Anggaran Rp854 Juta untuk 25 Komputer Dinilai Tak Wajar, Lantik Desak Penyelidikan

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yhoka Mayapada Sekjend Lantik

Yhoka Mayapada Sekjend Lantik

Gedor.id– Dugaan ketidakwajaran dalam alokasi anggaran pengadaan komputer di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, menuai sorotan publik. Aparat penegak hukum (APH) didesak segera melakukan penyelidikan.

Pengadaan tersebut mencakup 25 unit komputer dengan total anggaran sebesar Rp854 juta.

Nilai itu dinilai tidak proporsional sehingga memunculkan indikasi adanya praktik markup dalam proses pengadaan.

BACA JUGA :  Dari Perselingkuhan ke BPOM, Dua Brand Kosmetik Viral karena Drama dan Legalitas Produk

Sekretaris Jenderal DPP Lembaga Anti Korupsi (Lantik), Yhoka Mayapada, menegaskan bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Kami meminta APH segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh,” ujarnya. Senin (27/4/2026)

Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara, khususnya di tingkat kecamatan.

BACA JUGA :  Konser Musik di Mal Pipo Ricuh, Penonton Liar Picu Lemparan Botol dan Korban Luka

Menurutnya, setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat wajib dikelola secara bertanggung jawab.

Yhoka juga mendesak agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengadaan diperiksa tanpa tebang pilih guna memastikan tidak adanya praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.

“Kami meminta semua pihak yang terlibat diperiksa, mulai dari Pokja, BPKAD, hingga camat serta pejabat terkait dalam pengadaan. Jangan ada yang dilindungi. Jika terbukti ada pelanggaran, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA :  Keluarga Bongkar Kekeliruan Polisi, Prosedur Apa Kalau Fakta Saja Salah?

Bersambung..

Editor : Darwis
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Polda Sulsel Digedor! Mahasiswa Desak Pencopotan Kapolres dan Kasat Reskrim Sinjai
Proyek Rp10,7 Miliar Mangkrak, Propam Diminta Periksa Penanganan Kasus di Polres Bone
Dugaan Cekik Orator di Atas Mobil Komando, Kapolres Bombana Tuai Sorotan Tajam
Heboh Dugaan Material Ilegal di TPA Antang, Rantai Pasok Proyek Diminta Diinvestigasi
Diduga Ganggu DAS dan Drainase, Penimbunan di Gowa Jadi Perhatian Warga
Publik Curiga, Isu Demo Anarkis Diduga Dipakai Redam Sorotan Dugaan Narkoba di Lapas Bollangi
Dugaan Praktik Ilegal di Balik Penimbunan Tanah, HIPERMATA Desak Pemeriksaan
Carut-Marut Izin Alfamart di Parepare, Dua Ditindak, Satu Diduga Lolos Pengawasan

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:41 WITA

Polda Sulsel Digedor! Mahasiswa Desak Pencopotan Kapolres dan Kasat Reskrim Sinjai

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:55 WITA

Proyek Rp10,7 Miliar Mangkrak, Propam Diminta Periksa Penanganan Kasus di Polres Bone

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:54 WITA

Dugaan Cekik Orator di Atas Mobil Komando, Kapolres Bombana Tuai Sorotan Tajam

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:32 WITA

Heboh Dugaan Material Ilegal di TPA Antang, Rantai Pasok Proyek Diminta Diinvestigasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:59 WITA

Diduga Ganggu DAS dan Drainase, Penimbunan di Gowa Jadi Perhatian Warga

Berita Terbaru