Bom Ikan Tanakeke, Saksi Menghilang, Hukum Seolah Tumpul

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanit Tipiter Polres Takalar

Kanit Tipiter Polres Takalar

Gedor.id– Polres Takalar memberikan klarifikasi terkait penanganan kasus dugaan pemboman ikan di perairan Tanakeke.

Proses penyidikan yang tengah berjalan disebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya keterangan saksi.

Penyidik mengungkapkan, sebagian besar saksi yang telah dipanggil tidak memenuhi undangan pemeriksaan.

Bahkan, seorang saksi yang hadir justru mengaku tidak mengetahui peristiwa pemboman ikan yang sedang diselidiki.

BACA JUGA :  Hak BPD Belum Cair, Warga Soroti Transparansi Dana Desa Panyangkalang

Di sisi lain, terduga pelaku membantah keterlibatannya. Ia mengaku tidak mengenali kapal jenis jolloro berwarna biru putih yang terekam dalam video yang beredar luas.

Menurutnya, kapal yang digunakan berwarna putih-oranye.

Sebelumnya, terduga juga disebut-sebut melakukan pengecatan ulang kapal.

Dugaan tersebut muncul karena adanya perbedaan warna kapal antara rekaman video dan kondisi terkini, yang diduga sebagai upaya mengaburkan barang bukti.

BACA JUGA :  Sengketa Panas Berujung Penjara, HMA Jadi Pihak yang Paling Terhimpit

“Kami belum menemukan bukti permulaan yang cukup karena keterbatasan alat bukti dan minimnya informasi dari saksi-saksi terkait,” ujar Andri dari Polres Takalar. Kamis (26/2/2026)

Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk bersikap kooperatif dan memberikan keterangan yang jelas apabila mengetahui peristiwa tersebut.

“Jika memang ingin memberantas praktik pemboman ikan, masyarakat harus berani memberikan kesaksian yang akurat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Korupsi Diduga Menggurita, Kejari Takalar Didesak Hentikan ‘Tidur' Panjang

Pemboman ikan merupakan tindak pidana karena berpotensi merusak ekosistem laut serta merugikan nelayan yang menangkap ikan secara legal dan ramah lingkungan.

Polisi memastikan penyidikan akan terus dilanjutkan hingga perkara ini menemukan titik terang.

Tim

Berita Terkait

Publik Bertanya, Kasus Penarikan Motor di Bone Tak Kunjung Jelas
Beasiswa dan Kartu Lansia IBAS PUSPA Dinilai Bantu Rakyat, Ini Kata Mahasiswa
Petaka di Balik Bom Ikan, Dua Warga Terluka dan Menghilang
Sengketa Panas Berujung Penjara, HMA Jadi Pihak yang Paling Terhimpit
Inkracht Dipermainkan? Keluarga Terpidana Lawan Balik ke Propam
Wartawan Diteror Usai Bongkar Tambang Ilegal, PWI Toraja Pasang Badan!
Puskesmas Rarowatu Disorot, Pasien Kritis Terbengkalai Tanpa Penanganan
Sorotan Tajam untuk JS, Koalisi Pemuda Bongkar Dugaan Kelalaian

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:13 WITA

Publik Bertanya, Kasus Penarikan Motor di Bone Tak Kunjung Jelas

Senin, 20 April 2026 - 19:30 WITA

Beasiswa dan Kartu Lansia IBAS PUSPA Dinilai Bantu Rakyat, Ini Kata Mahasiswa

Senin, 13 April 2026 - 21:00 WITA

Petaka di Balik Bom Ikan, Dua Warga Terluka dan Menghilang

Jumat, 10 April 2026 - 17:42 WITA

Sengketa Panas Berujung Penjara, HMA Jadi Pihak yang Paling Terhimpit

Jumat, 10 April 2026 - 16:18 WITA

Inkracht Dipermainkan? Keluarga Terpidana Lawan Balik ke Propam

Berita Terbaru