Rekaman Mematikan! Dugaan Setoran Jabatan Kepala Sekolah Mengarah ke Lingkaran Elite Makassar

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu kepala Sekolah

Salah satu kepala Sekolah

Gedor.id– Proses penempatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya pungutan liar dalam proses tersebut. Selasa (30/6/2026)

Dua calon kepala sekolah disebut mengungkap adanya permintaan uang sebesar Rp30 juta untuk dapat ditempatkan sebagai kepala sekolah.

Dugaan itu muncul melalui rekaman video berdurasi 6 menit 14 detik dan 1 menit 17 detik yang beredar dan didokumentasikan oleh Ketua DPD Makassar Poros Rakyat Indonesia, Hendrik Dg Lallo.

BACA JUGA :  Jasad Lansia Membusuk di Kamar Terkunci, Keluarga Pertanyakan Penanganan Kasus

Dalam rekaman tersebut, para calon kepala sekolah menyatakan kaget atas adanya permintaan uang di luar prosedur resmi.

Mereka mengaku telah memenuhi syarat administrasi dan kompetensi, namun tetap diminta menyetorkan sejumlah uang agar proses penempatan berjalan.

Rekaman itu juga menyebut adanya alur penyaluran dana yang tidak hanya berhenti di tingkat dinas, tetapi diduga mengarah ke sejumlah pihak lain yang disebut berada di lingkaran tertentu di Makassar.

Beberapa nama turut disebut dalam rekaman, yakni Yunus, Alfian, dan Atta.

BACA JUGA :  Jokowi Ukir Rekor Kelam, Menteri Terseret Korupsi Lampaui Presiden Sebelumnya

Ketua DPD Makassar Poros Rakyat Indonesia, Hendrik Dg Lallo, menyatakan keprihatinan atas dugaan tersebut.

Ia menilai sektor pendidikan seharusnya bebas dari praktik pungutan di luar ketentuan dan meminta pemerintah kota memberi perhatian serius terhadap proses penempatan jabatan di lingkungan pendidikan.

Sekretaris Umum Poros Rakyat Indonesia, A. Agus Alim SH, menyebut pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap salah satu nama yang disebut dalam rekaman.

BACA JUGA :  Dugaan Setoran Rp25–35 Juta Warnai Program Irigasi P3TGAI di Takalar

Hasil klarifikasi tersebut menyatakan bahwa pihak yang dimaksud tidak berada di lingkungan Dinas Pendidikan dan disebut hanya menjabat sebagai pelaksana tugas di salah satu BUMN di Makassar.

Hingga saat ini, belum terdapat tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar, maupun pihak-pihak yang namanya disebut dalam rekaman tersebut.

Dugaan ini masih menunggu klarifikasi dan verifikasi dari pihak berwenang untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Bersambung..
(Tim)

Berita Terkait

Debu Bertebaran, Aktivitas Diduga Tambang di Bajeng Tuai Sorotan
Tambang Diduga Tanpa Izin, Debu Ganggu Lingkungan Warga Panaikang
Paket 6 MYC Disorot Tajam, Dugaan Pengurangan Volume dan Mutu Material Mencuat
Ada Dugaan Penyimpangan PLTS Takalar, Kejati Sulsel Didesak Bongkar Pelaksanaan di Lapangan
Provider Wi-Fi Diduga Langgar Aturan, KMPI Tantang APH Buka Hasil Pemeriksaan
Laporan Pencurian Sawit dan Penyerobotan Lahan Menggantung, Ada Apa di Polres Konsel?
Dugaan KTP Ganda dan KUR Fiktif di Majene, Penegak Hukum Didesak Telusuri Hulu-Hilir
Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:02 WITA

Debu Bertebaran, Aktivitas Diduga Tambang di Bajeng Tuai Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:09 WITA

Tambang Diduga Tanpa Izin, Debu Ganggu Lingkungan Warga Panaikang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WITA

Paket 6 MYC Disorot Tajam, Dugaan Pengurangan Volume dan Mutu Material Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:10 WITA

Provider Wi-Fi Diduga Langgar Aturan, KMPI Tantang APH Buka Hasil Pemeriksaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:09 WITA

Laporan Pencurian Sawit dan Penyerobotan Lahan Menggantung, Ada Apa di Polres Konsel?

Berita Terbaru