Warga Golden Avenue Protes, Onyx Club Disebut Timbulkan Getaran 85 dB

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Onyx Club di kawasan elit Center Point of Indonesia (CPI) bagian dalam

Onyx Club di kawasan elit Center Point of Indonesia (CPI) bagian dalam

Gedor.id– Polemik keberadaan Onyx Club di kawasan elit Center Point of Indonesia (CPI) kembali mencuat.

Tempat hiburan malam (THM) yang berdiri megah itu diduga kuat beroperasi tanpa izin resmi, sementara getaran musik dari aktivitas malamnya semakin meresahkan warga Perumahan Golden Avenue yang berada tepat di seberangnya.

Warga Golden Avenue berinisial GA mengungkapkan bahwa gangguan yang mereka alami bukan sekadar suara bising, melainkan getaran yang terasa menghentak hingga ke dalam rumah.

“Getarannya pernah kami ukur, mencapai 84–85 dB. Dinding rumah sampai bergetar. Hampir setiap malam terjadi. Ini sudah sangat mengganggu,” ujar GA, Selasa (09/12/25).

BACA JUGA :  Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang

Menurut GA, intensitas getaran tersebut telah mengacaukan waktu istirahat warga, termasuk anak-anak.

Kondisi ini membuat sejumlah penghuni mulai mempertimbangkan untuk melaporkan resmi persoalan ini ke Pemerintah Kota Makassar.

Polemik semakin memanas karena Onyx Club berdiri di kawasan yang selama ini diproyeksikan sebagai ruang publik keluarga, area wisata edukasi, serta berada tidak jauh dari ikon religius Masjid 99 Kubah.

BACA JUGA :  Appi Janji Hidupkan Kembali Makassar Arts Forum: “Pemkot Siap Support Penuh”

Kontras mencolok antara keberadaan THM dan kawasan religius tersebut dinilai kian memantik keresahan masyarakat.

Di sisi lain, isu mengenai legalitas Onyx Club kembali menjadi sorotan setelah beredar pemberitaan bahwa tempat hiburan tersebut belum mengantongi izin operasional.

Pihak manajemen disebut-sebut mengklaim memiliki izin, namun hingga kini belum ada dokumen legal yang ditunjukkan ke publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola belum memberikan klarifikasi lanjutan, sementara aktivitas Onyx Club terus beroperasi dan getaran yang dirasakan warga semakin menjadi sumber keluhan.

BACA JUGA :  Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang

Warga Golden Avenue mendesak pemerintah turun tangan dan melakukan peninjauan langsung.

“Ini bukan hanya soal izin, tapi soal kenyamanan kami sebagai warga. Kalau dibiarkan terus, kami akan mengambil langkah yang lebih tegas,” tegas GA.

Polemik Onyx Club masih terus bergulir, sementara warga menunggu kepastian tindakan pemerintah terkait dugaan operasional tanpa izin serta dampak gangguan lingkungan yang ditimbulkan.

bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola
Mutu Produk hingga Dokumen Lingkungan Dipertanyakan, Pabrik Paving Block Diminta Diinvestigasi
Empat Kontraktor Dilaporkan, Dugaan Penyimpangan Proyek Sawah Bone Mengemuka
Diduga Pelangsir Solar Subsidi Beraksi Bebas di SPBU 74.919.03 Larompong, Aparat Dimana?
Gudang Misterius di Gowa Diduga Simpan Solar Subsidi, Legalitas Dipertanyakan
Warga Terancam Debu Industri? Pabrik Paving Block Parangtambung Jadi Sorotan
Isu WhatsApp Beredar Luas, Publik Desak Kabid PSP Hentikan Spekulasi dengan Klarifikasi
Solar Subsidi Diduga Mengendap di Gudang, Aparat Diminta Selidiki Lokasi di Gowa

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:44 WITA

Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:14 WITA

Mutu Produk hingga Dokumen Lingkungan Dipertanyakan, Pabrik Paving Block Diminta Diinvestigasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:33 WITA

Empat Kontraktor Dilaporkan, Dugaan Penyimpangan Proyek Sawah Bone Mengemuka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:35 WITA

Diduga Pelangsir Solar Subsidi Beraksi Bebas di SPBU 74.919.03 Larompong, Aparat Dimana?

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:54 WITA

Gudang Misterius di Gowa Diduga Simpan Solar Subsidi, Legalitas Dipertanyakan

Berita Terbaru