Selat Hormuz Memanas, Trump Tiba-tiba Setop Operasi Militer AS

Tojeng

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Gedor.id– Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan penghentian sementara operasi militer yang sebelumnya dilakukan untuk mengawal kapal-kapal di Selat Hormuz, Selasa waktu setempat.

Keputusan ini disampaikan hanya sehari setelah Trump meluncurkan program bertajuk Project Freedom (Proyek Kebebasan), yang diklaim bertujuan membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dunia yang saat ini diblokade Iran akibat konflik dengan AS dan Israel.

Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menyebut penghentian operasi tersebut dilakukan atas permintaan mediator, termasuk Pakistan dan sejumlah negara lain.

Ia juga mengklaim adanya perkembangan signifikan dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Teheran.

BACA JUGA :  Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

“Kami telah sepakat bahwa, meskipun blokade tetap berlaku sepenuhnya, Project Freedom akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat guna melihat apakah perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani,” ujar Trump, seperti dikutip AFP, Rabu (6/5/2026).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengakhiri operasi ofensif terhadap Iran yang diberi nama Operasi Epic Fury.

Pernyataan Rubio disampaikan di Gedung Putih pada Selasa pagi, setelah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz selama akhir pekan.

Iran sebelumnya mengklaim telah menembaki kapal AS, sementara pihak Gedung Putih menyebut telah menenggelamkan tujuh kapal milik Iran.

BACA JUGA :  Balas Dendam Iran! Rudal Fattah-2 Menghantam Israel, 650 Tentara AS Diklaim Tewas

“Operasi telah berakhir—Epic Fury—sebagaimana telah diberitahukan Presiden kepada Kongres. Tahap itu sudah selesai,” kata Rubio kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa bentrokan di Selat Hormuz bukan bagian dari perang utama, melainkan bersifat defensif.

“Ini bukan operasi ofensif. Ini adalah operasi defensif. Artinya sederhana—tidak ada tembakan kecuali kami ditembak lebih dahulu,” tegasnya.

Konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran memanas sejak serangan pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta menghancurkan sejumlah fasilitas militer dan ekonomi strategis.

BACA JUGA :  AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Meski demikian, serangan itu belum mampu menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah di Timur Tengah yang menjadi kepentingan AS dan Israel.

Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Kesepakatan tersebut kemudian diperpanjang, meskipun proses negosiasi masih menemui jalan buntu.

Rubio menilai Amerika Serikat telah mencapai tujuan utamanya dalam konflik tersebut.

“Mereka menghadapi ancaman kehancuran ekonomi yang nyata dan besar,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Trump tetap mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dengan Iran.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS
Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar
Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu
AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania
Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa
Danau Glasial Diduga Jebol, Banjir Maut Hantam Perbatasan Nepal-China
Krisis Hormuz Memanas, Iran Tak Akan Buka Selat Sebelum AS Menyerah
Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WITA

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 13:58 WITA

Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:01 WITA

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:44 WITA

Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA