Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan Polisi

Laporan Polisi

Gedor.id– Aroma mandeknya penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan empat oknum anggota Polsek Mangarabombang, Kabupaten Takalar, kian menyengat.

Hampir tiga bulan sejak dilaporkan, perkara ini tak kunjung menunjukkan titik terang, memicu tanda tanya besar soal keseriusan aparat penegak hukum.

Laporan resmi teregistrasi dengan nomor LP/B/8/19/I/2026/SPKT/Polres Takalar/Polda Sulawesi Selatan pada 19 Januari 2026.

Namun hingga Senin (23/3/2026), progresnya dinilai stagnan—bahkan terkesan ‘diparkir’ tanpa kejelasan.

Padahal, kasus ini tak hanya mengandung unsur pidana pengeroyokan, tetapi juga menyeret dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri.

Dua ranah serius yang semestinya ditangani secara cepat dan transparan.

BACA JUGA :  Miris! Nenek 95 Tahun Lapor Polisi, Delapan Bulan Tak Ada Tindak Lanjut

Kondisi ini memantik kekecewaan mendalam dari keluarga korban. Rismawati, istri Saenal Arifin, secara terang-terangan menyebut penanganan perkara ini seperti dibiarkan menggantung.

“Kami sudah menunggu hampir tiga bulan. Tapi hasilnya nihil, tidak ada kepastian sama sekali,” tegasnya.

Ia mengaku, berbagai upaya telah ditempuh. Mulai dari mempertanyakan langsung ke penyidik hingga melayangkan pengaduan resmi ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan. Namun, hasilnya tetap sama ‘senyap’

“Kami sudah menyurati Kabid Propam Polda Sulsel, tapi belum ada tindak lanjut yang kami ketahui. Seolah-olah laporan kami tidak dianggap,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Terkuak! Misteri Kematian Restina Tija yang Mengguncang Manggarai, Kepala Terpisah, Kasus Masih Gelap

Situasi ini memunculkan dugaan publik: apakah ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi?

Keluarga korban pun kini mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk turun tangan langsung. Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polres Takalar, sekaligus memastikan tidak ada upaya perlindungan terhadap oknum.

“Kalau tidak ada yang disembunyikan, kenapa kasus ini seperti jalan di tempat? Kami hanya ingin keadilan ditegakkan,” kata Rismawati.

Di sisi lain, respons aparat justru terkesan normatif dan minim transparansi. Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, hanya memberikan jawaban singkat.

“Saya cek dulu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dari PN Maros ke MA, Budiman S Kejar Keadilan atas Sengketa Lahan

KBO Reskrim, Rusdiono, bahkan mengarahkan konfirmasi ke penyidik lain tanpa memberikan penjelasan substansial.

“Hubungi Unit Pidum, penyidiknya yang menangani,” katanya.

Sementara itu, penyidik yang disebut menangani perkara, Ismunandar, belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan, meski pesan konfirmasi telah terbaca.

Minimnya keterbukaan dan lambannya penanganan membuat kepercayaan publik kembali diuji. Di tengah sorotan terhadap profesionalisme aparat, kasus ini menjadi ujian nyata.

apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru tumpul ke dalam?

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun penanganan dugaan pelanggaran etik dalam kasus tersebut.

Bersambung…
(Tim)

Berita Terkait

Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 Miliar, Jejak Diduga Mengarah ke Elite Anggaran
Diduga Sedot Solar Subsidi untuk Bisnis Timbunan, Aktivitas Tambang di Gowa Disorot
Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan
Tak Mau Ada yang Ditutupi, Poros Rakyat Indonesia Minta Audit Menyeluruh Pemanfaatan Lahan Negara
Geger Dana Desa Tamalate, BPD Seret Dugaan Pelanggaran ke DPRD Takalar
Poros Rakyat Indonesia Bongkar Dugaan Jaringan Pelindung Tambang Emas di Biringbulu
Bisnis Solar Subsidi Diduga Berjalan Mulus di Parepare, Modus Barcode Ganda Terendus
Tambang Ilegal Menjamur di Gowa, Kinerja Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Gowa Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:39 WITA

Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 Miliar, Jejak Diduga Mengarah ke Elite Anggaran

Senin, 22 Juni 2026 - 18:33 WITA

Diduga Sedot Solar Subsidi untuk Bisnis Timbunan, Aktivitas Tambang di Gowa Disorot

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:38 WITA

Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:27 WITA

Geger Dana Desa Tamalate, BPD Seret Dugaan Pelanggaran ke DPRD Takalar

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:19 WITA

Poros Rakyat Indonesia Bongkar Dugaan Jaringan Pelindung Tambang Emas di Biringbulu

Berita Terbaru