11 Tahanan Melarikan Diri, FRI Minta Rantai Komando Polres Kolaka Utara Diperiksa

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum FRI, Faskal alias Sulla

Ketua Umum FRI, Faskal alias Sulla

Gedor.id- Kaburnya 11 tahanan dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara pada Kamis (2/7/2026) sekira pukul 03.00 WITA memicu sorotan tajam terhadap sistem pengamanan di lingkungan kepolisian.

Insiden tersebut dinilai bukan sekadar aksi pelarian, tetapi juga menjadi indikator adanya dugaan celah serius dalam sistem pengawasan internal.

Berdasarkan informasi yang beredar, para tahanan diduga meloloskan diri dengan cara menggergaji besi ventilasi di bagian atas ruang tahanan.

Setelah membuat celah, mereka disebut memanjat ke atap gedung menggunakan selang air sebelum akhirnya berhasil keluar dari area tahanan.

Apabila informasi tersebut benar, muncul sejumlah pertanyaan mendasar.

Bagaimana alat yang diduga digunakan untuk menggergaji besi bisa masuk ke dalam ruang tahanan?

BACA JUGA :  Penjara Jadi Tempat 'Dagang' Sabu, Kalapas Bungkam, Polisi Tak Bertaring!

Mengapa proses pelarian yang melibatkan 11 tahanan itu tidak terdeteksi petugas jaga? Dan bagaimana sistem pengamanan bisa ditembus tanpa adanya tindakan pencegahan?

Aktivis Federasi Rakyat Indonesia (FRI), Sulla, menilai peristiwa tersebut merupakan alarm keras bagi institusi kepolisian.

“Ini bukan sekadar tahanan kabur. Ini alarm serius bagi institusi kepolisian. Bagaimana mungkin sebelas tahanan bisa menjebol ruang tahanan secara bersamaan? Jika benar mereka menggergaji ventilasi dan memanjat ke atap menggunakan selang air, dari mana alat itu berasal? Lalu di mana fungsi pengawasan petugas piket saat kejadian berlangsung?” tegas Sulla.

Menurutnya, insiden tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai kelalaian teknis, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan, mekanisme pengawasan internal, hingga tanggung jawab komando di Polres Kolaka Utara.

BACA JUGA :  Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan

Sulla menegaskan, publik berhak memperoleh penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kaburnya para tahanan.

“Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kedisiplinan, profesionalisme, dan efektivitas sistem pengamanan di ruang tahanan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum terkikis akibat lemahnya pengawasan internal,” ujarnya.

FRI mendesak Polda Sulawesi Tenggara segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.

Menurut organisasi itu, evaluasi tidak cukup hanya menyasar petugas jaga, tetapi juga harus menyentuh seluruh rantai komando hingga tingkat pimpinan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional.

“Kami meminta Kapolda Sulawesi Tenggara mengambil langkah tegas. Evaluasi tidak boleh berhenti pada petugas piket, tetapi harus dimulai dari pimpinan. Sistem pengamanan adalah tanggung jawab organisasi secara keseluruhan. Publik membutuhkan kepastian bahwa peristiwa seperti ini tidak akan terulang,” kata Sulla.

BACA JUGA :  Terkuak! Misteri Kematian Restina Tija yang Mengguncang Manggarai, Kepala Terpisah, Kasus Masih Gelap

FRI menilai insiden ini menjadi catatan serius karena terjadi tidak lama setelah peringatan Hari Bhayangkara, yang seharusnya menjadi momentum memperkuat profesionalisme, integritas, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Karena itu, FRI meminta proses pengejaran terhadap 11 tahanan yang melarikan diri dilakukan secara maksimal, bersamaan dengan pengungkapan secara transparan penyebab kaburnya para tahanan.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum pembenahan total terhadap sistem pengamanan ruang tahanan. Jangan sampai lemahnya pengawasan terus membuka peluang bagi terulangnya kejadian serupa di masa mendatang,” tutup Sulla.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Temuan BPK Jangan Berhenti di Atas Kertas, Kejari Takalar Diminta Turun Tangan
Pelanggaran Lalu Lintas Disorot, Aktivis Desak Kapolres Takalar Bertindak
P2SP Revitalisasi Sekolah Takalar Disorot Tajam, Siapa yang Menentukan?
Rp267 Juta Pengadaan Paskibraka Takalar Disorot, Penyedia Masuk Bidikan Pemeriksaan
Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir
Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Rp348,8 Juta Disorot, Riwayat Penyedia Diminta Dibuka
Rp267,8 Juta Anggaran Paskibraka Takalar Disorot, Harga dan Barang Wajib Dibongkar
Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:22 WITA

Temuan BPK Jangan Berhenti di Atas Kertas, Kejari Takalar Diminta Turun Tangan

Selasa, 1 September 2026 - 13:56 WITA

Pelanggaran Lalu Lintas Disorot, Aktivis Desak Kapolres Takalar Bertindak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26 WITA

P2SP Revitalisasi Sekolah Takalar Disorot Tajam, Siapa yang Menentukan?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:27 WITA

Rp267 Juta Pengadaan Paskibraka Takalar Disorot, Penyedia Masuk Bidikan Pemeriksaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WITA

Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir

Berita Terbaru

Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk. (Dok. AFP)

Internasional

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Senin, 31 Agu 2026 - 15:01 WITA