PPK dan Kontraktor Proyek Harus Dipanggil! Massa Ancam Aksi Lanjutan

Tojeng

Jumat, 1 Agustus 2025 - 11:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

aktivis dari Koalisi Lintas Lembaga

aktivis dari Koalisi Lintas Lembaga

Gedor.id-Dugaan korupsi dalam proyek rehabilitasi Stadion Andi Mappe, Kabupaten Pangkep, kembali membetot perhatian publik. Jumat (1/8/2025)

Puluhan aktivis dari Koalisi Lintas Lembaga turun ke jalan dan mengepung Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) dalam aksi “Maraton Jilid II” Senin

Mereka tidak sekadar berteriak. Dokumen dan data baru disodorkan—isi yang diyakini bakal membongkar benang kusut permainan anggaran dalam proyek bernilai miliaran rupiah itu.

BACA JUGA :  Laporan Budiman S Diterima Subdit Siber, Penyebar Hoaks Diincar Polisi

Indikasi penyimpangan disebut semakin kuat, mulai dari dugaan markup hingga ketidaksesuaian pelaksanaan teknis.

Sasaran massa jelas: Kejati diminta tak lagi bermain aman. Mereka mendesak agar PPK, kontraktor pelaksana, serta oknum-oknum yang diduga terlibat langsung diseret ke meja penyidikan.

“Jangan ada lagi alasan menunggu! Bukti sudah kami bawa. Jika Kejati serius, segera tetapkan tersangka!” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

BACA JUGA :  Bola Soba Terbengkalai, Dugaan Korupsi Mengendap, Kapolres Bone Disomasi

Aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan parah di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo. Konsentrasi massa membuat polisi harus berjibaku mengatur lalu lintas sekaligus menjaga agar unjuk rasa tetap berjalan tertib.

Perwakilan massa akhirnya diterima langsung oleh Kasi Penkum Kejati Sulsel, Sotarmi, SH., MH. Di hadapan demonstran, Sotarmi berjanji akan menindaklanjuti laporan yang mereka bawa.

“Kami sudah menerima seluruh dokumen. Proses hukum akan kami jalankan sesuai aturan. Semua pihak yang terkait akan dipanggil dan diperiksa,” ujarnya.

Namun, janji semata tak cukup bagi koalisi. Mereka menyatakan akan terus melakukan tekanan publik hingga Kejati menunjukkan keberanian mengambil langkah konkret.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Digelontorkan, Spesifikasi Diduga Menyimpang di SMPN 19 Sinjai

“Publik sudah bosan dengan penegakan hukum yang lamban. Kami akan kawal terus. Jika Kejati tak bergerak, kami pastikan aksi akan berlanjut hingga ada tersangka!” tegas koordinator aksi.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar
Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan
Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’
Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban
BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros
2 Pelangsir Disikat, Operator SPBU Belum Terseret, Polres Parepare Pilih Kasus?
Dana Sudah Masuk, Rumah Tak Kunjung Berdiri, PT Mustika DBL Property Didesak Bertanggung Jawab
Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:27 WITA

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:37 WITA

Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan

Jumat, 25 September 2026 - 23:00 WITA

Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’

Jumat, 25 September 2026 - 01:04 WITA

Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban

Minggu, 20 September 2026 - 16:57 WITA

BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA