KERAMAT Tuntut Mundur Gubernur Sulsel, Protes Kenaikan PBB yang Mencekik Rakyat

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa Keramat

Aksi unjuk rasa Keramat

Gedor.id- Gelombang protes mengguncang pusat pemerintahan Sulawesi Selatan(Sulsel) pada Senin (25/8/2025). Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT) turun ke jalan menuntut perubahan radikal.

Massa aksi memulai unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulsel dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Reformasi Jilid II” serta menghadirkan sebuah keranda mayat—simbol matinya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat.

Suasana memanas ketika ribuan demonstran mendesak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman keluar menemui mereka.

Karena tak diindahkan, massa melampiaskan kemarahan dengan menghamburkan tumpukan sampah di depan gerbang kantor gubernur.

Desakan Mundur Gubernur

Dalam orasinya, Leksan, jenderal lapangan aksi, menuding gubernur gagal melindungi rakyat kecil dan justru mencekik masyarakat dengan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

BACA JUGA :  Lelang SPAM Regional Sulsel 2025 Diduga Diatur, Publik Dibohongi!

“Kami dari Aliansi KERAMAT mendesak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman segera mundur. Kenaikan PBB di berbagai daerah membuat rakyat menjerit, tapi gubernur bungkam!” tegas Leksan lantang.

Long March ke DPRD

Tak berhenti di kantor gubernur, massa kemudian melakukan long march menuju DPRD Sulsel. Di sana, mereka menggugat keras kenaikan gaji anggota DPR di tengah krisis ekonomi.

“DPR hari ini hanya tahu berfoya-foya di atas penderitaan rakyat. Mereka tak lagi pantas disebut wakil rakyat. Bubarkan saja DPR!” teriak Leksan disambut riuh peserta aksi.

BACA JUGA :  6 Bulan Menguap, Kemana Perginya Dana Hibah Gubernur Sulsel?

Hingga malam hari, massa terus bergantian berorasi politik. Sekitar pukul 19.00 WITA, mereka akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Gesekan dengan Polisi

Meski relatif kondusif, ketegangan sempat pecah antara demonstran dan aparat Polrestabes Makassar.

Insiden terjadi saat seorang polisi menyita pedang mainan dari karton milik peserta aksi.

Massa sempat memprotes tindakan itu. “Polisi terlalu sensitif, padahal itu hanya karton,” kata seorang demonstran.

Aparat kemudian mengaku akan melaporkannya ke atasan sebelum akhirnya dikembalikan.

Tuntutan “Reformasi Jilid II”

Aliansi KERAMAT, yang terdiri dari GRD, PMBI, SPMP, GMNI Makassar, GMKI, LMND, PMKRI Gowa, dan Forgata, membawa 17 tuntutan besar dalam aksi tersebut:

BACA JUGA :  Massa KERAMAT Ledakkan 13 Tuntutan di Makassar, Soroti Pajak hingga Air Bersih

1.Sahkan RUU Perampasan Aset.

2.Tolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

3.Bubarkan DPR RI.

4.Cabut UU TNI.

5.Tolak RKUHP.

6.Tolak RUU Polri.

7.Hentikan perampasan ruang hidup masyarakat.

8.Hentikan tindakan represif aparat terhadap sipil.

9.Adili Presiden Jokowi.

10.Sahkan UU Masyarakat Adat.

11.Tolak Proyek Strategis Nasional (PSN).

12.Wujudkan pendidikan gratis.

13.Wujudkan kesehatan gratis.

14.Usut tuntas pelanggaran HAM masa lalu.

15.Tolak utang luar negeri.

18.Tolak penulisan ulang sejarah.

17.Tolak pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Ratusan Peserta Padati MaxOne Makassar, Aksi Donor Darah Tuai Pujian
Tahanan Diduga Kendalikan Sabu dari Rutan Masamba, GKPHI Soroti Lemahnya Pengawasan
LMND Ikut Bela Polemik Rutan Masamba, GKPHI Tegaskan Kritik Berdasar Fakta
Dugaan Handphone Ilegal di Rutan Masamba Buka Tabir Jaringan Narkotika
Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar
Dengan Visi Mandiri dan Kompetitif, Ersan Satya Siap Nahkodai HIPMI PT UMI
Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan
Isu “86” Pemindahan Mira Hayati Mengemuka, F-KRB Tegaskan Tak Ada Negosiasi

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:08 WITA

Ratusan Peserta Padati MaxOne Makassar, Aksi Donor Darah Tuai Pujian

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:46 WITA

Tahanan Diduga Kendalikan Sabu dari Rutan Masamba, GKPHI Soroti Lemahnya Pengawasan

Senin, 11 Mei 2026 - 13:04 WITA

LMND Ikut Bela Polemik Rutan Masamba, GKPHI Tegaskan Kritik Berdasar Fakta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WITA

Dugaan Handphone Ilegal di Rutan Masamba Buka Tabir Jaringan Narkotika

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:45 WITA

Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar

Berita Terbaru

Dua unit rumah panggung di Dusun Manyili, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo

Peristiwa

Sijago Merah Ngamuk, Dua Rumah di Sabbangparu Rata dengah Tanah

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:50 WITA

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah

Daerah

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA