Bantuan untuk Rakyat atau Lingkaran Kekuasaan? ASN dan Keluarga Pejabat Desa Diduga Ikut Menikmati

Tojeng

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bantuan Ketahanan pangan

Ilustrasi Bantuan Ketahanan pangan

Gedor.id– Program bantuan ketahanan pangan melalui kebun percontohan di Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, menuai sorotan tajam dari warga.

Bantuan yang semestinya menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat justru diduga mengalir kepada ASN, perangkat desa, anggota BPD, kepala dusun, hingga keluarga pejabat desa.

Dugaan tersebut memicu kekecewaan warga lantaran masih banyak masyarakat yang dinilai lebih layak menerima bantuan namun tidak masuk dalam daftar penerima manfaat.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, sekitar 100 penerima bantuan penguatan ketahanan pangan tingkat desa tercatat menerima berbagai jenis bantuan pertanian.

BACA JUGA :  Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak

Namun, dalam daftar tersebut diduga terdapat sejumlah nama yang berasal dari unsur pemerintahan desa dan kalangan ASN.

“Dalam daftar penerima ada perangkat desa, anggota BPD, kepala dusun, ASN, bahkan keluarga pejabat desa. Sementara masih banyak warga yang lebih membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan,” ungkapnya, Sabtu (13/6/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi bibit durian Musang King, pala, kakao, benih sayuran hingga pupuk.

Nilai manfaat program tersebut dinilai cukup besar sehingga proses penentuan penerimanya seharusnya dilakukan secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA :  Audit atau Tutup Mata? KPMPR Sulsel Tantang Inspektorat Periksa Dana Ketahanan Pangan

Munculnya dugaan keterlibatan ASN dan keluarga pejabat desa sebagai penerima bantuan memantik pertanyaan publik mengenai ketepatan sasaran program.

Warga menilai pemerintah desa wajib membuka secara transparan dasar penetapan penerima manfaat agar tidak menimbulkan dugaan adanya praktik bagi-bagi bantuan di lingkaran aparat desa.

“Kalau benar ada ASN, perangkat desa, dan keluarga pejabat yang menerima, publik berhak mengetahui apa dasar mereka ditetapkan sebagai penerima. Jangan sampai program untuk masyarakat justru lebih banyak dinikmati orang-orang yang dekat dengan kekuasaan desa,” ujar warga lainnya.

BACA JUGA :  P2SP Takalar Disorot, Dua Sekolah Diduga Gunakan Koordinator Tenaga Kerja yang Sama

Atas polemik tersebut, warga mendesak Inspektorat Kabupaten Bulukumba turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dan penyaluran anggaran program ketahanan pangan di Desa Bulo-Bulo.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum melakukan penelusuran apabila ditemukan indikasi pelanggaran, penyalahgunaan kewenangan, atau ketidaksesuaian dalam penyaluran bantuan.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Bulo-Bulo belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Desa Bulo-Bulo, Mappilawa, hanya memberikan jawaban singkat.

“Iya, nanti hari Senin,” tulisnya.

Editor : Darwis
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru