Bau Amis Mafia Tanah Menggelitik di Gowa, LMR-RI Bongkar ‘Dosa’ Administrasi

Gedor Id

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di lokasi sengketa lahan Jalan Macanda, Gowa. Tim kuasa hukum dan pendamping ahli waris menunjukkan bukti-bukti lapangan terkait adanya tumpang tindih alas hak (persil) yang diduga terjadi akibat ketidaktelitian administrasi di tingkat kelurahan dan BPN.

Suasana di lokasi sengketa lahan Jalan Macanda, Gowa. Tim kuasa hukum dan pendamping ahli waris menunjukkan bukti-bukti lapangan terkait adanya tumpang tindih alas hak (persil) yang diduga terjadi akibat ketidaktelitian administrasi di tingkat kelurahan dan BPN.

Gedor.id – Sengketa lahan di Jalan Macanda, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, kian memanas dan menjadi perhatian publik.

Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komda Gowa bersama Laskar Garuda turun langsung mengawal proses persidangan di Pengadilan Negeri Sungguminasa.

Perkara dengan nomor 111/Pdt.G/2025/PN Sgm tersebut merupakan gugatan dari ahli waris Kolleng bin Djamaung (Dahlan) yang merasa hak atas tanahnya terancam akibat terbitnya sejumlah Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diduga bermasalah.

Ketua LMR-RI Komda Gowa, Supri Daeng Mattawang, secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya pihak Kelurahan Romangpolong dan aparat lingkungan, agar lebih cermat dalam melakukan verifikasi dokumen kepemilikan tanah.

BACA JUGA :  PTSL Maros, Uang Warga Disedot, Hukum Menghilang

Menurutnya, terdapat indikasi kuat cacat yuridis dalam penerbitan sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Tidak masuk akal dalam satu hamparan lokasi yang sama muncul dasar kepemilikan berbeda-beda. Ada yang memakai SK Gubernur, ada Persil 15 DIII, bahkan Persil 1 DI, padahal lokasi tersebut berada di Persil 15 DII Lompo Macanda,” tegas Supri.

Ia menilai, ketidaktelitian dalam proses administrasi seperti penerbitan surat pengantar dan sporadik dapat berujung pada konflik serius dan merugikan pemilik sah.

“Program PTSL seharusnya membantu masyarakat mendapatkan kepastian hukum, bukan justru membuka celah perampasan lahan akibat kelalaian,” tambahnya.

BACA JUGA :  Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan

Sementara itu, Kuasa Hukum Penggugat, Alimuddin Daeng Lau, S.H., mengungkapkan hasil penelusuran warkah dari ATR/BPN Gowa yang menunjukkan adanya ketidaksinkronan dasar kepemilikan di antara para pihak tergugat.

Beberapa sertifikat tercatat menggunakan dasar alas hak yang berbeda, mulai dari Persil 1 DI, Persil 15 DI dan DIII, hingga Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan tahun 1986 dan 1988, meskipun berada dalam satu wilayah yang sama.

Pihak penggugat, yang merupakan ahli waris Badolo bin Sattu, mengaku telah mengantongi bukti autentik berupa Surat Keterangan Riwayat Tanah, dokumen IPEDA, serta silsilah keluarga yang sah.

BACA JUGA :  Sengketa Panas Berujung Penjara, HMA Jadi Pihak yang Paling Terhimpit

Mereka menilai klaim pihak lain atas lahan tersebut diduga terjadi akibat penerbitan sertifikat tanpa verifikasi lapangan yang akurat dan menyeluruh.

LMR-RI Komda Gowa bersama Laskar Garuda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya persidangan hingga tuntas, guna memastikan keadilan bagi masyarakat, khususnya para ahli waris yang merasa dirugikan.

Kasus ini pun menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan instansi terkait agar lebih berhati-hati dalam proses administrasi pertanahan, terutama dalam program strategis seperti PTSL.

 

(MR/ID)
Source : zonafaktualnews.com 

Berita Terkait

60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga
AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah
Mediasi Tak Puaskan Keluarga, Orangtua Siswi SD di Takalar Ancam Lapor Polisi

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WITA

60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga

Kamis, 17 September 2026 - 15:13 WITA

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:26 WITA

“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA