Camat Sanrobone Akui Ada Tawaran Bantuan Dana dari Sekdes, Bantah Pernah Meminta

Tojeng

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Sanrobone, Irham Latif

Camat Sanrobone, Irham Latif

Gedor.id– Isu dugaan permintaan dana sebesar Rp5 juta per desa oleh Camat Sanrobone, Irham Latif, untuk membayar tagihan listrik dan air PDAM Kantor Camat Sanrobone menjadi perbincangan di kalangan pemerintah desa di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dana itu disebut-sebut akan dikumpulkan dari seluruh desa di Kecamatan Sanrobone.

Dugaan permintaan tersebut disebut disampaikan melalui para sekretaris desa (sekdes) untuk diteruskan kepada masing-masing kepala desa.

Sejumlah sekdes yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah menerima informasi terkait rencana pengumpulan dana tersebut.

Namun, mayoritas kepala desa disebut tidak menyetujui usulan itu karena menilai Kantor Camat telah memiliki anggaran operasional yang dialokasikan untuk kebutuhan pembayaran listrik maupun air PDAM.

BACA JUGA :  Kasus HJ Mini Dibuka Lagi, Keluarga Korban Desak Penyelidikan Dipercepat

“Informasi yang kami terima saat itu, setiap desa diminta berkontribusi Rp5 juta untuk membantu pembayaran listrik dan PDAM kantor camat. Namun setelah kami sampaikan kepada kepala desa masing-masing, tidak ada yang sepakat karena dianggap sudah ada anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan tersebut,” ujar salah seorang sekdes kepada media.

Menanggapi isu yang berkembang, Camat Sanrobone Irham Latif membantah pernah meminta dana kepada pemerintah desa untuk membayar tagihan listrik maupun air PDAM kantor camat.

Menurut Irham, informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Ia mengaku justru pernah menerima tawaran bantuan dari salah seorang sekretaris desa saat proses pengurusan berkas pencairan Dana Desa beberapa bulan lalu.

BACA JUGA :  Bola Soba Terbengkalai, Dugaan Korupsi Mengendap, Kapolres Bone Disomasi

“Sekitar dua bulan lalu, saat pengurusan berkas pencairan Dana Desa, ada Sekdes Ujung Baji yang datang membawa berkas dan menawarkan bantuan dana kepada kami. Saat itu saya mengiyakan karena kebetulan tagihan listrik dan air kantor camat belum dibayarkan,” kata Irham saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Meski demikian, Irham menegaskan bahwa tawaran tersebut tidak pernah terealisasi.

Hingga kini, kata dia, tidak ada satu pun desa di Kecamatan Sanrobone yang menyerahkan dana sebagaimana isu yang berkembang.

“Faktanya, sampai sekarang tidak ada uang yang kami terima, bahkan satu rupiah pun belum ada. Setelah ditawarkan, para sekdes menyampaikan hal tersebut kepada kepala desa masing-masing, namun tidak ada kesepakatan sehingga tidak pernah terealisasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tanah Leluhur Diduga Dijual Diam-Diam, Ahli Waris Mina Bin Borahima Gugat KUD Harapan

Ia juga membantah pernah menginstruksikan maupun meminta pemerintah desa untuk menyisihkan anggaran demi membayar tagihan listrik dan PDAM Kantor Camat Sanrobone.

“Kami tidak pernah meminta dana kepada desa. Kalau ada tawaran bantuan dari pihak desa, itu berbeda. Namun sampai saat ini tidak ada realisasi dan kami juga tidak pernah menerima dana tersebut,” tegas Irham.

Dengan adanya bantahan tersebut, polemik mengenai dugaan permintaan dana Rp5 juta per desa masih menyisakan perbedaan informasi antara pihak yang mengaku menerima kabar pengumpulan dana dan penjelasan resmi dari Camat Sanrobone yang menyatakan tidak pernah mengajukan permintaan tersebut.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!
Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil
270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara
Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak
Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili
Dua Mobil Cuma Janji? Petani Wajo Kehilangan Rp25,4 Juta, Andi Aso Belum Ditemukan
HIPERMATA UNM Buka Babak Baru Kepemimpinan, Fokus pada Kaderisasi dan Pengabdian
Cegah Tumpang Tindih Administrasi, Gilireng dan Maniangpajo Sepakati Batas Wilayah

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:23 WITA

Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WITA

Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:12 WITA

270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA