Perusakan Bakau Terjadi Terang-terangan, Tanakeke Tanpa Perlindungan

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arang yang Diangkut Ke Perahu Jolloro

Arang yang Diangkut Ke Perahu Jolloro

Gedor.id– Aktivitas penebangan hutan mangrove di Dusun Labbotallua, Desa Minasa Baji, Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, kian meresahkan warga.

Kerusakan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami pesisir kini semakin parah dan mulai mengancam keselamatan permukiman penduduk.

Pantauan awak media pada Sabtu (31/1/2026) menunjukkan sebuah kapal jolloro tengah memuat arang hasil pembakaran kayu mangrove (bakau).

Arang tersebut diduga akan dikirim untuk diperjualbelikan ke kawasan Rajawali, Kota Makassar.

BACA JUGA :  RS Galesong Diresmikan Sebelum Siap, Laksus: Periksa Eks Bupati Takalar!

Menyusutnya hutan mangrove di wilayah tersebut membuat ombak laut kini lebih mudah meresap hingga ke area pemukiman warga.

Abrasi pun kian tak terbendung, memicu kekhawatiran warga akan ancaman tenggelamnya kampung mereka.

Seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekesalannya atas praktik pembabatan mangrove di tanakeke yang terus berlangsung tanpa rasa peduli terhadap dampaknya.

“Tolong pak, diangkat beritanya ini. Makin hari para pelaku makin tidak peduli dengan kampung kami. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Kami juga berencana melaporkan mereka ke Polres Takalar,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurut sumber tersebut, terdapat tiga warga dusun yang diduga terlibat dalam aktivitas pembabatan hutan mangrove, masing-masing berinisial JR, NI, dan MA.

BACA JUGA :  DLH Bisu, Alat Berat Menggila, Siapa yang Bermain di Balik Timbunan Galesong

Ketiganya disebut bekerja sama dalam proses penebangan hingga distribusi arang.

“Salah satunya, JR, berperan sebagai pembeli arang yang kemudian menjualnya ke Rajawali, Makassar,” tambahnya.

Warga pun berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menghentikan praktik perusakan lingkungan tersebut.

“Kami sangat berharap polisi segera menindak dan menangkap para pelaku agar kerusakan hutan mangrove ini tidak semakin parah,” pungkasnya.

Sampai berita ini dipublikasikan pihak terkait belum bisa ditemui.

Bersambung..

Editor : Darwis
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Mutu Produk hingga Dokumen Lingkungan Dipertanyakan, Pabrik Paving Block Diminta Diinvestigasi
Empat Kontraktor Dilaporkan, Dugaan Penyimpangan Proyek Sawah Bone Mengemuka
Diduga Pelangsir Solar Subsidi Beraksi Bebas di SPBU 74.919.03 Larompong, Aparat Dimana?
Gudang Misterius di Gowa Diduga Simpan Solar Subsidi, Legalitas Dipertanyakan
Warga Terancam Debu Industri? Pabrik Paving Block Parangtambung Jadi Sorotan
Isu WhatsApp Beredar Luas, Publik Desak Kabid PSP Hentikan Spekulasi dengan Klarifikasi
Solar Subsidi Diduga Mengendap di Gudang, Aparat Diminta Selidiki Lokasi di Gowa
Aktivis Warning, Dugaan Pungli Jangan Dijadikan Senjata Politik Jelang Pilrek UNM

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:14 WITA

Mutu Produk hingga Dokumen Lingkungan Dipertanyakan, Pabrik Paving Block Diminta Diinvestigasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:33 WITA

Empat Kontraktor Dilaporkan, Dugaan Penyimpangan Proyek Sawah Bone Mengemuka

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:54 WITA

Gudang Misterius di Gowa Diduga Simpan Solar Subsidi, Legalitas Dipertanyakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:41 WITA

Warga Terancam Debu Industri? Pabrik Paving Block Parangtambung Jadi Sorotan

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:59 WITA

Isu WhatsApp Beredar Luas, Publik Desak Kabid PSP Hentikan Spekulasi dengan Klarifikasi

Berita Terbaru