4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Gedor.id– Kondisi armada operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa menjadi perhatian publik.

Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dilaporkan tidak seluruhnya dalam kondisi optimal untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu unit armada yang ditempatkan di Pos Damkar Malino disebut mengalami kerusakan pada bagian ban sehingga dinilai tidak layak dioperasikan.

Sementara itu, lima unit lainnya berada di Markas Komando (Mako) Damkar Gowa.

Dari jumlah tersebut, hanya satu unit yang dilaporkan masih siap digunakan, sedangkan empat unit lainnya disebut tidak beroperasi karena mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan maupun pemeliharaan.

BACA JUGA :  Final Epik Ulil Albab Cup V: Pelajar dan Perempuan Jadi Bintang Lapangan

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan tanpa penanganan maksimal.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kecepatan respons petugas dalam menangani kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pengembangan Teknik dan Perbekalan Dinas Damkar Gowa membenarkan bahwa pihaknya memiliki enam unit armada operasional.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi JKN Mandek, AMPK Ancam Bawa ke Jaksa Agung dan Komisi Kejaksaan

Ia menjelaskan bahwa sejumlah kendaraan memang tidak dalam kondisi maksimal karena faktor usia kendaraan.

“Benar, Damkar Gowa memiliki enam unit. Saat ini ada beberapa kendaraan yang belum siap pakai karena faktor usia sehingga tidak lagi maksimal,” ujarnya. Minggu (28/6/2026)

Ia menambahkan, hanya satu unit yang saat ini benar-benar siap digunakan, sementara unit lainnya masih dalam proses perbaikan secara bertahap.

“Yang siap operasional satu unit, sementara yang lain masih dalam tahap pengerjaan karena kondisinya tidak maksimal,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Retribusi atau Pungutan? Praktik di PPI Kajang Tuai Sorotan Tajam

Pihaknya juga menyebutkan bahwa keterbatasan perawatan dipengaruhi perubahan kerja sama bengkel rekanan yang sebelumnya menangani perbaikan kendaraan.

Selain itu, keterbatasan anggaran dan mekanisme pemeliharaan yang berjalan bertahap turut memengaruhi proses perbaikan armada.

Meski demikian, pihak Damkar Gowa menegaskan bahwa upaya pemeliharaan tetap dilakukan, dan kendaraan yang masih memungkinkan tetap dioperasikan secara terbatas sesuai kondisi di lapangan.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan
LSM Curiga Ada Kelalaian, Propam Diminta Periksa Penyidik Kasus Bola Soba
Drama Politik Bayangi Hak Angket Gowa, Ranah Personal Kepala Daerah Ikut Diobrak-Abrik
Diduga Ada Permainan! Barang Sitaan Kasus Haji Tajang Berubah Fungsi Jadi Showroom Mobil Listrik
Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 Miliar, Jejak Diduga Mengarah ke Elite Anggaran
Diduga Sedot Solar Subsidi untuk Bisnis Timbunan, Aktivitas Tambang di Gowa Disorot
Takalar Heboh Soroti Rachita 2, Aktivis Desak Pemeriksaan Lapangan
Tak Mau Ada yang Ditutupi, Poros Rakyat Indonesia Minta Audit Menyeluruh Pemanfaatan Lahan Negara

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:50 WITA

4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:22 WITA

Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:01 WITA

Drama Politik Bayangi Hak Angket Gowa, Ranah Personal Kepala Daerah Ikut Diobrak-Abrik

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:39 WITA

Diduga Ada Permainan! Barang Sitaan Kasus Haji Tajang Berubah Fungsi Jadi Showroom Mobil Listrik

Senin, 22 Juni 2026 - 19:39 WITA

Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 Miliar, Jejak Diduga Mengarah ke Elite Anggaran

Berita Terbaru