Inkracht Dipermainkan? Keluarga Terpidana Lawan Balik ke Propam

Tojeng

Jumat, 10 April 2026 - 16:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Panggilan Saksi yang di tandatangani kasatreskrim polres takalar Akp hatta

Surat Panggilan Saksi yang di tandatangani kasatreskrim polres takalar Akp hatta

Gedor.id- Polemik dugaan pelanggaran prosedur hukum mencuat di Polres Takalar setelah keluarga terpidana Sainal Arifin berencana melaporkan oknum penyidik hingga Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Rencana pelaporan tersebut berkaitan dengan penanganan laporan bernomor LP/40/X/2025/SPKT Sek. Marbo tertanggal 5 Oktober 2025 yang diajukan oleh seorang pengusaha di wilayah Mangadu.

Langkah itu dipicu oleh terbitnya surat pemanggilan terhadap perkara yang, menurut pihak keluarga, telah diputus pengadilan dan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

SY, perwakilan keluarga, menilai pemanggilan tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait kepastian hukum.

Ia menyebut perkara dengan objek, subjek, dan materi yang sama seharusnya tidak diproses kembali.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Digedor! Mahasiswa Desak Pencopotan Kapolres dan Kasat Reskrim Sinjai

“Putusan pengadilan sudah final. Jika dipanggil kembali dengan substansi yang sama, hal itu yang kami pertanyakan,” ujar SY. Jumat (10/4/2026)

Sementara itu, salah seorang saksi yang turut dipanggil mengaku mendapat pertanyaan yang sama seperti saat pemeriksaan sebelumnya di Polsek Mangarabombang.

“Pertanyaannya sama seperti saat saya diperiksa di Polsek Mangarabombang,” ujarnya.

Menurut SY, rencana pelaporan ke Propam bukan semata bentuk keberatan, melainkan upaya untuk memastikan prosedur yang dijalankan aparat penegak hukum telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihak keluarga juga telah menyiapkan sejumlah dokumen sebagai bahan laporan, di antaranya salinan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap serta surat pemanggilan dari penyidik.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penganiayaan Mengambang, Polsek Bissappu dan Polres Bantaeng Cuci Tangan?

Di sisi lain, pengamat hukum menilai asas nebis in idem merupakan prinsip mendasar dalam sistem peradilan yang harus dijaga.

Asas tersebut menegaskan bahwa seseorang tidak dapat diperiksa atau diadili kembali atas perkara yang sama.

“Jika objek, subjek, dan materinya identik, maka secara prinsip dapat dikategorikan nebis in idem. Namun, tetap perlu ditelusuri apakah terdapat unsur baru atau perbedaan signifikan dalam perkara tersebut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, satu-satunya upaya hukum untuk membuka kembali perkara yang telah inkracht adalah melalui Peninjauan Kembali (PK), dengan syarat adanya novum atau bukti baru.

BACA JUGA :  Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Situasi ini menempatkan Propam Polri pada posisi penting untuk menilai ada atau tidaknya pelanggaran kode etik maupun prosedur dalam penanganan perkara tersebut.

Kasatreskrim Polres Takalar, AKP Hatta, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon memberikan respons singkat.

“Kenapa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Mangarabombang, Aipda Aswar Ahmad, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan wartawan telah terbaca, namun belum direspons.

Perkembangan lebih lanjut terkait alasan pemanggilan saksi masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

(Bersambung)

Editor: Darwis

Berita Terkait

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam
Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!
Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil
270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara
Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak
Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili
Dua Mobil Cuma Janji? Petani Wajo Kehilangan Rp25,4 Juta, Andi Aso Belum Ditemukan
HIPERMATA UNM Buka Babak Baru Kepemimpinan, Fokus pada Kaderisasi dan Pengabdian

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:58 WITA

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WITA

Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:12 WITA

270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA