Tak Jelas Lokasi Pembangunan, Warga Kepung Pos Yon TP 872

Tojeng

Sabtu, 22 November 2025 - 14:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Luwu Utara Heriansa Efendi, Kepala Desa Rampoang, serta TNI

Anggota DPRD Luwu Utara Heriansa Efendi, Kepala Desa Rampoang, serta TNI

Gedor.id- Ratusan warga Desa Rampoang, Kecamatan Tanalili, Luwu Utara, Geruduk pos pembangunan Yon TP 872 pada Jumat (21/11/2025) sebagai bentuk protes terhadap ketidakjelasan penentuan lokasi pembangunan satuan tersebut.

Aksi yang berlangsung tertib dan damai itu dilakukan setelah warga merasa tidak mendapat kejelasan dari pemerintah terkait status dan penetapan lahan pembangunan.

Aksi warga turut didampingi Anggota DPRD Luwu Utara Heriansa Efendi, Kepala Desa Rampoang, serta beberapa mantan kepala desa.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi di Tana Lili Diduga Jadi Ladang Main Mata, Negara Bisa Rugi Miliaran!

Mereka meminta agar seluruh kegiatan pembangunan di lokasi tersebut dihentikan sementara.

Heriansa menyampaikan langsung kepada Danpos Tanalili, Serma Rante, bahwa penghentian aktivitas diperlukan hingga ada kesepakatan resmi antara warga dan pemerintah.

“Kami minta segala aktivitas yang saat ini berjalan dihentikan sementara waktu,” tegas Heriansa di hadapan aparat.

Ia juga memastikan bahwa persoalan ini akan dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Luwu Utara untuk dibahas bersama seluruh pihak terkait.

BACA JUGA :  Lahan Warisan Jadi Rebutan, Warga Sanjai Bongkar Riwayat Transaksi Lama Habedia

Sementara itu, Serma Rante yang menerima warga dengan tenang menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan.

“Kami akan meneruskan keinginan masyarakat kepada pimpinan kami,” ujarnya.

Selain itu, ia mengungkap bahwa pihaknya diminta mengumpulkan data terkait masyarakat yang menguasai lahan dan tanaman di area pembangunan.

Namun jika warga menolak, hal itu tetap akan dilaporkan kepada atasan.

BACA JUGA :  Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir

Warga berharap pemerintah provinsi dapat meninjau kembali lokasi pembangunan Yon TP 872 agar tidak merugikan pihak manapun.

“Kami berharap lokasi pembangunan Yon TP dapat ditinjau kembali oleh Pemprov,” kata salah satu warga.

Aksi protes berakhir sekitar pukul 16.30 WITA, dengan warga meninggalkan lokasi secara damai dan tertib.

Ono

Berita Terkait

Anggaran Porprov Sudah Cair, Persiapan Atlet Jeneponto Masih Dibayangi Persoalan Dana
Bikin Hati Meleleh! Pesan Cinta Heriansa Effendi untuk Istri: “Bersamamu, Kerja Kebaikan Terasa Lebih Ringan”
Publik Tunggu Hasil Otopsi Hj Mini Dg Jime, Kasat Reskrim Polres Takalar Bungkam
Dana Kerohiman Caleg Gagal Lolos Disorot, Andi Tenrisau: Ini Soal Amanah Partai
Situasi Memanas, Kapolres Luwu Utara Bersama Danyon Brimob Bertahan di Pantai Seta Seta
Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati
60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga
AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:50 WITA

Anggaran Porprov Sudah Cair, Persiapan Atlet Jeneponto Masih Dibayangi Persoalan Dana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WITA

Bikin Hati Meleleh! Pesan Cinta Heriansa Effendi untuk Istri: “Bersamamu, Kerja Kebaikan Terasa Lebih Ringan”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:46 WITA

Publik Tunggu Hasil Otopsi Hj Mini Dg Jime, Kasat Reskrim Polres Takalar Bungkam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Dana Kerohiman Caleg Gagal Lolos Disorot, Andi Tenrisau: Ini Soal Amanah Partai

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:28 WITA

Situasi Memanas, Kapolres Luwu Utara Bersama Danyon Brimob Bertahan di Pantai Seta Seta

Berita Terbaru

serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi

Internasional

Houthi Klaim Serangan di Riyadh, Trump Siapkan Keputusan Cepat

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:58 WITA

Foto: REUTERS/Social Media

Internasional

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Bandara Riyadh Jadi Sasaran Serangan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:06 WITA