Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola

Tojeng

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Excavator sedang mengeruk atau memindahkan material dari dasar genangan Milik H Ruppa

Excavator sedang mengeruk atau memindahkan material dari dasar genangan Milik H Ruppa

Gedor.id– Lubang menganga yang diduga akibat aktivitas tambang siluman atau galian C di Lingkungan Giring-Giring, Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan.

Warga mengaku resah karena aktivitas penambangan pasir dan batu disebut berlangsung secara masif, sementara pengawasan dari instansi berwenang dinilai belum berjalan maksimal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, puluhan truk pengangkut material tampak keluar masuk lokasi tambang setiap hari.

BACA JUGA :  Janji Kapolda Dipertanyakan, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Justru Meledak di Sekadau

Aktivitas tersebut memicu pertanyaan masyarakat mengenai legalitas operasional tambang, kepemilikan izin, kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan, hingga efektivitas pengawasan dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

Sejumlah sopir yang beroperasi di kawasan tersebut menyebut salah satu titik penambangan diduga dikelola oleh seorang pengusaha lokal yang dikenal dengan nama Haji Ruppa.

Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan narasumber di lapangan dan belum memperoleh konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.

BACA JUGA :  Gowa Darurat Tambang Ilegal, Pengawasan Polres Dipertanyakan

Menanggapi kondisi tersebut, Poros Rakyat Indonesia (PRI) mendesak Kapolres Gowa agar segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan aktivitas tambang tersebut.

PRI meminta aparat memeriksa legalitas perizinan, dampak lingkungan yang ditimbulkan, serta menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika terdapat aktivitas penambangan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan,” tegas PRI. Kamis (6/8/2026)

BACA JUGA :  Main Curi Tanah Urug, Warga Bajeng Dicokok Polisi Bersama Excavator

Sementara itu, Kanit Tipiter Polresta Gowa telah dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas tambang tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirim hanya berstatus terbaca dan belum mendapat tanggapan maupun klarifikasi resmi.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Ironis! Usia Sudah Seabad, Nenek di Takalar Justru Bertahan di Rumah Tak Layak Huni
Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:27 WITA

Ironis! Usia Sudah Seabad, Nenek di Takalar Justru Bertahan di Rumah Tak Layak Huni

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru