Gubernur Sumut Disemprot! APBD 2025 Dinilai Gelap, Sarat Kepentingan Tersembunyi

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Pemerhati Indonesia Raya (KAPIR)

Koalisi Pemerhati Indonesia Raya (KAPIR)

Gedor.id– Rapat paripurna DPRD Sumatera Utara yang seharusnya fokus pada pengesahan Ranperda Perubahan APBD 2025 justru berubah menjadi panggung amarah. Rabu (17/9/2025)

Gubernur Sumut dinilai bukan hanya gagal memberi jawaban, tapi juga menunjukkan sikap arogan, tidak transparan, bahkan kekanak-kanakan di hadapan wakil rakyat.

Wakil Ketua Koalisi Pemerhati Indonesia Raya (KAPIR), Rahmad Situmorang, menilai Gubernur telah mempermalukan jabatan yang diembannya.

“Kritik soal pergeseran anggaran dijawab dengan defensif, bukannya logis. Ini forum resmi rakyat, bukan panggung sandiwara. Sikap seperti itu sangat mengecewakan,” tegas Rahmad.

Misteri Anggaran Rp41 Miliar

Sorotan tajam muncul pada hibah Rp41 miliar yang tiba-tiba dialihkan ke Universitas Sumatera Utara (USU).

Dana ini semula berasal dari pos Biro Kesejahteraan Rakyat yang menyentuh langsung kebutuhan publik.

BACA JUGA :  Anggaran Miliaran Disembunyikan, Diskominfo Gowa Diduga Lindungi Media Titipan

Rahmad mempertanyakan: untuk siapa sebenarnya anggaran ini?

“Mengapa koperasi Merah Putih yang menopang ekonomi rakyat justru dipangkas? Mengapa pertanian, pangan, hingga panti asuhan ditinggalkan? Kenapa Rp41 miliar begitu gampang dialihkan ke USU? Ada kepentingan apa di balik ini?” katanya keras.

Langkah ini dianggap tidak sejalan dengan prioritas Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan keberpihakan pada ekonomi rakyat.

Transparansi Nol Besar

Kemarahan KAPIR sejalan dengan kritik Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra. Anggota dewan, Syahrul Efendi Siregar, menegaskan bahwa pergeseran anggaran tahap 1 hingga tahap 7 dilakukan tanpa pemberitahuan jelas.

“Bertahun-tahun bicara transparansi, tapi faktanya nihil. Baru hari ini dijelaskan setelah kami tekan habis-habisan. Ini bukan uang pribadi, ini uang rakyat!” sindir Syahrul.

BACA JUGA :  LSM GEMPUR Bongkar ‘Power Play’ MR Siregar di Dinas Pertanian Deli Serdang

Gubernur Balik Menyerang

Alih-alih memberi klarifikasi, Gubernur justru menuding DPRD lewat sindiran soal tunjangan perumahan dewan.

Bagi KAPIR, sikap itu bukan hanya pengalihan isu, melainkan strategi murahan untuk menutupi kelemahan.

“Setiap kali kesalahan Pemprov dibuka, Gubernur balas menyerang. Kalau memang bersih, jawab saja dengan data. Jangan main gertak dan menutup-nutupi. Itu bukan sikap negarawan, tapi gaya politik picik,” serang Rahmad.

Pola Lama, Masalah Lama

Bagi pengamat, ini bukan kali pertama Pemprov Sumut tersandung polemik anggaran. Pergeseran tanpa penjelasan, tumpang tindih prioritas, hingga sindiran politik di forum resmi disebut-sebut sudah menjadi pola berulang di era kepemimpinan Gubernur saat ini.

BACA JUGA :  Diskominfo Gowa Diduga Tutupi Aliran Dana Rp1,1 Miliar ke Media

Jika dibiarkan, bukan hanya DPRD yang dilecehkan, melainkan rakyat Sumut yang haknya terus dipermainkan.

Lima Poin Keras KAPIR

OPD dan TAPD gagal membuka data perubahan APBD 2025.

Pergeseran tahap 1–7 dilakukan diam-diam tanpa pemberitahuan resmi.

Klarifikasi baru muncul setelah tekanan politik DPRD.

Gubernur dianggap enggan menjawab secara terbuka soal anggaran.

Sindiran soal tunjangan DPRD dinilai manipulatif dan tak relevan.

“Kami Tidak Akan Diam”

KAPIR menegaskan siap mengawal jalannya APBD Sumut 2025 dan membuka setiap penyimpangan.

“Kami akan bongkar kalau ada penyalahgunaan. Rakyat jangan dikhianati. Kekuasaan bukan untuk memperkaya kelompok tertentu, tapi untuk kesejahteraan Sumut,” tutup Rahmad Situmorang.

(Tim)

Berita Terkait

FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang
Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan
Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel
Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara
Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel
Geng Motor Ricuh dengan Warga di Makassar, Motor Trail Ludes Dilalap Api
Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!
Ngaku Dikeroyok, Disiksa, hingga Dipaksa Transfer Rp15 Juta, Warga Jeneponto Tempuh Jalur Hukum Lawan Oknum Polisi

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:03 WITA

FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:17 WITA

Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:33 WITA

Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WITA

Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:56 WITA

Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel

Berita Terbaru