APH Didesak Ungkap Dalang di Balik Aksi Pengrusakan di Takalar

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas negara yang di rusak massa aksi

Fasilitas negara yang di rusak massa aksi

Gedor.id– Masyarakat Kabupaten Takalar mengecam keras aksi pengrusakan fasilitas negara yang terjadi di lingkungan kantor pemerintahan daerah.

Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk anarkisme yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan kepentingan publik secara luas.

Fasilitas negara merupakan aset yang dibangun dari uang rakyat dan diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat.

Karena itu, segala bentuk perusakan terhadap fasilitas tersebut dinilai tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA :  Emosi Tagih Utang, Warga Pinrang Tebas Leher Teman Sendiri Pakai Parang

Perwakilan masyarakat menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum memang dijamin oleh undang-undang.

Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan destruktif yang mengarah pada vandalisme maupun kekerasan.

“Ini bukan lagi bentuk penyampaian aspirasi, melainkan tindakan kriminal. Aparat penegak hukum tidak boleh ragu dan tidak boleh lamban dalam menindak para pelaku,” tegas salah satu perwakilan masyarakat. Rabu (29/4/2026)

BACA JUGA :  Isu P3K Dianggap Dipolitisasi, Kepemimpinan Takalar Diminta Tak Dijatuhkan

Masyarakat Takalar mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil langkah tegas, di antaranya mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku pengrusakan, mengusut kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi tersebut, serta menindak pelaku tanpa tebang pilih.

Selain itu, publik juga meminta agar perkembangan penanganan kasus disampaikan secara transparan.

Desakan tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya preseden buruk yang berpotensi memicu terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

BACA JUGA :  Pria di Makassar Siram Mantan Pakai Air Keras, Berakhir Ditangkap Polisi

Penegakan hukum yang tegas dianggap sebagai kunci dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di tengah masyarakat.

Masyarakat juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas, serta memastikan tidak ada pembiaran terhadap tindakan yang merusak tatanan hukum.

“Negara tidak boleh kalah oleh anarkisme. Hukum harus berdiri tegak tanpa kompromi,” tutupnya.

Bersambung..
Editor : Darwis

Berita Terkait

Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola
Mutu Produk hingga Dokumen Lingkungan Dipertanyakan, Pabrik Paving Block Diminta Diinvestigasi
Empat Kontraktor Dilaporkan, Dugaan Penyimpangan Proyek Sawah Bone Mengemuka
Diduga Pelangsir Solar Subsidi Beraksi Bebas di SPBU 74.919.03 Larompong, Aparat Dimana?
Gudang Misterius di Gowa Diduga Simpan Solar Subsidi, Legalitas Dipertanyakan
Warga Terancam Debu Industri? Pabrik Paving Block Parangtambung Jadi Sorotan
Isu WhatsApp Beredar Luas, Publik Desak Kabid PSP Hentikan Spekulasi dengan Klarifikasi
Solar Subsidi Diduga Mengendap di Gudang, Aparat Diminta Selidiki Lokasi di Gowa

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:44 WITA

Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:14 WITA

Mutu Produk hingga Dokumen Lingkungan Dipertanyakan, Pabrik Paving Block Diminta Diinvestigasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:33 WITA

Empat Kontraktor Dilaporkan, Dugaan Penyimpangan Proyek Sawah Bone Mengemuka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:35 WITA

Diduga Pelangsir Solar Subsidi Beraksi Bebas di SPBU 74.919.03 Larompong, Aparat Dimana?

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:54 WITA

Gudang Misterius di Gowa Diduga Simpan Solar Subsidi, Legalitas Dipertanyakan

Berita Terbaru