KERAMAT Tuntut Mundur Gubernur Sulsel, Protes Kenaikan PBB yang Mencekik Rakyat

Tojeng

Selasa, 26 Agustus 2025 - 18:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa Keramat

Aksi unjuk rasa Keramat

Gedor.id- Gelombang protes mengguncang pusat pemerintahan Sulawesi Selatan(Sulsel) pada Senin (25/8/2025). Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT) turun ke jalan menuntut perubahan radikal.

Massa aksi memulai unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulsel dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Reformasi Jilid II” serta menghadirkan sebuah keranda mayat—simbol matinya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat.

Suasana memanas ketika ribuan demonstran mendesak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman keluar menemui mereka.

Karena tak diindahkan, massa melampiaskan kemarahan dengan menghamburkan tumpukan sampah di depan gerbang kantor gubernur.

Desakan Mundur Gubernur

Dalam orasinya, Leksan, jenderal lapangan aksi, menuding gubernur gagal melindungi rakyat kecil dan justru mencekik masyarakat dengan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

BACA JUGA :  DPRD Sulsel Ambil Sikap, Lokasi Yon TP 872 Direkomendasikan Pindah

“Kami dari Aliansi KERAMAT mendesak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman segera mundur. Kenaikan PBB di berbagai daerah membuat rakyat menjerit, tapi gubernur bungkam!” tegas Leksan lantang.

Long March ke DPRD

Tak berhenti di kantor gubernur, massa kemudian melakukan long march menuju DPRD Sulsel. Di sana, mereka menggugat keras kenaikan gaji anggota DPR di tengah krisis ekonomi.

“DPR hari ini hanya tahu berfoya-foya di atas penderitaan rakyat. Mereka tak lagi pantas disebut wakil rakyat. Bubarkan saja DPR!” teriak Leksan disambut riuh peserta aksi.

BACA JUGA :  24 Kreator Digaji, Tapi Sepi Respons! Diskominfo Sulsel Jadi Bulan-bulanan Netizen

Hingga malam hari, massa terus bergantian berorasi politik. Sekitar pukul 19.00 WITA, mereka akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Gesekan dengan Polisi

Meski relatif kondusif, ketegangan sempat pecah antara demonstran dan aparat Polrestabes Makassar.

Insiden terjadi saat seorang polisi menyita pedang mainan dari karton milik peserta aksi.

Massa sempat memprotes tindakan itu. “Polisi terlalu sensitif, padahal itu hanya karton,” kata seorang demonstran.

Aparat kemudian mengaku akan melaporkannya ke atasan sebelum akhirnya dikembalikan.

Tuntutan “Reformasi Jilid II”

Aliansi KERAMAT, yang terdiri dari GRD, PMBI, SPMP, GMNI Makassar, GMKI, LMND, PMKRI Gowa, dan Forgata, membawa 17 tuntutan besar dalam aksi tersebut:

BACA JUGA :  Gubernur Sulsel Absen, Program Anti Mager Dihujat Netizen: “Nampa Dia Ji Sanna Mager Nah!”

1.Sahkan RUU Perampasan Aset.

2.Tolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

3.Bubarkan DPR RI.

4.Cabut UU TNI.

5.Tolak RKUHP.

6.Tolak RUU Polri.

7.Hentikan perampasan ruang hidup masyarakat.

8.Hentikan tindakan represif aparat terhadap sipil.

9.Adili Presiden Jokowi.

10.Sahkan UU Masyarakat Adat.

11.Tolak Proyek Strategis Nasional (PSN).

12.Wujudkan pendidikan gratis.

13.Wujudkan kesehatan gratis.

14.Usut tuntas pelanggaran HAM masa lalu.

15.Tolak utang luar negeri.

18.Tolak penulisan ulang sejarah.

17.Tolak pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina
Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:59 WITA

Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WITA

Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WITA

Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM

Berita Terbaru

serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi

Internasional

Houthi Klaim Serangan di Riyadh, Trump Siapkan Keputusan Cepat

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:58 WITA

Foto: REUTERS/Social Media

Internasional

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Bandara Riyadh Jadi Sasaran Serangan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:06 WITA