Kejari Takalar ‘Mandul’ Kasus Miliaran Dibiarkan Busuk Bertahun-tahun

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM yang Terbengkalai Senilai 10 M

UMKM yang Terbengkalai Senilai 10 M

Gedor.id– Penanganan sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Takalar kembali menuai kritik keras. Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar dinilai tidak becus menyelesaikan perkara-perkara besar yang telah lama mandek tanpa perkembangan jelas.

Publik menilai kinerja penegakan hukum di daerah itu semakin meragukan karena dua kasus bernilai miliaran rupiah tidak kunjung dituntaskan.

Di tengah kritik yang semakin menguat, Kejari Takalar justru baru mengintensifkan pemeriksaan terhadap dugaan korupsi proyek kandang ayam senilai sekitar Rp2 miliar pada Dinas Peternakan tahun anggaran 2023.

Langkah ini memicu tanda tanya besar: mengapa kasus kecil digenjot, sementara kasus bernilai jauh lebih besar tidak bergerak?

BACA JUGA :  Rekanan Buku BOS Takalar Disorot, Mahasiswa Desak Kejari Turun Tangan!

Dua kasus yang dinilai paling mencolok mandeknya adalah:

Proyek UMKM Dana PEN Rp9–10 Miliar Diduga Terbengkalai

Proyek UMKM yang dibiayai Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 di Kecamatan Galesong ini hingga kini diduga terbengkalai dan tak memberi manfaat sama sekali kepada masyarakat.

Nilai anggaran besar tak sebanding dengan hasil yang ada, sementara penyelidikan Kejari disebut-sebut jalan di tempat.

Kasus Pengadaan Buku Dinas Pendidikan Juga Tak Berjalan

Dugaan korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan Takalar juga menjadi sorotan. Setelah lama bergulir di meja penyelidik, kasus ini tak menunjukkan perkembangan berarti.

Publik menilai Kejari tidak transparan dan tidak menunjukkan keseriusan dalam penanganan perkara ini.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi Miliaran di Takalar Diduga Fiktif dan Nepotis, Mahasiswa Tantang Jaksa Bertindak!

Kritik keras terhadap Kejari Takalar kembali disuarakan oleh dua lembaga kontrol sosial, yakni GMBI Distrik Takalar dan PEMANTIK Takalar.

Keduanya menilai Kejari gagal memberikan kepastian hukum dan tidak mampu mengurai kasus-kasus besar yang merugikan keuangan negara.

Ketua GMBI Takalar, Rahim Sua, menyebut Kejari Takalar tidak mampu menangani perkara bernilai besar.

“Kasus UMKM PEN dan pengadaan buku ini seperti dibiarkan. Tidak jelas, tidak transparan. Kami mendesak KPK turun tangan karena Kejari tidak becus menangani perkara ini,” tegasnya.

Senada, Ketua PEMANTIK Takalar, Rahman Suwandi, menilai Kejari hanya sigap pada kasus kecil namun mengabaikan perkara raksasa.

BACA JUGA :  Dugaan Setoran Rp25–35 Juta Warnai Program Irigasi P3TGAI di Takalar

“Proyek Rp10 miliar dibiarkan mangkrak dan tidak jelas penyelidikannya. Ini kegagalan Kejari dalam memberi kepastian hukum,” kritiknya.

Kondisi ini membuat publik semakin ragu terhadap keseriusan Kejari Takalar dalam memberantas korupsi.

Kasus-kasus besar yang berpotensi merugikan negara justru tidak ditangani dengan optimal, memunculkan kesan bahwa lembaga tersebut tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejari Takalar belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan proyek UMKM Dana PEN maupun pengadaan buku Dinas Pendidikan.

Publik kini menunggu apakah Kejari akhirnya bertindak tegas, atau apakah KPK perlu turun tangan mengambil alih.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar
Dugaan Pembiaran Menguat, Gowa Terancam Jadi Sarang Judi Terbuka
Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat
Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?
Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan
Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi
Dikeluhkan Pengguna, Layanan Top Up e-Money di Tol Makassar Dinilai Tak Ramah
Urus SIM di Takalar Diduga Tak Sesuai Aturan, Biaya Membengkak

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:54 WITA

Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:03 WITA

Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat

Senin, 23 Maret 2026 - 20:00 WITA

Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:02 WITA

Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:41 WITA

Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi

Berita Terbaru

HMI Cabang Takalar Saat melakukan Aksi di Kejaksaan

Daerah

Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 11:25 WITA

Ilustrasi Rudal Buatan Iran

Internasional

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

Jumat, 27 Mar 2026 - 23:13 WITA