Kasus Dipaksakan, Hukum Dibelokkan? Sukri Lawan Balik Penyidik Polres Bulukumba

Tojeng

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukri di Propam Polda Sulsel

Sukri di Propam Polda Sulsel

Gedor.id– Penanganan kasus dugaan percobaan pembunuhan di Polres Bulukumba mulai menuai sorotan. Kamis (16/10/2025)

Sukri, yang menjadi terlapor dalam perkara tersebut, menilai proses hukum yang dijalankan terkesan dipaksakan dan tidak objektif.

Ia pun melapor balik ke Propam Polda Sulawesi Selatan, menuntut keadilan serta meminta dilakukan gelar perkara khusus.

Sukri bahkan melaporkan penyidik pidana umum (Pidum) dan Kanit Pidum Polres Bulukumba ke Propam, Irwasda, serta Kabag Wassidik.

Ia menuding adanya rekayasa laporan dan keterangan palsu yang disampaikan pelapor bernama Jusnaeni, sehingga kasus ini berkembang tidak wajar.

“Saya tidak bisa terima tuduhan itu. Saya disebut pelaku percobaan pembunuhan tanpa dasar. Tuduhan itu sangat merugikan saya dan keluarga,” tegas Sukri.

Menurut Sukri, laporan yang menuduhnya hendak menabrak korban menggunakan sepeda motor hanyalah cerita sepihak tanpa bukti kuat.

BACA JUGA :  Laporan Budiman S Diterima Subdit Siber, Penyebar Hoaks Diincar Polisi

Ia menduga proses penyidikan dilakukan terburu-buru dan sarat tekanan, tanpa verifikasi mendalam terhadap fakta di lapangan.

“Saya hanya ingin keadilan. Jangan sampai hukum dijalankan dengan asumsi, bukan bukti,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kanit Pidum Polres Bulukumba, Aiptu Supriadi, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa Jusnaeni sempat melapor pada malam takbiran dengan tuduhan percobaan pembunuhan.

BACA JUGA :  Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Bangun Pojok Edukasi di Garuntungan Bulukumba

Namun, hasil pemeriksaan ternyata tidak menemukan saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Kejadiannya kalau tidak salah saat takbiran mau Lebaran. Jusnaeni melaporkan penganiayaan karena ada luka. Awalnya memang dia bilang percobaan pembunuhan, katanya mau ditabrak motor di Bontotiro,” ungkap Supriadi.

“Beberapa saksi dari pihak korban mengaku tidak melihat langsung. Mereka hanya mendengar cerita dari korban bahwa dirinya nyaris ditabrak oleh Sukri,” tambahnya.

Supriadi menyebut, berdasarkan pemeriksaan, korban hanya ditemukan menangis di jalan usai kejadian.

BACA JUGA :  Mafia Narkoba Diduga Main Mata dengan Aparat, Terdakwa Dijadikan Tumbal di PN Makassar

Keterangan tentang percobaan penabrakan hanya bersumber dari ucapan korban sendiri, tanpa dukungan saksi atau bukti visual.

“Saksi hanya menyampaikan ucapan korban, tidak ada yang menyaksikan langsung,” jelasnya.

Situasi ini membuat Sukri semakin yakin bahwa laporan tersebut mengandung kejanggalan serius.

Ia berharap Propam Polda Sulsel segera mengusut dugaan penyidikan yang tidak profesional dan menggelar perkara secara terbuka untuk memastikan penegakan hukum berjalan adil dan transparan.

(Tim)

Berita Terkait

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina
Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WITA

Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WITA

Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WITA

BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA