Diduga Ganggu DAS dan Drainase, Penimbunan di Gowa Jadi Perhatian Warga

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas penimbunan lahan di kawasan BTN Cita Alam Lestari, Lingkungan Beroanging, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu

Aktivitas penimbunan lahan di kawasan BTN Cita Alam Lestari, Lingkungan Beroanging, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu

Gedor.id- Aktivitas penimbunan lahan di kawasan BTN Cita Alam Lestari, Lingkungan Beroanging, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, dikeluhkan sejumlah warga setempat.

Warga menilai aktivitas tersebut diduga berdampak pada lingkungan sekitar, khususnya terhadap saluran drainase yang disebut mengalami gangguan sejak proses penimbunan berlangsung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, material timbunan disebut berasal dari wilayah Balang Papa, Kecamatan Bontomarannu. Aktivitas penimbunan itu juga disebut dikelola oleh seorang yang dikenal warga dengan nama Daeng Rangka.

BACA JUGA :  Baru Digarap, Jalan APBN Rp7,6 Miliar di Barru Sudah Hancur

Sejumlah warga mengaku khawatir kondisi drainase yang tertutup material timbunan dapat memicu genangan air saat hujan deras.

“Kalau hujan deras, kami khawatir air meluap karena saluran drainase seperti tertutup material,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Jumat (29/5/2026)

Selain itu, warga juga mempertanyakan perizinan aktivitas penimbunan yang dilakukan di area yang sebelumnya disebut sebagai lahan sawah produktif.

BACA JUGA :  Truk Hilir Mudik, Debu Beterbangan, Tambang Diduga Ilegal di Maros Dikeluhkan

Mereka meminta pemerintah setempat dan instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan di lokasi.

Warga berharap ada kejelasan mengenai batas area pekerjaan, termasuk patok lahan dari pihak pengembang.

Mereka juga meminta agar area yang berkaitan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) turut mendapat perhatian dari instansi terkait, termasuk Dinas Perairan.

Menurut warga, apabila ditemukan material timbunan yang masuk ke saluran drainase, aktivitas penimbunan sebaiknya dihentikan sementara hingga dilakukan penanganan.

BACA JUGA :  Diduga Gunakan Data SPPT Nonaktif, SKKT Terbitan Oknum Lurah Dipertanyakan di Pengadilan

Warga juga meminta aparat pemerintah setempat, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa, dapat hadir di lokasi untuk menyaksikan langsung aktivitas tersebut dan memastikan proses penimbunan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola penimbunan maupun instansi terkait mengenai aktivitas tersebut.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Publik Curiga, Isu Demo Anarkis Diduga Dipakai Redam Sorotan Dugaan Narkoba di Lapas Bollangi
Dugaan Praktik Ilegal di Balik Penimbunan Tanah, HIPERMATA Desak Pemeriksaan
Carut-Marut Izin Alfamart di Parepare, Dua Ditindak, Satu Diduga Lolos Pengawasan
Demokrasi Dikebiri? Pemilihan Ketua Umum HIPMI PT UMI ‘Curang’
Kejaksaan Didorong Periksa Jalur Distribusi Solar ke Tambang di Maros
Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata
Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media
Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:59 WITA

Diduga Ganggu DAS dan Drainase, Penimbunan di Gowa Jadi Perhatian Warga

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:06 WITA

Dugaan Praktik Ilegal di Balik Penimbunan Tanah, HIPERMATA Desak Pemeriksaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:09 WITA

Carut-Marut Izin Alfamart di Parepare, Dua Ditindak, Satu Diduga Lolos Pengawasan

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WITA

Demokrasi Dikebiri? Pemilihan Ketua Umum HIPMI PT UMI ‘Curang’

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:27 WITA

Kejaksaan Didorong Periksa Jalur Distribusi Solar ke Tambang di Maros

Berita Terbaru