Isu P3K Dianggap Dipolitisasi, Kepemimpinan Takalar Diminta Tak Dijatuhkan

Tojeng

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Gedor.id– Pemuda, aktivis, dan masyarakat Kabupaten Takalar menilai polemik yang berkembang terkait persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) perlu disikapi secara bijak, objektif, dan proporsional.

Mereka mengingatkan agar perjuangan menuntut kesejahteraan tidak bergeser menjadi serangan personal terhadap kepemimpinan daerah.

Penganggaran gaji P3K, menurut mereka, bukanlah keputusan sepihak kepala daerah.

Proses tersebut melalui mekanisme panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga pemerintah pusat, serta harus menyesuaikan dengan kemampuan fiskal dan regulasi yang berlaku.

BACA JUGA :  Saat Ternak Raib, Penegakan Hukum di Takalar Ikut Menghilang

Karena itu, tuntutan yang meminta Bupati dan Wakil Bupati Takalar, DM–HHY, untuk mundur dari jabatannya dinilai tidak berdasar dan cenderung berlebihan.

Kepemimpinan daerah, kata mereka, tidak bisa dihakimi hanya dari satu persoalan tanpa melihat konteks, proses, dan upaya yang sedang berjalan.

DM–HHY dipilih secara demokratis dan memiliki mandat sah dari rakyat Takalar. Selama tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum atau penyalahgunaan wewenang, tuntutan pengunduran diri tersebut patut dipertanyakan motif dan urgensinya.

BACA JUGA :  Bangunan MBG di Takalar Disoal, Diduga Berdiri Tanpa PBG, Koalisi Pemuda Nilai Ada Pembiaran Sistematis

Mereka juga menegaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Takalar selama ini terus berupaya mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat, termasuk memperjuangkan hak-hak P3K sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menjadikan isu P3K sebagai alat untuk menjatuhkan kepemimpinan daerah justru berpotensi memicu kegaduhan politik dan menghambat roda pembangunan di Kabupaten Takalar.

BACA JUGA :  Dugaan Praktik Ilegal di Balik Penimbunan Tanah, HIPERMATA Desak Pemeriksaan

Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diajak menyampaikan aspirasi secara santun, konstruktif, dan berorientasi pada solusi, bukan melalui narasi provokatif yang dapat memecah belah persatuan.

“Mari kita kawal bersama jalannya pemerintahan dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan tanggung jawab demi terwujudnya Kabupaten Takalar yang maju, adil, dan sejahtera,” demikian seruan mereka. Jumat (6/2/2026)

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati
60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga
AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:04 WITA

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WITA

60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga

Kamis, 17 September 2026 - 15:13 WITA

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA