LSM Lamellong Curigai Ada ‘Kartel Buku’ di Sekolah-Sekolah Bone

Minggu, 6 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi- Buku Pelajaran

Foto Ilustrasi- Buku Pelajaran

Gedor.id– Sejumlah sekolah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga dipaksa membeli buku pelajaran dari penerbit tertentu secara terstruktur.

Dugaan praktik monopoli ini mulai disorot publik dan menuai reaksi dari lembaga swadaya masyarakat.

Ketua Umum LSM Lamellong, Muhammad Rusdi, mengungkapkan pihaknya telah menerima berbagai laporan terkait pengadaan buku pelajaran yang terindikasi dimonopoli.

BACA JUGA :  Rekanan Buku BOS Takalar Disorot, Mahasiswa Desak Kejari Turun Tangan!

Ia menduga praktik ini melibatkan sejumlah pihak yang memiliki jaringan kuat di lingkungan sekolah.

“Saya sudah menerima beberapa informasi dan indikasi kuat adanya dugaan monopoli pengadaan buku di sekolah-sekolah. Polanya terlihat terstruktur dan terorganisir,” ujarnya, Minggu (6/7/2025)

Rusdi juga mengaku telah melakukan konfirmasi kepada sejumlah sumber yang mengetahui persoalan ini.

BACA JUGA :  Kejati Sulsel Gelar Diskusi Kelompok Terarah, Sosialisasikan Peran Bidang Pidana Militer

Ia menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti kuat guna menindaklanjuti temuan tersebut secara hukum.

“Saya masih terus mendalami dan mengumpulkan bukti. Jika cukup dan memenuhi unsur perbuatan melawan hukum, kami akan melaporkannya secara resmi ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan,” tegas Rusdi.

Namun, ia belum bersedia membeberkan secara rinci pihak-pihak yang diduga terlibat.

BACA JUGA :  Penahanan Besar Kasus Bibit Nanas, Mantan Pj Gubernur Sulsel Ikut Terseret

“Untuk sementara, saya belum bisa menjelaskan secara detail. Tunggu saja update selanjutnya,” pungkasnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar
Dugaan Pembiaran Menguat, Gowa Terancam Jadi Sarang Judi Terbuka
Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat
Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?
Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan
Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi
Dikeluhkan Pengguna, Layanan Top Up e-Money di Tol Makassar Dinilai Tak Ramah
Urus SIM di Takalar Diduga Tak Sesuai Aturan, Biaya Membengkak

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:54 WITA

Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:03 WITA

Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat

Senin, 23 Maret 2026 - 20:00 WITA

Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:02 WITA

Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:41 WITA

Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi

Berita Terbaru

HMI Cabang Takalar Saat melakukan Aksi di Kejaksaan

Daerah

Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 11:25 WITA

Ilustrasi Rudal Buatan Iran

Internasional

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

Jumat, 27 Mar 2026 - 23:13 WITA