Lahan Warisan Jadi Rebutan, Warga Sanjai Bongkar Riwayat Transaksi Lama Habedia

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Ketemu Kepala desa Sanjai dan ahli Waris

Saat Ketemu Kepala desa Sanjai dan ahli Waris

Gedor.id– Konflik kepemilikan lahan di Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, kembali memanas. Keluarga ahli waris almarhumah Habedia mendesak Polres Sinjai segera mengosongkan lahan yang mereka klaim sebagai milik sah keluarga.

Salah satu ahli waris, Comang, menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan persoalan tersebut ke Polres Sinjai dengan nomor laporan informasi 313/IX/2025/Reskrim, tertanggal 24 September 2025, dan telah ditindaklanjuti melalui Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sp. Lidik/877/X/Res.1.11./2025.

“Lahan itu milik ibu kami, almarhumah Habedia. Tapi sekarang dikuasai seseorang bernama Daming, yang membeli lahan dari Arifuddin tanpa sepengetahuan kami sebagai ahli waris,” ujar Comang kepada wartawan, Sabtu (18/10/2025).

Comang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penguasaan lahan secara tidak sah dan mendesak aparat bertindak cepat.

“Kami minta polisi tegas. Lahan itu harus segera dikosongkan dan jangan ada aktivitas penggarapan sebelum ada kejelasan hukum, baik dari hasil penyelidikan maupun putusan pengadilan,” tegasnya.

Versi Warga dan Keluarga Penjual

Hasil penelusuran media ini menunjukkan, sejumlah warga Desa Sanjai membenarkan bahwa lahan tersebut dulunya memang milik Habedia.

BACA JUGA :  Tanah Warisan Keluarga Raib Diduga Dijual Penggarap, Ahli Waris Ancam Laporkan Semua Pihak

Dua warga, masing-masing berinisial Ab dan ST, menyebut bahwa Arifuddin sempat menggarap lahan itu sebelum kemudian menjualnya kepada Daming.

Menariknya, salah satu anak Arifuddin juga mengklaim bahwa transaksi jual beli antara ayahnya dan Habedia memang pernah terjadi.

“Setahu saya tanah itu sudah dibayar lunas. Waktu itu Bu Habedia memang sedang butuh uang, jadi dijual ke bapak saya. Bahkan, ada tambahan seekor kambing dalam transaksi itu,” ungkapnya.

Polisi Janji Bertindak Hati-hati

Menanggapi polemik tersebut, Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu Dr. Adi Asrul, SH, MH, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan ahli waris dan mengawal proses hukum dengan cermat.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut. Imbauan juga akan disampaikan agar tidak ada aktivitas di atas lahan selama proses penyelidikan dan penyidikan berlangsung,” jelasnya.

Dengan dua pihak sama-sama mengklaim memiliki hak sah atas tanah warisan itu, konflik di Desa Sanjai tampaknya masih akan terus berlanjut hingga ke meja hukum.

BACA JUGA :  Ahli Waris Percaya Aksa Mahmud Bisa Menyikapi dengan Bijak Polemik Tanah SHM 1965

Editor : Darwis
Follow berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah
Diduga Gunakan Data SPPT Nonaktif, SKKT Terbitan Oknum Lurah Dipertanyakan di Pengadilan
Bau Amis Mafia Tanah Menggelitik di Gowa, LMR-RI Bongkar ‘Dosa’ Administrasi
Kasat Lantas Takalar Pimpin Langsung Patroli Penindakan Kendaraan ODOL
Kasus Solar Subsidi Takalar Memanas, Warga Warning Polisi Jangan Lepas Pelaku
Orasi Ilmiah di Pelantikan HMI: Tiga Pilar Wajib Kader untuk Hadapi Tantangan Zaman
Marsumar Nahkodai LPK Mandiri Kreatif, Siapkan Tenaga Kerja Hadapi Hilirisasi
Panas di Internal KONI Jeneponto, Musorkablub Picu Perdebatan

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:29 WITA

Diduga Gunakan Data SPPT Nonaktif, SKKT Terbitan Oknum Lurah Dipertanyakan di Pengadilan

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WITA

Bau Amis Mafia Tanah Menggelitik di Gowa, LMR-RI Bongkar ‘Dosa’ Administrasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:12 WITA

Kasat Lantas Takalar Pimpin Langsung Patroli Penindakan Kendaraan ODOL

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:09 WITA

Kasus Solar Subsidi Takalar Memanas, Warga Warning Polisi Jangan Lepas Pelaku

Berita Terbaru

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah

Daerah

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA