6 Bulan Menguap, Kemana Perginya Dana Hibah Gubernur Sulsel?

Kamis, 25 September 2025 - 15:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantuan dana hibah senilai Rp500 juta yang diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan kepada Bupati Luwu

Bantuan dana hibah senilai Rp500 juta yang diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan kepada Bupati Luwu

Gedor.id– Bantuan dana hibah senilai Rp 500 juta yang diserahkan Gubernur Sulawesi Selatan kepada Bupati Luwu Utara beberapa bulan lalu kini dipertanyakan keberadaannya.

Pasalnya, enam bulan berlalu, dana yang sedianya digunakan untuk penanganan darurat di Desa Minanga, Kecamatan Rongkong, tak kunjung terlihat wujudnya.

Ketua Aliansi Indonesia Luwu Utara, Tandi Buni, menegaskan bahwa dana hibah tersebut jelas-jelas sudah diserahkan oleh gubernur kepada bupati sejak enam bulan lalu.

BACA JUGA :  Tak Jelas Lokasi Pembangunan, Warga Kepung Pos Yon TP 872

Namun, hingga kini tak ada tanda-tanda pemanfaatannya di lapangan.

“Kalau namanya bantuan tanggap darurat, seharusnya cepat dipakai. Tapi ini sudah berbulan-bulan tidak ada realisasi. Kalau begini, ini bukan lagi darurat, tapi dibiarkan berlarut-larut,” tegas Tandi.

Ia menambahkan, lambannya penanganan telah memakan korban. Beberapa warga sudah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang longsor dan belum juga diperbaiki.

BACA JUGA :  Dugaan Setoran Rp25–35 Juta Warnai Program Irigasi P3TGAI di Takalar

“Apakah pemerintah sengaja menunggu jatuh korban lagi baru bergerak? Atau dana hibah dari gubernur ini hanya janji kosong tanpa bukti? Atau bahkan sudah raib digerogoti siluman tikus?” sindirnya tajam.

Sementara itu, Anggota DPRD Luwu Utara, Heriansa Efendi, membenarkan bahwa dana hibah tersebut sudah dibahas dalam rapat bersama Sekda, Kadis PU, dan Kepala BPBD.

Menurutnya, Sekda menyebut PU sebagai OPD teknis masih menunggu SK Bupati untuk mengeksekusi program tersebut.

BACA JUGA :  Geger Dana Desa Tamalate, BPD Seret Dugaan Pelanggaran ke DPRD Takalar

“Kami di DPRD sudah mendesak agar pemerintah segera menggunakan dana hibah ini sesuai tujuan awal, yaitu penanganan longsor. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban hanya karena administrasi yang berbelit,” ujar Heriansa. Kamis (25/9/2025)

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Luwu Utara Saat dikomfirmasi melalui by phone hanya di baca

(Ono)

Berita Terkait

P2SP Revitalisasi Sekolah Takalar Disorot Tajam, Siapa yang Menentukan?
Rp267 Juta Pengadaan Paskibraka Takalar Disorot, Penyedia Masuk Bidikan Pemeriksaan
Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir
Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Rp348,8 Juta Disorot, Riwayat Penyedia Diminta Dibuka
Rp267,8 Juta Anggaran Paskibraka Takalar Disorot, Harga dan Barang Wajib Dibongkar
Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar
Rakyat Sulit Dapat BBM, Kasatreskrim Takalar Didesak Bongkar Distribusi
SPBU Kalampa Disorot, Aktivitas Pagandeng Jeriken Bikin Warga Resah

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26 WITA

P2SP Revitalisasi Sekolah Takalar Disorot Tajam, Siapa yang Menentukan?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WITA

Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:49 WITA

Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Rp348,8 Juta Disorot, Riwayat Penyedia Diminta Dibuka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:43 WITA

Rp267,8 Juta Anggaran Paskibraka Takalar Disorot, Harga dan Barang Wajib Dibongkar

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:04 WITA

Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar

Berita Terbaru