BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan, Petani Jadi Korban! Pertamina Diminta Bertindak

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Patra Niaga jalan Garuda Makassar

Pertamina Patra Niaga jalan Garuda Makassar

Gedor.id– Aliansi Pergerakan Masyarakat dan Pemuda Takalar mendesak pihak PT Pertamina (Persero) regional untuk segera turun langsung ke lapangan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyaluran BBM subsidi di SPBU Kalabbirang (74.922.02) dan SPBU Kalampa (74.922.43).

Desakan ini muncul menyusul banyaknya keluhan masyarakat, khususnya petani, yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM meski telah memiliki barcode resmi sebagai syarat pembelian.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait ke mana kuota BBM subsidi disalurkan dan siapa yang sebenarnya menikmatinya.

BACA JUGA :  Proyek Bedah Rumah Diduga Tak Beres, Perusahaan Misterius, Anggaran Tanpa Bukti Kuitansi

Aliansi menilai Pertamina tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi harus melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan apakah BBM subsidi benar-benar disalurkan kepada pihak yang berhak, atau justru disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Kami mendesak Pertamina regional segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang dialami petani. Lakukan pemeriksaan terbuka di SPBU Kalabbirang dan SPBU Kalampa, ungkap jika ada permainan kuota, serta tindak tegas setiap bentuk penyimpangan,” tegas pernyataan Aliansi. Rabu (22/4/2026)

BACA JUGA :  Penggeledahan Disdik Sulsel, Kejati Kejar Bukti Dugaan Korupsi Rp13 Miliar

Menurut mereka, BBM subsidi merupakan hak masyarakat kecil, bukan ruang bisnis bagi pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan pribadi.

Jika distribusi terus bermasalah, dampaknya akan dirasakan langsung oleh petani, nelayan, dan masyarakat kecil yang bergantung pada BBM untuk menunjang aktivitas ekonomi.

Selain itu, Aliansi juga meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk turut melakukan pengawasan guna mencegah terjadinya pembiaran.

BACA JUGA :  Perambahan Ilegal Menggila, Hutan Lindung Bawakaraeng–Lompobattang Rusak Parah

Aliansi menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak segera direspons, mereka siap menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk tekanan kepada Pertamina agar bertanggung jawab.

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan
Tak Mau Ada yang Ditutupi, Poros Rakyat Indonesia Minta Audit Menyeluruh Pemanfaatan Lahan Negara
Geger Dana Desa Tamalate, BPD Seret Dugaan Pelanggaran ke DPRD Takalar
Poros Rakyat Indonesia Bongkar Dugaan Jaringan Pelindung Tambang Emas di Biringbulu
Bisnis Solar Subsidi Diduga Berjalan Mulus di Parepare, Modus Barcode Ganda Terendus
Tambang Ilegal Menjamur di Gowa, Kinerja Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Gowa Dipertanyakan
Bangunan Diduga Ilegal Jadi Sorotan, Penegakan Aturan di Kota Medan “Payah”
Gowa Darurat Tambang Ilegal, Pengawasan Polres Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:38 WITA

Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:30 WITA

Tak Mau Ada yang Ditutupi, Poros Rakyat Indonesia Minta Audit Menyeluruh Pemanfaatan Lahan Negara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:27 WITA

Geger Dana Desa Tamalate, BPD Seret Dugaan Pelanggaran ke DPRD Takalar

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:19 WITA

Poros Rakyat Indonesia Bongkar Dugaan Jaringan Pelindung Tambang Emas di Biringbulu

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:31 WITA

Tambang Ilegal Menjamur di Gowa, Kinerja Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Gowa Dipertanyakan

Berita Terbaru