Dugaan Korupsi Cetak Sawah Bone Mandek? LSM Lamellong Desak Kejari Bertindak

Tojeng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Watampone

Kejari Watampone

Gedor.id- Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lamellong, Muhammad Rusdi, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Watampone serius menuntaskan dugaan permasalahan dalam proyek Cetak Sawah Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Proyek yang disebut bernilai puluhan miliar rupiah tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Rusdi menilai penanganan dugaan penyimpangan proyek tersebut terkesan berjalan lamban.

Hingga 14 Agustus 2026, menurut dia, belum terlihat perkembangan signifikan terkait proses penyelidikan yang dilakukan Kejari Watampone.

BACA JUGA :  LSM Curiga Ada Kelalaian, Propam Diminta Periksa Penyidik Kasus Bola Soba

“Kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah miliaran rupiah tahun 2025 terkesan mandek di Kejaksaan Negeri Watampone. Hingga saat ini belum ada perkembangan terbaru terkait penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Bone. Kami khawatir ada kongkalikong atau kasus ini masuk angin,” kata Rusdi. Minggu (16/8/2026)

Sorotan juga diarahkan pada sejumlah lokasi pelaksanaan proyek yang tersebar di Kabupaten Bone. Salah satu wilayah yang disebut menjadi perhatian adalah Kecamatan Sibulue.

BACA JUGA :  Proyek Rp10,7 Miliar Mangkrak, Propam Diminta Periksa Penanganan Kasus di Polres Bone

Rusdi menduga terdapat pihak-pihak yang perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengungkap ada atau tidaknya penyimpangan dalam proyek tersebut.

“Saya menduga ada kongkalikong dengan pihak-pihak yang terkait sehingga kasus ini terkesan dibiarkan begitu saja. Karena itu, saya meminta Kejari Bone serius memeriksa seluruh pihak yang berkaitan dengan proyek tersebut,” tegasnya.

Ia meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi menelusuri seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan, proses pengadaan, hingga realisasi pekerjaan di lapangan.

BACA JUGA :  Bau Kolusi! Skandal Pengadaan Bibit Durian di Bulukumba Mencuat

Desakan tersebut disampaikan agar dugaan penyimpangan dalam proyek bernilai besar itu dapat segera memperoleh kejelasan hukum.

Jika ditemukan indikasi tindak pidana, pihak-pihak yang bertanggung jawab diminta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan dari Kejari Watampone mengenai perkembangan penanganan dugaan permasalahan proyek tersebut.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam
Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!
Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil
270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara
Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak
Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili
Dua Mobil Cuma Janji? Petani Wajo Kehilangan Rp25,4 Juta, Andi Aso Belum Ditemukan
HIPERMATA UNM Buka Babak Baru Kepemimpinan, Fokus pada Kaderisasi dan Pengabdian

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:58 WITA

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WITA

Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:12 WITA

270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA