Carut-Marut Izin Alfamart di Parepare, Dua Ditindak, Satu Diduga Lolos Pengawasan

Tojeng

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerai Alfamart di Jalan Daeng Parani, Depan Gerbang Pelabuhan Nusantara Kota Parepare Beroperasi Tanpa STPW

Gerai Alfamart di Jalan Daeng Parani, Depan Gerbang Pelabuhan Nusantara Kota Parepare Beroperasi Tanpa STPW

Gedor.id– Polemik perizinan gerai Alfamart di Kota Parepare mulai memantik sorotan publik.

Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara pembangunan dua gerai Alfamart yang belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Namun di sisi lain, satu gerai lain justru masih beroperasi meski izin waralaba dan perubahan fungsi bangunannya belum lengkap.

Dua gerai yang dihentikan sementara pembangunannya berada di Jalan Jenderal Muh Yusuf, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, serta di Jalan Bau Massepe, tepat di sebelah utara SMKN 1, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Parepare, Suhandi, menegaskan pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada pengelola agar menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan.

“Sudah disurati untuk menghentikan sementara pembangunannya,” ujar Suhandi, Rabu (20/5/2026).

BACA JUGA :  Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain

Menurutnya, teguran tersebut diberikan setelah Tim Pemantau dan Pengawas Bangunan Dinas PUPR menemukan adanya aktivitas pembangunan tanpa izin PBG.

Kondisi itu dinilai melanggar Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung serta PP Nomor 16 Tahun 2021.

PUPR pun meminta pihak pengelola segera menyelesaikan seluruh proses administrasi perizinan sebelum kembali melanjutkan pembangunan.

“Penyampaian Pak Camat, sejak sore kemarin sudah tidak ada lagi aktivitas pembangunan,” katanya.

Namun di tengah langkah tegas tersebut, muncul sorotan terhadap gerai Alfamart di Jalan Daeng Parani, Kecamatan Ujung, tepat di depan gerbang Pelabuhan Nusantara Parepare.

Gerai yang dikelola CV Bunga Rosi Paula itu masih beroperasi sebagai ritel modern meski belum memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

BACA JUGA :  Nekat! Ritel Modern di Bungadidi Tetap Dibangun Meski Izin Dicabut

Tak hanya itu, bangunan tersebut juga disebut belum mengantongi izin perubahan fungsi bangunan dari toko kelontong menjadi gerai ritel modern.

“Belum ada permohonan PBG perubahan fungsi bangunan,” ungkap Suhandi.

Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Parepare, Andi Wisnah, juga membenarkan jika gerai tersebut belum memiliki STPW sebagai syarat utama operasional waralaba.

“Belum punya izin STPW. Sudah disurati pihak ketiganya, CV Bunga Rosi Paula,” kata Andi Wisnah.

Ia menegaskan, sistem franchise seperti Alfamart wajib memenuhi seluruh ketentuan perizinan sebelum beroperasi.

“Harus ada STPW baru bisa beroperasi karena ini franchise,” tegasnya.

Andi Wisnah mengungkapkan, Pemkot Parepare bersama sejumlah OPD sebenarnya telah menggelar rapat bersama pihak pengelola pada April 2026 lalu.

Dalam rapat itu, pihak pengelola diminta mengoperasikan lokasi tersebut sebagai toko kelontong biasa sesuai izin awal usaha.

BACA JUGA :  Bisnis Solar Subsidi Diduga Berjalan Mulus di Parepare, Modus Barcode Ganda Terendus

“Sudah disampaikan untuk buka tokonya sebagai toko biasa karena memang awalnya toko kelontong,” ujarnya.

Bahkan, Dinas Perdagangan mengaku sempat melakukan penutupan merek dan label harga di gerai tersebut agar tidak lagi beroperasi sebagai jaringan ritel modern.

“Waktu itu sudah dilakukan penutupan merek dan label harga berdasarkan pemantauan staf,” jelasnya.

Meski demikian, hasil pantauan di lapangan pada Rabu malam (20/5/2026) menunjukkan papan reklame bertuliskan “Alfamart” masih terpampang jelas di lokasi usaha tersebut.

Kondisi itu memunculkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap gerai tersebut dibanding dua gerai lain yang langsung dihentikan pembangunannya.

Situasi ini pun memunculkan tanda tanya publik terkait konsistensi penegakan aturan perizinan usaha ritel modern di Kota Parepare.

(Ardi)

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA