Solar Subsidi Diduga Mengendap di Gudang, Aparat Diminta Selidiki Lokasi di Gowa

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Isi Dalam Gudang di Dusun Parangcarammeng

Tampak Isi Dalam Gudang di Dusun Parangcarammeng

Gedor.id- Sebuah gudang yang berlokasi di Dusun Parangcarammeng, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, diduga menjadi tempat penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi.

Dugaan tersebut mencuat setelah Tim Investigasi Poros Rakyat Indonesia melakukan penelusuran langsung di lapangan dan menemukan adanya sebuah bangunan yang diduga memiliki aktivitas berkaitan dengan penyimpanan BBM.

Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas penampungan yang perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak terkait, khususnya mengenai legalitas serta perizinan kegiatan di lokasi tersebut.

BACA JUGA :  Satresnarkoba Bongkar Jaringan Sabu Online, 13 Paket Diamankan

Dari hasil pemantauan awal, tim investigasi masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan informasi, dokumentasi, serta keterangan dari sejumlah pihak guna memastikan fakta sebenarnya terkait dugaan penyimpanan maupun distribusi solar subsidi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat kepastian mengenai jumlah BBM yang berada di lokasi, asal-usul pasokan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas yang diduga berlangsung di gudang tersebut.

Apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka aktivitas tersebut berpotensi melanggar aturan terkait pengelolaan dan distribusi BBM subsidi, serta dapat merugikan masyarakat yang menjadi sasaran program subsidi pemerintah.

BACA JUGA :  4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi

“Kami tidak ingin memberikan kesimpulan sebelum seluruh fakta di lapangan terkumpul. Namun, temuan awal ini menjadi perhatian serius karena BBM subsidi merupakan hak masyarakat yang membutuhkan. Setiap dugaan penyalahgunaan harus mendapat pengawasan dan klarifikasi dari pihak berwenang.” Ujarnya. Kamis (30/72026)

Tim investigasi akan terus melakukan pendalaman, termasuk meminta penjelasan dari pemilik atau pengelola gudang, pemerintah setempat, serta aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas tersebut.

BACA JUGA :  Kasus 'Pengeroyokan' Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?

Kami berharap pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan secara transparan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

“Fungsi kontrol sosial bukan untuk menghakimi, tetapi memastikan setiap aktivitas yang berkaitan dengan kepentingan publik berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.” Ungkapnya

Poros Rakyat Indonesia akan terus mengikuti perkembangan informasi ini dan menyajikan pemberitaan secara berimbang berdasarkan fakta serta hasil konfirmasi dari pihak-pihak terkait.

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Aktivis Warning, Dugaan Pungli Jangan Dijadikan Senjata Politik Jelang Pilrek UNM
Ratusan Liter Sekali Isi, Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di Parepare Dipertanyakan
MBG Belum Masuk Tanakeke, Orang Tua Tagih Keadilan untuk Anak Kepulauan
Usai Insiden Korban Jiwa, Aktivitas Tambang di Bajeng Kembali Dipersoalkan Warga
Kasus Alphard Rp31 Juta per Bulan Memanas, Terlapor Disebut Sulit Dihubungi
Tambang Galian C Diduga Ilegal Beroperasi, Polres Takalar Belum Mampu Bertindak
Takalar Didesak Audit Seluruh Bangunan SPPG, Dugaan Pelanggaran Mengemuka
Lambat Diusut, Dugaan Penggelapan Kendaraan Seret Oknum DPRD Bantaeng hingga Polisi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WITA

Solar Subsidi Diduga Mengendap di Gudang, Aparat Diminta Selidiki Lokasi di Gowa

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:49 WITA

Aktivis Warning, Dugaan Pungli Jangan Dijadikan Senjata Politik Jelang Pilrek UNM

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:28 WITA

Ratusan Liter Sekali Isi, Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di Parepare Dipertanyakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:12 WITA

MBG Belum Masuk Tanakeke, Orang Tua Tagih Keadilan untuk Anak Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:38 WITA

Usai Insiden Korban Jiwa, Aktivitas Tambang di Bajeng Kembali Dipersoalkan Warga

Berita Terbaru