Kapolres dan Bupati Gowa Disorot, Penertiban Dump Truk Hanya Seremonial

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dump truk Pengakut material tambang yang melewati poros gowa Bak terbuka

Dump truk Pengakut material tambang yang melewati poros gowa Bak terbuka

Gedor.id– Operasi penertiban dump truk di jalur utama Kabupaten Gowa yang digelar Kapolres Gowa, AKBP Muh. Aldy Sulaiman, bersama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menuai kritik keras.

Meski sempat dipublikasikan besar-besaran, aksi tersebut kini dinilai warga tak lebih dari sekadar seremonial.

Pasalnya, hingga kini kendaraan bertonase besar dengan muatan material dan bak terbuka masih bebas hilir mudik di jalan poros utama tanpa pengawasan berarti.

BACA JUGA :  Truk Hilir Mudik, Debu Beterbangan, Tambang Diduga Ilegal di Maros Dikeluhkan

Warga pun geram. Mereka menilai kehadiran dump truk bukan hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Kalau memang ada penertiban, kenapa truk-truk itu masih hilir mudik setiap hari?” keluh seorang warga di lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Pemantik Sulsel, Saidiman. Ia menilai lemahnya penegakan aturan mencerminkan inkonsistensi aparat di lapangan.

BACA JUGA :  Panas! Ombas Disebut Jadi Target, Isu Skandal Bupati Gowa Diduga Ada Misi Tersembunyi

“Kalau pemerintah dan aparat benar-benar serius, tidak mungkin truk-truk itu masih bebas berkeliaran. Jangan sampai penertiban hanya jadi tontonan seremonial, sementara praktik di lapangan dibiarkan. Itu artinya ada pembiaran, bahkan potensi main mata,” tegas Saidiman.

Ia mendesak Kapolres dan Bupati Gowa agar tidak berhenti pada operasi simbolis, melainkan mengambil langkah nyata untuk melindungi masyarakat.

BACA JUGA :  Dump Truk Merajalela, Polisi Diduga Tutup Mata di Gowa

“Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada kepentingan segelintir pengusaha tambang. Jika hal ini terus dibiarkan, aparat dan pemerintah harus siap bertanggung jawab atas rusaknya jalan hingga jatuhnya korban jiwa di kemudian hari,” pungkasnya. Rabu (27/8/2025)

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gowa yang dikonfirmasi terkait persoalan ini memilih tidak memberikan jawaban.

(Bersambung)

Editor : Darwis

Berita Terkait

Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan
Tak Mau Ada yang Ditutupi, Poros Rakyat Indonesia Minta Audit Menyeluruh Pemanfaatan Lahan Negara
Geger Dana Desa Tamalate, BPD Seret Dugaan Pelanggaran ke DPRD Takalar
Poros Rakyat Indonesia Bongkar Dugaan Jaringan Pelindung Tambang Emas di Biringbulu
Bisnis Solar Subsidi Diduga Berjalan Mulus di Parepare, Modus Barcode Ganda Terendus
Tambang Ilegal Menjamur di Gowa, Kinerja Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Gowa Dipertanyakan
Bangunan Diduga Ilegal Jadi Sorotan, Penegakan Aturan di Kota Medan “Payah”
Gowa Darurat Tambang Ilegal, Pengawasan Polres Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:38 WITA

Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:30 WITA

Tak Mau Ada yang Ditutupi, Poros Rakyat Indonesia Minta Audit Menyeluruh Pemanfaatan Lahan Negara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:27 WITA

Geger Dana Desa Tamalate, BPD Seret Dugaan Pelanggaran ke DPRD Takalar

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:19 WITA

Poros Rakyat Indonesia Bongkar Dugaan Jaringan Pelindung Tambang Emas di Biringbulu

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:31 WITA

Tambang Ilegal Menjamur di Gowa, Kinerja Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Gowa Dipertanyakan

Berita Terbaru