Tiang Listrik Tua dan Miring Dibiarkan PLN, Warga: Ini Bom Waktu!

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabel Telanjang PLN yang berada di Atap Rumah Warga

Kabel Telanjang PLN yang berada di Atap Rumah Warga

Gedor.id– Warga Dusun Balantieng, Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, hidup dalam bayang-bayang bahaya.

Tiga kabel listrik telanjang terbentang terlalu dekat dengan atap rumah mereka.

Ketakutan akan korsleting hingga kebakaran kini menghantui setiap datangnya hujan dan angin kencang.

“Kalau angin datang, kabel goyang dan hampir kena atap rumah. Apalagi pas hujan, kami takut korslet atau meledak,” keluh AL, salah satu warga, Sabtu (26/7/2025).

BACA JUGA :  Kontraktor Stadion Bungkam, Mahasiswa Panaskan Aksi Jilid III di Depan Kejati

Tak hanya kabel yang membahayakan, warga juga menyoroti tiang-tiang listrik yang disebut sudah lapuk dan berdiri terlalu dekat dengan bahu jalan. Beberapa tiang bahkan dianggap tak layak pakai.

“Kondisinya miring dan rapuh. Kenapa di desa sebelah seperti Bontomanai bisa pakai tiang besar dan tinggi, sementara kami dibiarkan begini?” tanya AC, warga lainnya dengan nada kecewa.

BACA JUGA :  Pengawasan Lemah, Pelaku Usaha di Gowa Bebas Caplok Trotoar

Warga menuntut PLN Wilayah V, khususnya PLN Bulukumba, segera turun tangan.

Mereka meminta tiang-tiang kecil dan pendek diganti dengan yang lebih kokoh dan tinggi, demi keselamatan bersama.

Menanggapi keluhan itu, Kepala PLN ULP Panrita Lopi, Zulham, mengakui permasalahan tersebut.

Ia menyebut pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Namun, penggantian tiang disebut butuh waktu lama karena keterbatasan anggaran.

BACA JUGA :  Tambang 'Ilegal' Merajalela di Sekadau, Negara ke Mana?

“Kalau usulan anggaran diajukan sekarang, realisasinya mungkin baru tahun 2030,” ujarnya.

Pernyataan itu justru makin menyulut keresahan warga yang merasa dibiarkan hidup di bawah ancaman listrik.

Meski demikian, Zulham menjanjikan tim teknis PLN akan segera diturunkan untuk mengevaluasi dan mencari solusi darurat.

“Kami akan lihat kondisi lapangan dulu. Jika memungkinkan, akan kami ganti sebagian lebih dulu,” tambahnya.

Bersambung..

Editor darwis

Berita Terkait

Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata
Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media
Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD
BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar
BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah
Mafia Narkoba Diduga Main Mata dengan Aparat, Terdakwa Dijadikan Tumbal di PN Makassar
Jeriken Solar Menumpuk, Dugaan Mafia BBM Subsidi di Takalar Kini Jadi Sorotan Panas
Truk Hilir Mudik, Debu Beterbangan, Tambang Diduga Ilegal di Maros Dikeluhkan

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:12 WITA

Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:46 WITA

Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:10 WITA

Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:39 WITA

BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:54 WITA

BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah

Berita Terbaru

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah

Daerah

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA