Toyota Innova Diduga Isi 16 Jeriken Sehari, FRI Minta Polres Takalar Usut Tuntas

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Gedor.id– Dugaan penyalahgunaan sistem barcode dalam penyaluran BBM bersubsidi di SPBU 74.922.03 Kalukuang, Kabupaten Takalar, menjadi sorotan.

Federasi Rakyat Indonesia (FRI) mendesak BPH Migas, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, dan Polres Takalar segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Desakan tersebut menyusul beredarnya informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan.

BACA JUGA :  SPBU Milik Keluarga Oknum Polisi? Dugaan Mafia Pertalite Mengguncang Bantaeng

Berdasarkan informasi yang diterima FRI, sebuah mobil Toyota Innova berinisial LJ diduga rutin melakukan pengisian BBM bersubsidi hingga 16 jeriken setiap hari.

BBM bersubsidi tersebut juga diduga diperjualbelikan kembali kepada pihak industri.

Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih bersifat dugaan dan harus dibuktikan melalui penyelidikan serta pemeriksaan resmi oleh instansi yang berwenang.

FRI meminta BPH Migas segera mengaudit penggunaan barcode, memeriksa rekaman CCTV, serta menelusuri mekanisme distribusi dan pengawasan BBM bersubsidi di SPBU tersebut.

BACA JUGA :  Proyek Bedah Rumah Diduga Tak Beres, Perusahaan Misterius, Anggaran Tanpa Bukti Kuitansi

Audit dinilai penting untuk memastikan subsidi pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Selain itu, FRI juga mendesak Polres Takalar segera melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut dengan memeriksa seluruh pihak yang berkaitan.

Jika ditemukan adanya pelanggaran, organisasi itu meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.

FRI menegaskan akan menggelar aksi unjuk rasa secara damai apabila tidak ada langkah konkret dari BPH Migas, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, maupun Polres Takalar dalam menindaklanjuti dugaan tersebut.

BACA JUGA :  Pelaku UMKM Pertanyakan Pemungut Iuran Listrik, Pemda Cuci Tangan?

Menurut FRI, pengawasan yang ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi menjadi keharusan agar program subsidi pemerintah tidak disalahgunakan dan tetap tepat sasaran.

(Tompo)

Berita Terkait

Cari Keadilan, Irsan Klaim Ditolak SPKT Polda Sulsel Usai Laporkan Oknum Polisi
11 Tahanan Melarikan Diri, FRI Minta Rantai Komando Polres Kolaka Utara Diperiksa
Tompo Sawakong Tantang APH Audit Total Pembangunan di Kawasan LP2B Takalar
Rekaman Mematikan! Dugaan Setoran Jabatan Kepala Sekolah Mengarah ke Lingkaran Elite Makassar
PRI Tantang BPN Buka Data LP2B, Jangan Ada yang Ditutup-Tutupi!
4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi
Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan
LSM Curiga Ada Kelalaian, Propam Diminta Periksa Penyidik Kasus Bola Soba

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:07 WITA

Toyota Innova Diduga Isi 16 Jeriken Sehari, FRI Minta Polres Takalar Usut Tuntas

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:09 WITA

Cari Keadilan, Irsan Klaim Ditolak SPKT Polda Sulsel Usai Laporkan Oknum Polisi

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:43 WITA

11 Tahanan Melarikan Diri, FRI Minta Rantai Komando Polres Kolaka Utara Diperiksa

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:34 WITA

Tompo Sawakong Tantang APH Audit Total Pembangunan di Kawasan LP2B Takalar

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:54 WITA

Rekaman Mematikan! Dugaan Setoran Jabatan Kepala Sekolah Mengarah ke Lingkaran Elite Makassar

Berita Terbaru