Tak Jelas Lokasi Pembangunan, Warga Kepung Pos Yon TP 872

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Luwu Utara Heriansa Efendi, Kepala Desa Rampoang, serta TNI

Anggota DPRD Luwu Utara Heriansa Efendi, Kepala Desa Rampoang, serta TNI

Gedor.id- Ratusan warga Desa Rampoang, Kecamatan Tanalili, Luwu Utara, Geruduk pos pembangunan Yon TP 872 pada Jumat (21/11/2025) sebagai bentuk protes terhadap ketidakjelasan penentuan lokasi pembangunan satuan tersebut.

Aksi yang berlangsung tertib dan damai itu dilakukan setelah warga merasa tidak mendapat kejelasan dari pemerintah terkait status dan penetapan lahan pembangunan.

Aksi warga turut didampingi Anggota DPRD Luwu Utara Heriansa Efendi, Kepala Desa Rampoang, serta beberapa mantan kepala desa.

BACA JUGA :  Lahan Warisan Jadi Rebutan, Warga Sanjai Bongkar Riwayat Transaksi Lama Habedia

Mereka meminta agar seluruh kegiatan pembangunan di lokasi tersebut dihentikan sementara.

Heriansa menyampaikan langsung kepada Danpos Tanalili, Serma Rante, bahwa penghentian aktivitas diperlukan hingga ada kesepakatan resmi antara warga dan pemerintah.

“Kami minta segala aktivitas yang saat ini berjalan dihentikan sementara waktu,” tegas Heriansa di hadapan aparat.

Ia juga memastikan bahwa persoalan ini akan dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Luwu Utara untuk dibahas bersama seluruh pihak terkait.

BACA JUGA :  Supremasi Hukum Disuarakan, GMNI Luwu Utara Desak DPRD Sulsel Bertindak

Sementara itu, Serma Rante yang menerima warga dengan tenang menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan.

“Kami akan meneruskan keinginan masyarakat kepada pimpinan kami,” ujarnya.

Selain itu, ia mengungkap bahwa pihaknya diminta mengumpulkan data terkait masyarakat yang menguasai lahan dan tanaman di area pembangunan.

Namun jika warga menolak, hal itu tetap akan dilaporkan kepada atasan.

BACA JUGA :  Judi Terselubung di Pasar Malam Luwu Utara, Konser Diduga Tanpa Izin Resmi

Warga berharap pemerintah provinsi dapat meninjau kembali lokasi pembangunan Yon TP 872 agar tidak merugikan pihak manapun.

“Kami berharap lokasi pembangunan Yon TP dapat ditinjau kembali oleh Pemprov,” kata salah satu warga.

Aksi protes berakhir sekitar pukul 16.30 WITA, dengan warga meninggalkan lokasi secara damai dan tertib.

Ono

Berita Terkait

Kasus Sengketa Mobil Memanas, Irsan Ancam Tempuh Jalur Hukum
RLH Takalar Disorot, Nama Warga Miskin Hilang dari Daftar, Siapa Bertanggung Jawab?
Jejak Bisnis Nikel Kolaka Dikuliti, Penyidik Kantongi Dokumen Strategis dan Transaksi Jumbo
Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain
Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang
Camat Sanrobone Akui Ada Tawaran Bantuan Dana dari Sekdes, Bantah Pernah Meminta
DPRD Bongkar Buruknya Sistem Keselamatan di Apparalang, Pengelola Jadi Sorotan
Dituding Terima Setoran Bandar Narkoba, Satresnarkoba Polres Gowa Beri Klarifikasi Tegas

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:00 WITA

Kasus Sengketa Mobil Memanas, Irsan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:14 WITA

RLH Takalar Disorot, Nama Warga Miskin Hilang dari Daftar, Siapa Bertanggung Jawab?

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:28 WITA

Jejak Bisnis Nikel Kolaka Dikuliti, Penyidik Kantongi Dokumen Strategis dan Transaksi Jumbo

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:09 WITA

Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:59 WITA

Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang

Berita Terbaru