Gedor.id– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan Pertalite di Kabupaten Takalar mulai menuai sorotan.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan maraknya aktivitas pagandeng jeriken dan penjual BBM eceran yang terlihat beroperasi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah SPBU 74.922.01 Tepo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pagandeng jeriken dan penjual BBM eceran terlihat berada di sekitar SPBU dan menunggu pengisian BBM.
Keberadaan mereka menjadi perhatian di tengah keluhan masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan solar dan Pertalite untuk kebutuhan sehari-hari.
Seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku, pasokan BBM di SPBU tersebut cepat habis.
“Baru jam 1o pagi sudah habis. Kita hanya bisa beli di penjual eceran di samping SPBU 74.922.01 Tepo,” ujar warga tersebut. Sabtu (15/8/2026)
Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai pola distribusi BBM di SPBU tersebut, khususnya jika pengisian menggunakan jeriken dilakukan berulang kali dalam jumlah besar.
Aktivitas tersebut berpotensi mengurangi kesempatan konsumen umum mendapatkan BBM apabila transaksi dilakukan secara berulang dan dalam volume signifikan.
Namun, hal tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap data penjualan dan pola transaksi di SPBU.
Selain itu, muncul dugaan adanya kerja sama antara pagandeng jeriken dan oknum operator SPBU.
Dugaan tersebut sejauh ini belum terverifikasi sehingga diperlukan klarifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang.
Jika ditemukan adanya pengisian berulang secara sistematis, sejumlah hal penting perlu ditelusuri, mulai dari volume BBM yang dibeli, frekuensi transaksi, identitas pembeli, hingga peruntukan dan jalur distribusi BBM setelah keluar dari SPBU.
Persoalan ini menjadi penting karena solar dan Pertalite merupakan BBM yang digunakan secara luas oleh masyarakat.
Kelancaran distribusinya seharusnya tidak terganggu oleh aktivitas yang berpotensi mengutamakan kepentingan kelompok tertentu.
Masyarakat berharap pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap pola transaksi di SPBU 74.922.01 Tepo serta memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.
Pengawasan juga dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi praktik yang merugikan konsumen umum maupun penyimpangan dalam distribusi BBM.
Hingga berita ini ditulis, pengelola SPBU 74.922.01 Tepo Belum bisa di Temui.
Bersambung..






















