoalkan Karena Yayasan Diduga Tak Dilibatkan

Polemik ini mendapat sorotan sejumlah pihak. Aktivis Sulawesi Selatan, Iwan Sugiono, menilai mekanisme pemberhentian perlu dievaluasi apabila benar dilakukan tanpa melibatkan yayasan.

Ia mengacu pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, relawan direkrut oleh yayasan sehingga proses administratif terkait pemberhentian seharusnya melibatkan pihak tersebut.

“Relawan direkrut oleh yayasan. Kalau ada pemberhentian, seharusnya diproses melalui yayasan, bukan diputuskan sepihak oleh Kepala SPPG,” ujar Iwan.

BACA JUGA :  Pulau Bauluang Dibom Lagi, Aparat Diduga Gagal Beri Efek Jera

Ia juga menyoroti dugaan bahwa posisi relawan yang diberhentikan langsung digantikan oleh orang lain sehari setelah keputusan tersebut diterima.

Senada, warga Takalar, Nixon, mempertanyakan mekanisme pemberhentian tersebut.

Ia menyebut administrasi relawan MBG berada di bawah yayasan mitra BGN, mulai dari perekrutan hingga pembayaran honor.

Menurutnya, setiap persoalan terhadap relawan semestinya dikoordinasikan dengan yayasan sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab administratif.

“Kalau ada masalah, harus ada proses yang jelas. Jangan sampai relawan diberhentikan tanpa mekanisme yang transparan,” katanya.

Relawan Bantah Tuduhan Pelanggaran

Sementara itu, Nur Daeng Romba membantah seluruh tuduhan yang disebut menjadi dasar pemberhentiannya.

Ia mengaku tidak pernah menandatangani kontrak kerja maupun perjanjian tertulis yang mengatur hak dan kewajibannya sebagai relawan.

Nur juga membantah tuduhan mengambil dua potong ayam dari dapur MBG. Ia menyebut makanan tersebut diberikan oleh sesama relawan, bukan diambil tanpa izin.

BACA JUGA :  BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah

Selain itu, ia menepis tudingan telah melakukan tiga kali pelanggaran. Menurutnya, selama menjadi relawan dirinya hanya pernah menerima satu kali teguran terkait penggunaan masker.

Ia juga menyebut surat pernyataan yang disebut sebagai dasar pemberhentian bukan dokumen yang pernah ia tandatangani.

“Saya merasa diperlakukan tidak adil. Kalau memang aturan diterapkan, seharusnya berlaku sama kepada seluruh relawan,” ujarnya.

Nur menduga proses pemberhentian dirinya sudah dipersiapkan sebelumnya karena posisi yang ditinggalkannya langsung diisi orang lain sehari setelah pemberitahuan melalui WhatsApp diterima.

Ia berharap BGN melakukan evaluasi terhadap tata kelola SPPG MBG Kalabbirang 1 agar proses perekrutan maupun pemberhentian relawan berjalan sesuai aturan.

Sebelumnya, Kepala SPPG Kalabbirang 1 telah memberikan penjelasan terkait alasan pemberhentian dua relawan tersebut.

Namun, Nur Daeng Romba tetap membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan menilai proses pemberhentian tidak sesuai prosedur.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam
Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!
Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil
270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara
Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak
Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili
Dua Mobil Cuma Janji? Petani Wajo Kehilangan Rp25,4 Juta, Andi Aso Belum Ditemukan
HIPERMATA UNM Buka Babak Baru Kepemimpinan, Fokus pada Kaderisasi dan Pengabdian

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:58 WITA

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WITA

Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:12 WITA

270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA