Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 Miliar, Jejak Diduga Mengarah ke Elite Anggaran

Tojeng

Senin, 22 Juni 2026 - 19:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati kebijakan publik, Dirga Saputra

Pemerhati kebijakan publik, Dirga Saputra

Gedor.id– Pemerhati kebijakan publik, Dirga Saputra, mendesak Kejati Sulsel untuk mengusut secara menyeluruh dugaan korupsi proyek pengadaan Perpustakaan Digital (Bookless Library) Tahun Anggaran 2022–2023 senilai Rp13 miliar.

Menurutnya, penyidikan tidak boleh berhenti pada pihak pelaksana semata, tetapi harus menelusuri seluruh pihak yang memiliki peran dalam proses penganggaran proyek tersebut.

Dirga meminta Kejati Sulsel untuk menguliti dan menelusuri kemungkinan keterlibatan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel yang memiliki kewenangan strategis dalam pembahasan dan persetujuan anggaran daerah.

BACA JUGA :  Dugaan Setoran Rp25–35 Juta Warnai Program Irigasi P3TGAI di Takalar

“Pengusutan perkara ini jangan berhenti pada level teknis. Kejati Sulsel harus berani menguliti seluruh mata rantai yang berkaitan dengan lahirnya proyek Bookless Library ini. Publik berhak mengetahui siapa saja yang berperan dalam proses pembahasan hingga pengesahan anggaran Rp13 miliar tersebut,” ujar Dirga, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel berinisial SA dan 123 kepala sekolah merupakan langkah awal yang patut diapresiasi.

Penyidik juga perlu menelusuri kemungkinan adanya peran pihak lain, termasuk pihak yang terlibat dalam pembahasan anggaran.

BACA JUGA :  RS Galesong Diresmikan Sebelum Siap, Laksus: Periksa Eks Bupati Takalar!

“Badan Anggaran DPRD Sulsel memiliki posisi penting dalam pembahasan APBD. Karena itu, Kejati Sulsel harus mendalami apakah ada indikasi persekongkolan atau pihak-pihak yang turut menikmati proyek tersebut. Jangan sampai hanya pelaksana yang dimintai pertanggungjawaban, sementara aktor di balik penganggarannya justru luput,” tegasnya.

Diketahui, Kejati Sulsel saat ini tengah mengusut dugaan korupsi proyek pengadaan Perpustakaan Digital (Bookless Library) Tahun Anggaran 2022–2023 senilai Rp13 miliar.

Dalam proses penyidikan, mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel berinisial SA dan sebanyak 123 kepala sekolah telah diperiksa sebagai saksi.

BACA JUGA :  Tambang Ilegal Menjamur di Gowa, Kinerja Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Gowa Dipertanyakan

Tim penyidik juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel pada 17 Juni 2026 guna mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dirga berharap Kejati Sulsel tidak ragu memeriksa siapa pun yang diduga mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut.

“Jangan berhenti di hilir. Telusuri hingga ke hulunya. Penegakan hukum yang berkeadilan harus menyentuh semua pihak yang terlibat tanpa pandang jabatan maupun kekuasaan,” pungkasnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar
Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan
Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’
Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban
BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros
2 Pelangsir Disikat, Operator SPBU Belum Terseret, Polres Parepare Pilih Kasus?
Dana Sudah Masuk, Rumah Tak Kunjung Berdiri, PT Mustika DBL Property Didesak Bertanggung Jawab
Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:27 WITA

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:37 WITA

Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan

Jumat, 25 September 2026 - 23:00 WITA

Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’

Jumat, 25 September 2026 - 01:04 WITA

Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban

Minggu, 20 September 2026 - 16:57 WITA

BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA