Isu P3K Dianggap Dipolitisasi, Kepemimpinan Takalar Diminta Tak Dijatuhkan

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Gedor.id– Pemuda, aktivis, dan masyarakat Kabupaten Takalar menilai polemik yang berkembang terkait persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) perlu disikapi secara bijak, objektif, dan proporsional.

Mereka mengingatkan agar perjuangan menuntut kesejahteraan tidak bergeser menjadi serangan personal terhadap kepemimpinan daerah.

Penganggaran gaji P3K, menurut mereka, bukanlah keputusan sepihak kepala daerah.

Proses tersebut melalui mekanisme panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga pemerintah pusat, serta harus menyesuaikan dengan kemampuan fiskal dan regulasi yang berlaku.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Rp12,4 M di Takalar Mencuat, Saluran Dibangun Tanpa Pintu Air

Karena itu, tuntutan yang meminta Bupati dan Wakil Bupati Takalar, DM–HHY, untuk mundur dari jabatannya dinilai tidak berdasar dan cenderung berlebihan.

Kepemimpinan daerah, kata mereka, tidak bisa dihakimi hanya dari satu persoalan tanpa melihat konteks, proses, dan upaya yang sedang berjalan.

DM–HHY dipilih secara demokratis dan memiliki mandat sah dari rakyat Takalar. Selama tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum atau penyalahgunaan wewenang, tuntutan pengunduran diri tersebut patut dipertanyakan motif dan urgensinya.

BACA JUGA :  Kasus Bantuan Beras Masuk ke LBH, Data Kelurahan Justru Ungkap Fakta Lain

Mereka juga menegaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Takalar selama ini terus berupaya mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat, termasuk memperjuangkan hak-hak P3K sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menjadikan isu P3K sebagai alat untuk menjatuhkan kepemimpinan daerah justru berpotensi memicu kegaduhan politik dan menghambat roda pembangunan di Kabupaten Takalar.

BACA JUGA :  Ada Apa di Balik Rp14 M BUMDes Takalar? Kasus Tak Bergerak

Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diajak menyampaikan aspirasi secara santun, konstruktif, dan berorientasi pada solusi, bukan melalui narasi provokatif yang dapat memecah belah persatuan.

“Mari kita kawal bersama jalannya pemerintahan dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan tanggung jawab demi terwujudnya Kabupaten Takalar yang maju, adil, dan sejahtera,” demikian seruan mereka. Jumat (6/2/2026)

Editor : Darwis

Berita Terkait

RLH Takalar Disorot, Nama Warga Miskin Hilang dari Daftar, Siapa Bertanggung Jawab?
Jejak Bisnis Nikel Kolaka Dikuliti, Penyidik Kantongi Dokumen Strategis dan Transaksi Jumbo
Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain
Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang
Camat Sanrobone Akui Ada Tawaran Bantuan Dana dari Sekdes, Bantah Pernah Meminta
DPRD Bongkar Buruknya Sistem Keselamatan di Apparalang, Pengelola Jadi Sorotan
Dituding Terima Setoran Bandar Narkoba, Satresnarkoba Polres Gowa Beri Klarifikasi Tegas
Tanpa PBG, Proyek Ritel di Barembeng Dituding Injak-Injak Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:14 WITA

RLH Takalar Disorot, Nama Warga Miskin Hilang dari Daftar, Siapa Bertanggung Jawab?

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:28 WITA

Jejak Bisnis Nikel Kolaka Dikuliti, Penyidik Kantongi Dokumen Strategis dan Transaksi Jumbo

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:09 WITA

Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:59 WITA

Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:24 WITA

Camat Sanrobone Akui Ada Tawaran Bantuan Dana dari Sekdes, Bantah Pernah Meminta

Berita Terbaru