Ratusan Liter Sekali Isi, Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di Parepare Dipertanyakan

Tojeng

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean truk mengular di SPBU KM 3 Lapadde, Parepare. Dokumentasi juga memperlihatkan aktivitas pengisian solar subsidi pada dispenser. Kondisi ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi.

Antrean truk mengular di SPBU KM 3 Lapadde, Parepare. Dokumentasi juga memperlihatkan aktivitas pengisian solar subsidi pada dispenser. Kondisi ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi.

Gedor.id– Antrean panjang kendaraan truk terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Selasa (28/7/2026)

Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pengguna jalan karena mengganggu arus lalu lintas.

Fenomena antrean truk di sejumlah titik SPBU Parepare disebut telah berlangsung selama beberapa hari.

Muncul dugaan adanya penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar yang melibatkan oknum tertentu.

Pantauan di SPBU 74.91153 KM 3 Lapadde, Kota Parepare, Minggu sore (26/7/2026), memperlihatkan antrean panjang truk yang mengular mulai dari pertigaan Jalan Industri–Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga melewati area SPBU.

Salah satu kendaraan yang melakukan pengisian adalah mobil boks Mitsubishi Fuso Colt Diesel.

Pada layar mesin pengisian BBM (fuel dispenser) terlihat transaksi senilai Rp900 ribu dengan volume 132,35 liter solar.

BACA JUGA :  Diduga Pelangsir Solar Subsidi Beraksi Bebas di SPBU 74.919.03 Larompong, Aparat Dimana?

“Satu kali mengisi ji, satu barcode,” ujar sopir mobil tersebut saat dikonfirmasi.

Aktivitas pengisian dalam jumlah besar itu kemudian memunculkan pertanyaan terkait penggunaan barcode Pertamina Subsidi atau QR Code Subsidi Tepat, khususnya mengenai kesesuaian antara kendaraan, nomor polisi, dan kuota BBM subsidi yang digunakan.

Saat dikonfirmasi terkait transaksi tersebut, operator SPBU KM 3 Lapadde mengarahkan wartawan untuk meminta penjelasan kepada pihak penanggung jawab SPBU.

“Konfirmasi sama Ibu Ani,” kata operator SPBU.

Namun, pihak yang disebut sebagai penanggung jawab SPBU tidak berada di lokasi saat itu.

Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Ani juga belum mendapatkan tanggapan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan praktik mafia solar subsidi dilakukan dengan cara membeli BBM solar subsidi dalam jumlah besar secara berulang di sejumlah SPBU untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

BACA JUGA :  Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir

Modus yang kerap disoroti dalam kasus penyalahgunaan solar subsidi antara lain penggunaan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan kapasitas tangki lebih besar dari standar pabrik.

BBM hasil pembelian tersebut diduga kemudian dialihkan ke pihak lain, termasuk sektor usaha yang tidak berhak menerima BBM subsidi.

Praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi dan merugikan masyarakat yang memang berhak menerima.

Selain menyebabkan antrean panjang, penyalahgunaan solar subsidi juga dapat mempercepat habisnya stok BBM subsidi di tingkat konsumen.

Berdasarkan pantauan, antrean truk terjadi di sejumlah SPBU lain di Parepare.

Di SPBU Ujung Bulu, Jalan Karaeng Bura’ne, truk terlihat berjejer hingga memenuhi ruas Jalan Ganggawa dan Jalan Panca Marga.

BACA JUGA :  Pilu Tokoh Warga Jeneponto, Tangan Hampir Putus Usai Tegur Prostitusi Kini Dipenjara

Di SPBU Cappa Galung dekat Patung Pemuda, antrean truk terlihat di Jalan Bau Massepe hingga sisi SPBU menuju arah Pantai Mattirotasi.

Sementara di SPBU KM 2 Lapadde, antrean kendaraan memanjang di Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga kawasan jembatan penyeberangan dekat Rumah Jabatan Wali Kota Parepare.

Antrean serupa juga terlihat di SPBU KM 3 Lapadde, mulai dari pertigaan Jalan Industri Kecil hingga melewati area SPBU.

Di wilayah Soreang, antrean truk juga tampak di sepanjang Jalan M Arsyad, kawasan perbatasan Parepare–Pinrang.

Kondisi ini menjadi perhatian dan membutuhkan pengawasan lebih ketat dari Pertamina maupun Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran serta mencegah potensi penyalahgunaan.

(AR/DS)

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru