Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi-Tambang dan Dump Truk

Ilustrasi-Tambang dan Dump Truk

Gedor.id– Aktivitas tambang galian C di Lingkungan Kaluku, Desa Purna Karya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, menjadi sorotan warga setempat.

Tambang tersebut disebut-sebut dikelola oleh dua pengusaha berinisial JK dan SP.

Namun hingga kini, legalitas aktivitas penambangan itu belum diketahui secara pasti, termasuk terkait izin usaha pertambangan maupun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

BACA JUGA :  Emak-Emak Hadang Excavator, Pemerintah Gowa Hanya Menonton

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun melakukan pengecekan guna memastikan aktivitas tambang tersebut berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Selain persoalan legalitas, masyarakat juga mengeluhkan dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan sekitar.

Meski belum ada data resmi terkait dampak kesehatan, warga mengaku mulai terganggu akibat debu serta kerusakan jalan yang dilalui kendaraan pengangkut material.

BACA JUGA :  Tambang 'Ilegal' Renggut Hutan Desa, Penegak Hukum Cuma Jadi Penonton

“Debu dari kendaraan pengangkut sangat mengganggu warga. Material juga sering jatuh di jalan, sementara kondisi jalan semakin rusak karena setiap hari dilalui dump truk,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Jumat (15/5/2026)

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah dump truk terlihat hilir mudik mengangkut material tanah timbunan.

Selain itu, alat berat jenis excavator juga tampak beroperasi di area penambangan.

BACA JUGA :  Fitnah di Media Digital, Warga Maros Resmi Lapor Polisi

Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas tambang tersebut, termasuk memastikan adanya pengawasan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan agar tidak merugikan warga sekitar.

Sampai berita ini dipublikasikan pihak terkait belum Bisa di Temui

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media
Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD
BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar
BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah
Mafia Narkoba Diduga Main Mata dengan Aparat, Terdakwa Dijadikan Tumbal di PN Makassar
Jeriken Solar Menumpuk, Dugaan Mafia BBM Subsidi di Takalar Kini Jadi Sorotan Panas
Truk Hilir Mudik, Debu Beterbangan, Tambang Diduga Ilegal di Maros Dikeluhkan
Demo Berujung Anarkis, Pemkab Takalar Laporkan Perusakan Aset

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:12 WITA

Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:46 WITA

Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:10 WITA

Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:39 WITA

BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:54 WITA

BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah

Berita Terbaru

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah

Daerah

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA