Wali Kelas Tantang Orang Tua Siswi Korban “Silakan Lapor Polisi!”

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang tua Murid, Kepsek SMA dan Wali kelas

Orang tua Murid, Kepsek SMA dan Wali kelas

Gedor.id– Dunia pendidikan di Kabupaten Takalar kembali diguncang skandal. Seorang siswi kelas XII IPS 1 UPT SMAN 2 Takalar, Mei Khumairah, diduga menjadi korban perundungan dan hukuman ekstrem yang dijatuhkan wali kelasnya sendiri, Hj. Martini.

Insiden itu terjadi saat upacara bendera pada Senin, 25 Agustus 2025. Mei datang terlambat bersama puluhan siswa lain.

Namun, perlakuan yang diterimanya justru jauh berbeda: hanya dirinya yang dipaksa berdiri di bawah terik matahari selama berjam-jam, sementara siswa lain langsung diperbolehkan masuk ke kelas.

Orang tua korban, Rahman Daeng Ta’le, meledak marah.

 “Saya sangat kecewa. Ini bukan pendidikan, ini penyiksaan. Anak saya dipermalukan di depan teman-temannya,” ujarnya dengan nada geram, Jumat (29/8/2025).

BACA JUGA :  Hukum Jangan Tajam ke Bawah! Dugaan Rest Area Azazil Bakery Tanpa PBG Disorot

Amarah Rahman kian memuncak saat ia mencoba meminta klarifikasi ke sekolah.

Bukannya mendapat jawaban bijak, wali kelas Hj. Martini justru menantangnya.

“Silakan lapor polisi kalau tidak terima. Saya juga punya banyak keluarga di hukum,” kata Martini dengan nada tinggi, sebagaimana ditirukan Rahman.

Tak ingin masalah ini dianggap remeh, keluarga korban resmi melapor ke Polres Takalar dan menegaskan tidak akan menempuh jalur damai.

“Ini bukan sekadar masalah pribadi. Ini soal keselamatan dan martabat anak-anak di sekolah. Saya tidak mau kejadian ini terulang,” tegas Rahman.

Lebih mengejutkan lagi, menurut pengakuan salah seorang guru, beberapa guru sempat berusaha menghentikan hukuman itu, tapi diabaikan. Bahkan Hj. Martini disebut berkata: “Biar sampai pingsan.”

BACA JUGA :  BGN Sulsel Buka Penelusuran, Polemik Pemberhentian Relawan MBG Takalar Jadi Sorotan

Mei yang kelelahan akhirnya pulang lebih awal dan melaporkan peristiwa memilukan itu kepada orang tuanya.

Kasus ini tak hanya menyeret nama Hj. Martini. Kepala UPT SMAN 2 Takalar, Abd. Rauf, ikut disorot karena dianggap lalai mengawasi bawahannya.

Desakan pencopotan pun menyeruak, apalagi sebelumnya sekolah ini juga pernah diterpa isu pemotongan dana bantuan siswa.

“Sekarang anak kami diperlakukan seperti tahanan. Cukup sudah. Kepala sekolah harus ikut bertanggung jawab,” kata Rahman dengan nada penuh emosi.

Sorotan publik kini mengarah ke Dinas Pendidikan Sulsel. Kadisdik, Andi Iqbal Najamuddin, saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan resmi, tapi berjanji segera turun tangan.

BACA JUGA :  Camat Sanrobone Akui Ada Tawaran Bantuan Dana dari Sekdes, Bantah Pernah Meminta

“Saya akan kroscek langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi ini,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).

Sementara itu, Kepala UPT SMAN 2 Takalar, Abd. Rauf, mengklaim pihak sekolah sudah mencoba menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Ia berjanji akan memberi sanksi pada Hj. Martini jika terbukti melanggar etika pendidikan.

“Kami akan rapat internal dan mengambil langkah tegas bila ada pelanggaran,” katanya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Hj. Martini masih bungkam. Saat dihubungi, ia hanya menjawab singkat bahwa dirinya sedang mengajar.

Kasus ini membuat banyak orang tua resah. Mereka menilai sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman dan mendidik, kini justru berubah menjadi tempat menakutkan

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kesultanan Gowa Tegaskan Perjuangan Konstitusional, DPRD Terima Tuntutan Pencabutan Perda
Kesultanan Gowa Gelar Pasukan, Tuntutan Cabut Perda LAD Menggema
BGN Sulsel Buka Penelusuran, Polemik Pemberhentian Relawan MBG Takalar Jadi Sorotan
Dipecat Lewat WhatsApp, Relawan MBG Takalar Bongkar Dugaan Bobroknya Tata Kelola SPPG
Dua Potong Ayam Berujung Pemecatan, Relawan MBG Takalar Pertanyakan Keadilan
Maros Ungguli Seluruh Daerah di Sulsel dalam Capaian Pendapatan APBD
Putri Takalar Tembus Panggung Nasional Lewat Kaligrafi Kontemporer
Kasat Lantas Takalar Didesak Tertibkan Truk Tebu Bermuatan Berlebih

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:07 WITA

Kesultanan Gowa Tegaskan Perjuangan Konstitusional, DPRD Terima Tuntutan Pencabutan Perda

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:05 WITA

Kesultanan Gowa Gelar Pasukan, Tuntutan Cabut Perda LAD Menggema

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:50 WITA

BGN Sulsel Buka Penelusuran, Polemik Pemberhentian Relawan MBG Takalar Jadi Sorotan

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WITA

Dipecat Lewat WhatsApp, Relawan MBG Takalar Bongkar Dugaan Bobroknya Tata Kelola SPPG

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:45 WITA

Dua Potong Ayam Berujung Pemecatan, Relawan MBG Takalar Pertanyakan Keadilan

Berita Terbaru