Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan

Tojeng

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Gedor.id- Penyaluran program bantuan ketahanan pangan melalui kebun percontohan di Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, menuai sorotan dari masyarakat. Jumat (26/6/2026)

Program yang seharusnya menyasar warga yang membutuhkan itu diduga tidak tepat sasaran dan disebut-sebut didominasi oleh pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan pemerintah desa, termasuk istri seorang oknum kepala desa.

Bantuan yang dipersoalkan meliputi berbagai komoditas pertanian dan peternakan, di antaranya 15–16 bungkus pupuk per penerima, dua liter benih kacang panjang, 280 bibit pala, 300 bibit kakao, 100 bibit durian, 50 ekor bibit itik, serta lima kilogram benih kangkung.

BACA JUGA :  PRI Tantang BPN Buka Data LP2B, Jangan Ada yang Ditutup-Tutupi!

Dugaan tersebut memicu kekecewaan warga. Mereka menilai masih banyak masyarakat yang memiliki lahan pertanian dan kondisi ekonomi yang lebih layak menerima bantuan, namun justru tidak tercantum sebagai penerima manfaat.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, sekitar 100 orang terdaftar sebagai penerima bantuan dalam program penguatan ketahanan pangan tingkat desa.

Namun, menurutnya, daftar tersebut diduga didominasi oleh orang-orang yang memiliki kedekatan dengan pemerintah desa.

“Yang membuat warga kecewa, dalam daftar penerima diduga terdapat perangkat desa, anggota BPD, kepala dusun, ASN, bahkan keluarga pejabat desa. Sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pitbull Jadi Alat Transaksi, Komplotan Curnak Digulung Polisi

Warga mempertanyakan dasar penetapan penerima manfaat. Mereka menduga proses pendataan dan penyaluran bantuan tidak dilakukan secara transparan serta mengabaikan prinsip keadilan dan pemerataan.

Menurut mereka, program ketahanan pangan yang dibiayai menggunakan anggaran negara seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bukan justru diduga berputar di lingkungan aparat desa maupun kerabatnya.

BACA JUGA :  Koalisi Geram! Dugaan Pemborosan Belanja Makan Minum Harus Diusut Tuntas

Atas dugaan tersebut, warga mendesak Inspektorat Kabupaten Bulukumba dan aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap proses penetapan penerima bantuan.

Mereka juga meminta pemerintah membuka dokumen penerima manfaat secara transparan guna menghilangkan dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan program tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Bulo-Bulo telah diupayakan untuk dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan yang disampaikan warga.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim hanya berstatus telah dibaca dan belum mendapat tanggapan.

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar
Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan
Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’
Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban
BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros
2 Pelangsir Disikat, Operator SPBU Belum Terseret, Polres Parepare Pilih Kasus?
Dana Sudah Masuk, Rumah Tak Kunjung Berdiri, PT Mustika DBL Property Didesak Bertanggung Jawab
Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:27 WITA

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:37 WITA

Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan

Jumat, 25 September 2026 - 23:00 WITA

Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’

Jumat, 25 September 2026 - 01:04 WITA

Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban

Minggu, 20 September 2026 - 16:57 WITA

BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA