DPRD Luwu Utara Geram, Bulog Disebut Biang Kerok Anjloknya Gabah

Tojeng

Sabtu, 13 September 2025 - 00:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Luwu Utara, Irwan, S.Kom

Anggota DPRD Luwu Utara, Irwan, S.Kom

Gedor.id– Petani di Kecamatan Baebunta dan Baebunta Selatan tengah menjerit. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di wilayah ini anjlok menjadi Rp 6.300 per kilogram, lebih rendah dari Harga Pokok Pembelian (HPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Kebijakan HPP yang seharusnya menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat petani, justru tidak berjalan efektif.

BACA JUGA :  Dugaan Penggunaan Material Ilegal di Proyek Jalan Lutra, Kinerja PPK dan DPRD Dipertanyakan

Penyebab utamanya, Perum Bulog disebut sudah menghentikan penyerapan gabah karena kuota nasional sebanyak 3 juta ton telah terpenuhi.

Anggota DPRD Luwu Utara, Irwan, S.Kom, menyoroti langsung persoalan ini. Ia mengatakan, sampai saat ini Bulog belum turun tangan membeli gabah petani.

“Hari ini, Jumat 12 September 2025, saya baru saja berkomunikasi dengan pihak Bulog Kantor Wilayah Palopo. Mereka menegaskan belum ada instruksi dari pusat untuk membeli gabah petani. Skema yang akan digunakan dalam 1–2 hari ke depan adalah skema komersial, di mana Bulog membeli beras premium seharga Rp12.300 per kilogram,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bupati Luwu Utara Disorot, Mutasi ASN Diduga Tak Sesuai Aturan BKN

Menurut Irwan, kebijakan tersebut otomatis membuat HPP di tingkat petani mustahil tercapai. Ia menilai pemerintah pusat seharusnya lebih peka melihat kondisi di lapangan.

“Harusnya pemerintah menambah target penyerapan 1–2 juta ton lagi. Sekarang ini baru awal musim panen kedua, dan kalau serius dikelola, kita seharusnya sudah bisa ekspor beras,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bikin Hati Meleleh! Pesan Cinta Heriansa Effendi untuk Istri: “Bersamamu, Kerja Kebaikan Terasa Lebih Ringan”

(Mahendra)
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Hukum Jangan Tumpul ke Aparat! Dugaan Oknum Polisi Terlibat Tambang Sawakong Mencuat
Heboh Dugaan Arisan Fiktif Rp602,5 Juta, Marni Sabna Dilaporkan, Korban Minta Polisi Bertindak
Ironis! Usia Sudah Seabad, Nenek di Takalar Justru Bertahan di Rumah Tak Layak Huni
Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:07 WITA

Hukum Jangan Tumpul ke Aparat! Dugaan Oknum Polisi Terlibat Tambang Sawakong Mencuat

Sabtu, 7 November 2026 - 14:55 WITA

Heboh Dugaan Arisan Fiktif Rp602,5 Juta, Marni Sabna Dilaporkan, Korban Minta Polisi Bertindak

Jumat, 6 November 2026 - 19:27 WITA

Ironis! Usia Sudah Seabad, Nenek di Takalar Justru Bertahan di Rumah Tak Layak Huni

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Berita Terbaru