Gaji Karyawan Rp 3 Juta Raib, PT Cahaya Putra Dinilai Tak Transparan

Tojeng

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor PLN Ranting Takalar Vendor PT. Cahaya Putra Bersama

Kantor PLN Ranting Takalar Vendor PT. Cahaya Putra Bersama

Gedor.id- Seorang karyawan PT. Cahaya Putra Bersama (CPB), vendor yang bermitra dengan PLN Ranting Takalar, mengaku diberhentikan secara sepihak dan tidak menerima gaji bulan Juni 2025.

Pemutusan hubungan kerja itu diduga terjadi setelah ia diminta menanggung pembayaran tagihan pelanggan PLN yang belum melunasi kewajiban mereka.

Karyawan bernama Muhammad Alwi mengungkapkan bahwa dirinya diberhentikan tanpa adanya surat peringatan (SP) maupun pemberitahuan resmi dari pihak perusahaan.

“Tiba-tiba saya dihubungi koordinator dan diberitahu kalau saya diberhentikan. Padahal sebelumnya tidak pernah ada SP atau surat pemberitahuan apapun,” ujar Alwi, Kamis (4/7/2025).

BACA JUGA :  Tiga Kali Abaikan Panggilan, Wakil Bupati Gowa Bisa Dijemput Paksa

Tak hanya itu, Alwi juga mengeluhkan gaji bulan Juni yang belum dibayarkan. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti perhitungan gaji yang seharusnya ia terima karena tidak ada rincian kontrak yang jelas.

Ia juga menyebut sistem pembayaran selama ini dilakukan tidak langsung oleh perusahaan, melainkan melalui koordinator lapangan.

“Gaji saya katanya sekitar Rp3 jutaan, tapi saya tidak pernah tahu dasarnya. Semua pembayaran pun selama ini melalui koordinator, bukan langsung dari bendahara perusahaan,” keluhnya.

Sementara itu, Koordinator PT. CPB, Resa Pratama, membantah bahwa pemutusan hubungan kerja dilakukan secara sepihak.

BACA JUGA :  Narkoba Bikin Karier Hancur, Aipda RS Dipecat dari Polres Bone

Menurutnya, Alwi sudah dimutasi sejak Januari 2025 ke Kabupaten Maros, namun tetap dipertahankan di Takalar karena dianggap masih mampu memenuhi target.

“Soal SP, sudah kami siapkan. Tapi yang bersangkutan tidak pernah datang mengambilnya di kantor kami di Jalan Dg. Tata I, Makassar,” ujar Resa saat ditemui di kantor CPB Takalar, Jumat (4/7/2025).

Mengenai gaji yang belum dibayarkan, Resa menjelaskan bahwa Alwi memiliki utang kepada perusahaan sebesar Rp4 juta.

Oleh karena itu, gajinya yang sekitar Rp3 juta ditahan untuk menutupi kekurangan tersebut.

BACA JUGA :  Buni Yani Sebut Forum Purnawirawan TNI Tak Terima Gibran Gantikan Prabowo

“Gajinya kami tahan karena dia masih punya utang yang dipakai untuk menebus tagihan pelanggan yang belum melunasi,” jelasnya.

Resa juga mengakui bahwa sistem pembayaran melalui koordinator memang dilakukan, meski tidak sesuai dengan prosedur resmi perusahaan.

“Itu memang praktik yang terjadi di lapangan, tapi kami akui bahwa itu tidak sesuai aturan resmi perusahaan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen pusat PT. Cahaya Putra Bersama terkait kasus ini.

(K7)

Berita Terkait

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?
Jangan-Jangan Sidak Hanya Formalitas, Aktivitas Kalabbirang Tetap Menggeliat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WITA

SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA