Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar

Tojeng

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lion Parcel, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI)  Kejaksaan dan Rutan Masamba

Lion Parcel, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Kejaksaan dan Rutan Masamba

Gedor.id– Sidang perkara narkotika di Pengadilan Negeri Makassar kembali mengalami penundaan pada agenda pembacaan tuntutan pidana yang sedianya dijadwalkan pada Rabu, 6 Mei 2026.

Penundaan dilakukan dengan alasan tuntutan belum siap dibacakan, sehingga persidangan dijadwalkan ulang pada Rabu, 13 Mei 2026.

Perkara tersebut sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan persidangan, mulai dari pemeriksaan saksi, pembuktian, hingga agenda pembacaan tuntutan.

Namun, setelah rangkaian sidang berjalan sejak April 2026, proses penuntutan kembali tertunda.

Kasus ini menjadi sorotan karena sejak awal dinilai memunculkan kontroversi terkait dugaan praktik controlled delivery of drugs yang disebut tidak berjalan maksimal serta belum mengungkap keseluruhan jaringan peredaran narkotika.

BACA JUGA :  Polres Takalar Tunjukkan Komitmen Berantas Narkoba, 60 Kasus Ditangani Sepanjang 2025

Muh Tawakkal Wahir menyebut, dalam fakta persidangan maupun uraian dakwaan muncul nama seorang tahanan yang diduga melakukan komunikasi aktif dari dalam Rutan Kelas IIB Masamba menggunakan telepon genggam ilegal untuk mengarahkan pengambilan paket narkotika.

“Sudah jelas sumber terjadinya peredaran narkotika disebabkan oleh kelalaian pihak Rutan Masamba,” ujar Muh Tawakkal Wahir.

BACA JUGA :  AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar

Penundaan agenda tuntutan pidana itu dinilai semakin meningkatkan perhatian publik terhadap perkara tersebut.

Pasalnya, kasus narkotika dengan barang bukti besar dianggap seharusnya menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan secara menyeluruh, termasuk pihak-pihak yang diduga mengendalikan peredaran dari balik jeruji besi.

Dalam lanjutan persidangan, pihaknya meminta Jaksa Penuntut Umum menghadirkan sejumlah pihak untuk memberikan keterangan langsung di pengadilan, di antaranya pihak Lion Parcel Makassar dan Medan, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) sebagai sumber informasi terkait dugaan pengiriman paket narkotika dari Medan ke Makassar melalui jasa ekspedisi, serta menghadirkan Amsal alias Andido dan pihak Rutan Kelas IIB Masamba.

BACA JUGA :  Tahanan Diduga Kendalikan Sabu dari Rutan Masamba, GKPHI Soroti Lemahnya Pengawasan

“Kami berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan menyeluruh agar tidak menimbulkan kesan bahwa penegakan hukum hanya menyasar pihak tertentu tanpa mengungkap keseluruhan jaringan yang terlibat,” ujar Rispandi, perwakilan Gerakan Kritik Praktik Hukum Indonesia. Kamis (7/5/2026)

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kabut Asap “Invasi” Makassar, Partikel PM2.5 Ancam Kesehatan Masyarakat
Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi
Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:25 WITA

Kabut Asap “Invasi” Makassar, Partikel PM2.5 Ancam Kesehatan Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:44 WITA

Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:59 WITA

Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA