Panas! Ombas Disebut Jadi Target, Isu Skandal Bupati Gowa Diduga Ada Misi Tersembunyi

Tojeng

Senin, 30 Maret 2026 - 16:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bupati Gowa

Kantor Bupati Gowa

Gedor.id- Isu dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, mulai menemukan titik terang.

Setelah beredar selama beberapa bulan dan memicu spekulasi di tengah masyarakat, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gowa akhirnya mengungkap hasil penelusuran tim investigasi yang dibentuk untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.

Di bawah komando Pelaksana Tugas Ketua PWI Gowa, Andi Baso Tenri Gowa, tim melakukan serangkaian verifikasi terhadap sejumlah sumber yang dinilai kredibel.

Hasilnya, isu dugaan hubungan terlarang antara Bupati Gowa dan konsultan politiknya, Ombas atau Basri Kajang, disebut tidak muncul secara spontan.

“Dari hasil verifikasi kami, isu ini dibangun secara sistematis. Potongan-potongan peristiwa dikumpulkan, kemudian dipelintir dan disusun menjadi narasi yang seolah utuh,” ujar Andi Baso dalam keterangan rilisnya yang di terima media ini. Senin (30/3/2026).

Menurutnya, isu tersebut telah bergulir sekitar empat bulan di ruang-ruang diskusi terbatas, seperti grup percakapan dan forum kecil, sebelum akhirnya menyebar luas ke publik.

BACA JUGA :  Satresnarkoba Bongkar Jaringan Sabu Online, 13 Paket Diamankan

Dalam penelusuran itu, tim juga menemukan indikasi adanya peran pihak tertentu yang disebut sebagai “Mr X” dalam mengorkestrasi penyebaran informasi.

“Mr X ini memanfaatkan situasi di rumah jabatan sebagai bahan awal. Aktivitas yang sebenarnya biasa kemudian diambil, diberi tafsir tertentu, lalu dikemas menjadi informasi yang menyesatkan,” jelasnya.

Salah satu materi yang beredar adalah video yang diklaim sebagai bukti kedekatan tidak wajar antara Bupati Gowa dan Ombas.

Namun, hasil pemeriksaan tim investigasi tidak menemukan indikasi seperti yang dituduhkan.

“Kami telah mengidentifikasi video tersebut. Tidak ada yang aneh. Itu hanya aktivitas para pendukung yang sedang berkumpul,” tegas Andi Baso.

Lebih jauh, PWI Gowa menilai penyebaran isu ini tidak lepas dari kepentingan tertentu di lingkar kekuasaan.

Keberadaan Ombas sebagai staf ahli bidang politik dan pemerintahan disebut menjadi salah satu faktor pemicu.

BACA JUGA :  Kapolres dan Bupati Gowa Disorot, Penertiban Dump Truk Hanya Seremonial

“Dari berbagai indikasi, Ombas dipandang sebagai penghalang bagi kelompok tertentu yang ingin mendapatkan akses lebih dalam ke pemerintahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya pembentukan opini tersebut diduga bertujuan untuk melemahkan posisi Ombas sekaligus menggoyang stabilitas pemerintahan.

“Ada upaya sistematis untuk menyingkirkan Ombas. Jika itu berhasil, maka akan berdampak pada melemahnya pengambilan keputusan strategis di lingkar Bupati,” lanjutnya.

Dampak penyebaran informasi ini juga dirasakan hingga ke lingkar keluarga Bupati.

Informasi yang telah dikemas secara sistematis disebut mampu memicu reaksi dari pihak keluarga yang berada di luar Gowa.

“Informasi itu disampaikan seolah-olah valid dan meyakinkan, sehingga memantik emosi dan ketegangan,” kata Andi Baso.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gowa turut mengambil langkah internal, termasuk memberhentikan sejumlah sopir dan pengawas di rumah jabatan.

BACA JUGA :  Petaka di Balik Bom Ikan, Dua Warga Terluka dan Menghilang

Langkah ini disebut sebagai upaya menutup kebocoran informasi yang kerap dimanfaatkan pihak tertentu.

“Hampir setiap aktivitas bocor keluar lalu dipelintir. Karena itu dilakukan sterilisasi untuk menjaga stabilitas,” ujarnya.

PWI Gowa juga menyoroti bagaimana isu tersebut bisa masuk ke ruang media. Menurut Andi Baso, pihak-pihak tertentu cukup lihai dalam menyusun informasi agar terlihat logis dan dapat dipercaya.

“Mereka menyajikan potongan peristiwa yang tampak masuk akal, sehingga mampu meyakinkan sebagian pihak, termasuk wartawan,” jelasnya.

Di tengah dinamika tersebut, Husniah Talenrang disebut tetap berupaya menjaga independensi dalam menjalankan roda pemerintahan, dengan membatasi intervensi serta memperkuat sistem pengambilan keputusan yang lebih terarah.

PWI Gowa menegaskan, hasil investigasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan publik dalam memahami duduk perkara yang sebenarnya, sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat, terutama pasca momentum Idulfitri.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati
60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga
AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:04 WITA

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WITA

60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga

Kamis, 17 September 2026 - 15:13 WITA

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA