11 Tahanan Melarikan Diri, FRI Minta Rantai Komando Polres Kolaka Utara Diperiksa

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum FRI, Faskal alias Sulla

Ketua Umum FRI, Faskal alias Sulla

Gedor.id- Kaburnya 11 tahanan dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara pada Kamis (2/7/2026) sekira pukul 03.00 WITA memicu sorotan tajam terhadap sistem pengamanan di lingkungan kepolisian.

Insiden tersebut dinilai bukan sekadar aksi pelarian, tetapi juga menjadi indikator adanya dugaan celah serius dalam sistem pengawasan internal.

Berdasarkan informasi yang beredar, para tahanan diduga meloloskan diri dengan cara menggergaji besi ventilasi di bagian atas ruang tahanan.

Setelah membuat celah, mereka disebut memanjat ke atap gedung menggunakan selang air sebelum akhirnya berhasil keluar dari area tahanan.

Apabila informasi tersebut benar, muncul sejumlah pertanyaan mendasar.

Bagaimana alat yang diduga digunakan untuk menggergaji besi bisa masuk ke dalam ruang tahanan?

BACA JUGA :  Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar

Mengapa proses pelarian yang melibatkan 11 tahanan itu tidak terdeteksi petugas jaga? Dan bagaimana sistem pengamanan bisa ditembus tanpa adanya tindakan pencegahan?

Aktivis Federasi Rakyat Indonesia (FRI), Sulla, menilai peristiwa tersebut merupakan alarm keras bagi institusi kepolisian.

“Ini bukan sekadar tahanan kabur. Ini alarm serius bagi institusi kepolisian. Bagaimana mungkin sebelas tahanan bisa menjebol ruang tahanan secara bersamaan? Jika benar mereka menggergaji ventilasi dan memanjat ke atap menggunakan selang air, dari mana alat itu berasal? Lalu di mana fungsi pengawasan petugas piket saat kejadian berlangsung?” tegas Sulla.

Menurutnya, insiden tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai kelalaian teknis, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan, mekanisme pengawasan internal, hingga tanggung jawab komando di Polres Kolaka Utara.

BACA JUGA :  Pejabat Kini Jadi Sekda Ikut Disorot, Temuan BPK soal Disdik Kolaka Utara Memanas

Sulla menegaskan, publik berhak memperoleh penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kaburnya para tahanan.

“Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kedisiplinan, profesionalisme, dan efektivitas sistem pengamanan di ruang tahanan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum terkikis akibat lemahnya pengawasan internal,” ujarnya.

FRI mendesak Polda Sulawesi Tenggara segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.

Menurut organisasi itu, evaluasi tidak cukup hanya menyasar petugas jaga, tetapi juga harus menyentuh seluruh rantai komando hingga tingkat pimpinan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional.

“Kami meminta Kapolda Sulawesi Tenggara mengambil langkah tegas. Evaluasi tidak boleh berhenti pada petugas piket, tetapi harus dimulai dari pimpinan. Sistem pengamanan adalah tanggung jawab organisasi secara keseluruhan. Publik membutuhkan kepastian bahwa peristiwa seperti ini tidak akan terulang,” kata Sulla.

BACA JUGA :  Operasi Sat Narkoba Maros Berhasil, Bandar dan 421 Gram Sabu Diamankan

FRI menilai insiden ini menjadi catatan serius karena terjadi tidak lama setelah peringatan Hari Bhayangkara, yang seharusnya menjadi momentum memperkuat profesionalisme, integritas, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Karena itu, FRI meminta proses pengejaran terhadap 11 tahanan yang melarikan diri dilakukan secara maksimal, bersamaan dengan pengungkapan secara transparan penyebab kaburnya para tahanan.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum pembenahan total terhadap sistem pengamanan ruang tahanan. Jangan sampai lemahnya pengawasan terus membuka peluang bagi terulangnya kejadian serupa di masa mendatang,” tutup Sulla.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Tompo Sawakong Tantang APH Audit Total Pembangunan di Kawasan LP2B Takalar
Rekaman Mematikan! Dugaan Setoran Jabatan Kepala Sekolah Mengarah ke Lingkaran Elite Makassar
PRI Tantang BPN Buka Data LP2B, Jangan Ada yang Ditutup-Tutupi!
4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi
Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan
LSM Curiga Ada Kelalaian, Propam Diminta Periksa Penyidik Kasus Bola Soba
Drama Politik Bayangi Hak Angket Gowa, Ranah Personal Kepala Daerah Ikut Diobrak-Abrik
Diduga Ada Permainan! Barang Sitaan Kasus Haji Tajang Berubah Fungsi Jadi Showroom Mobil Listrik

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:43 WITA

11 Tahanan Melarikan Diri, FRI Minta Rantai Komando Polres Kolaka Utara Diperiksa

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:34 WITA

Tompo Sawakong Tantang APH Audit Total Pembangunan di Kawasan LP2B Takalar

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:54 WITA

Rekaman Mematikan! Dugaan Setoran Jabatan Kepala Sekolah Mengarah ke Lingkaran Elite Makassar

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:50 WITA

4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:22 WITA

Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru